Cari (Telusuri) di Blog Ini

Memuat...

Sabtu, 28 Maret 2009

Menyiapkan Pakan Ikan

Pemberian probiotik pada tetes tebu yg akan dicampurkan pada pakan
Pencampuran tetes tebu dan probiotik pada pakan
Pengadukan tetes tebu dan probiotik dengan pakan sesuai umur ikan
Pemberian pakan pada ikan
Sumber pakan tambahan, daun dari jenis tanaman talas

28 komentar:

  1. pak mau nanya, probiotik yang dipakai untuk campuran pakan menggunakan probiotik apa ? terus dosisnya berapa ?

    BalasHapus
  2. saya sangat tertarik dengan budidaya ikan gurame, dan sangat senang membaca artikel di blog bapak, saya ingin mengetahui tentang tetes tebu yang di gunakan itu diperolehnya bagaimana?

    BalasHapus
  3. pa tolong doong posting artikel tentang pemberian pakan larva gurame yang benar dan efisien supaya jd referensi saya....
    TQ ya pa... ;-)

    BalasHapus
  4. @Abu Yusuf (20-04-2010)
    Tetes tebu (mollase) bisa diperoleh di poultry terdekat di tempat Anda. Biasanya dijual dalam takaran liter-an atau kilo-an dan sudah dalam kemasan jerigen, @2 kg, @5 kg atau @10 kg. Harga rata-rata di kota Yogya dan sekitarnya adalah berkisar Rp.7000 - Rp.8000 per kg. Terima kasih.

    BalasHapus
  5. @orang awam
    Insya Allah akan kami siapkan pada beberapa postingan mendatang. Terima kasih kembali.

    BalasHapus
  6. @Anonim. (19 April 2010)
    Probiotik jenis Lacto atau yang dominan mengandung bakteri jenis Lactobasillus. Ada beberapa merk probiotik terkenal yang banyak tersedia di poultry-poultry disekitar tempat Anda. Dosis pemakaiannya mengikuti ketentuan yang terdapat pada label (kemasan) dari masing-masing produk karena tingkat kepadatan bakteri boleh jadi tidak sama untuk setiap merk.

    BalasHapus
  7. saya sngat bruntung dapat info yang banyak dari blog ini, bagus banget gk kaya blog yang lain, semoga tetep sukses dan slalu jaya...
    amin...

    oh ya pak mursidi saya mau tanya jika larva ikan di kasih kutu air gemana ?? soalnya kalau cacing susah carinya, kalau kutu air saya bisa kulturnya sendiri...

    NB : apakah di blog ini ada mailinglistnya

    Abu yusuf...

    BalasHapus
  8. @Pak Abu Yusuf
    Pasokan cacing sutra yang kontinyu (kuantitas & kualitasnya) memang menjadi problem tersendiri bagi para pembudidaya ikan di beberapa daerah (terutama yang menekuni segmen pembibitan) termasuk di kota Yogyakarta dan sekitarnya. Selama ini ketersediaan cacing sutera ini memang sepenuhnya hanya mengandalkan hasil tangkapan langsung dari habitat aslinya yang dilakukan oleh rekan-rekan para pencari (tepatnya mungkin 'pemburu', ya?) cacing sutera. Beberapa rekan kami memang pernah juga mencoba membudidayakan cacing unik ini, namun hingga saat ini koq ya belum ada yang sukses (hasilnya masih jauh dari harapan). Mungkin ini bisa menjadi PR bagi para peneliti bidang peternakan dan perikanan di lembaga-lembaga riset pemerintah atau swasta maupun institusi pendidikan/ perguruan tinggi.

    Benar pak, kutu air sebagai pakan alami dapat diberikan saat larva ikan (misal, gurame) tidak lagi memiliki kantung telur (yolksack?) berwarna ke-kuning-kuningan yang menempel pada saat benih baru menetas (hingga 6-8 hari kemudian). Jenis kutu air yang sering digunakan adalah daphnia, artemia atau moina. Terus terang kami memang cukup jarang (hanya sesekali) menggunakan kutu-kutu air sebagai pakan alami larva (hanya di bulan-bulan tertentu) karena harganya yang memang tidak bisa dibilang murah. :). Kami turut gembira jika ternyata pak Abu sendiri telah dapat mengkultur (membiakan) sendiri kutu-kutu air ini. Jika berkenan mungkin informasinya bisa di-share di sini buat rekan-rekan lainnya, pak ? :)

    Sejak beberapa waktu lalu beberapa rekan di Yogya juga pernah mengusulkan dibentuknya milis khusus dengan topik tentang 'teknologi tepat guna yang ramah lingkungan pada media kolam terpal'. "Biar lebih 'gayeng' pak Mur", begitu kata mereka, [gayeng dlm bhs Jawa artinya; seru, ramai atau meriah]. Banyak juga yang menyarankan agar komunikasi antar sesama pemerhati dan pembudidaya ikan di blog ini bisa terjalin lebih intens melalui social networking yang populer saat ini seperti Facebook dan Tweeter. Bahkan ada juga yang minta agar lokasi kolam-kolam kami dapat ditampilkan lengkap dengan koordinat GPS nya karena beberapa tamu dari luar kota dan luar pulau Jawa yang datang berkunjung sempat kesulitan menemukan lokasi kolam-kolam kami yang 'tak sengaja' tersamarkan oleh areal perkebunan tebu dan persawahan sekitarnya (padahal di tepi jalan lho !). :)

    Terima kasih atas segala atensi, masukan, usul dan saran dari segenap pengunjung blog, pembaca setia dan pemerhati dunia budidaya perikanan serta rekan-rekan sesama pembudidaya ikan khususnya pada media kolam terpal. Terus terang kami tak menyangka demikian besar perhatian dan apresiasi yang diberikan oleh para pengunjung blog selama ini mengingat dari sisi tampilan blog ini di sana-sini masih banyak kekurangannya yang seyogyanya memang perlu segera dibenahi. He.. he... maklumlah kami bukan ahli nya pak, masih harus banyak belajar pada yang muda-muda, terutama para pelajar dan mahasiswa perikanan yang sempat melakukan riset dan penelitian di tempat kami. Karena mereka jugalah yang mendorong 'lahir' nya blog ini. Terima kasih untuk semuanya, mas-mas dan mbak-mbak sekalian. Semoga study nya lancar, cepet selesai & lulus dengan predikat terbaik. Amin. :)

    Salam kembali dari kami pada pak Abu Yusuf & rekan.

    BalasHapus
  9. he... he... supaya gk kepanjangan nulis tentang cara kultur kutu air nya
    mungkin untuk sedikit referensi rekan2 dapat mengunjungi di ....
    http://www.o-fish.com/PakanIkan/kultur_daphnia.php

    semoga bermanfaat bagi rekan2 semua...
    maaf jika salah... ^^v

    Abu yusuf...

    BalasHapus
  10. Salam kenal pak Mursidi,

    saya Nasirudin dari tangerang. mohon bantuannya saya pemula ternak lele sekitar jalan 3 bulan, awalnya saya beli bibit ukuran 3-5 cm 3000 ekor kolam ukuran 4X4 alhamdulillah sebentar lagi panen. sekarang saya sudah bisa memijahkan lele secara alami tanpa disuntik. anaknya banyak pertanyaan saya pakan yang bagus biar anak lele[larva lele] sehat dan cepet gede apa ya, trus kolamnya untuk bibit lele sekitar 20ribu ukuran kolam yg ideal berapa?, Terimakasih Pak atas jawabannya

    BalasHapus
  11. @Nasirudin di Tangerang
    Salam kenal kembali pak Nasirudin. Kami ucapkan selamat ya pak, kami turut gembira bapak telah berhasil memijahkan lele dengan hasil yang bagus. Langkah awal yang sangat bagus dan semangat bapak dalam mengembangkan usaha budidaya lele patut diacungi jempol. Kiranya hal ini dapat menjadi pemacu semangat tidak saja bagi kami sekelompok namun juga bagi rekan2 sekalian para pembudidaya & pemerhati dunia perikanan khususnya pada kolam terpal. :-)
    Baiklah, langsung saja kami coba menjawab pertanyaan pak Nasirudin :
    Gunakan pakan alami (tubifex atau lebih bagusnya artemia jika tersedia) selama lk 2 minggu setelah kantung kuning telur pada larva mengempis. Selama pemeliharaan larva hingga ukuran benih 2/2 atau 2/3 dilakukan pemeliharaan intensif selama lk 15 - 21 hari, meliputi; aerasi, pakan alami yang higienis dan berkualitas, pengaturan aliran air (sangat dianjurkan) dan pengendalian hama (penyakit dan pemangsa/ predator). Jika anda menggunakan media kolam terpal atau full permanen, saat pemeliharaan benih sampai ukuran tsb maka tingkat kepadatan optimal adalah pada kisaran 500-700 ekor/ m3 dan tinggi effektif genangan air dijaga 50 - 60an cm.
    Saat pendederan I hingga benih berukuran 3/5, tinggi genangan air dapat ditambah secara bertahap hingga 80 an cm dengan tetap mempertahankan tingkat kepadatan tersebut. Selalu memeriksa kondisi air dan kesehatan benih secara rutin, misal 2-3 hari sekali. Jika air mulai terlihat kotor segera lakukan pergantian air, secukupnya saja(jangan seluruhnya agar benih tidak menjadi stess).
    Mulai awal minggu ke 3, benih sudah mulai diberi pakan pellet halus (serbuk) secara bertahap. Pilihlah produk pakan pellet yang kandungan proteinnya tidak kurang dari 40%, diberikan sedikit demi sedikit hingga bibit merasa kenyang dengan maksud mengurangi akumulasi pembusukkan sisa2 pakan di dasar kolam yang dapat memicu tumbuhnya bakteri pathogen dan juga gas amonia yang bersifat racun bagi ikan. Paka diberikan 3-4 kali sehari, yakni pagi, siang, sore dan malam hari (jika memungkinkan).
    Jika akan menebar bibit 3/5 untuk dipelihara hingga ukuran 5/7 maka kepadatan tebarnya adalah berkisar antara 250 - 350an ekor/ m3. Untuk 20ribu ekor bibit, paling tidak luas kolamnya adalah 70an m2, kedalaman genangan air 80an cm atau jika memungkinkan luas kolam 100m2 dengan kedalaman genangan yang sama.
    Setelah mencapai ukuran 5/7, bibit lele ini harus segera dipencarkan ke beberapa kolam lain dengan tingkat kepadatan normal (100 - 125 ekor/ m3).
    Semoga berhasil ya pak Nasirudin. Terima kasih kembali.

    BalasHapus
  12. Alhamdulillah, Terimakasih atas jawaban yang sangat super, Informasi ini penting dan jarang saya dapatkan, sangat membantu semoga Allah membalas Bpk Mursidi dengan kebaikan yang banyak. Amin.! mau nanya lagi ni pak gpp kan sekalian share pengalaman. untuk kolam bibit saya pake terpal ukuran 120cm X 320 cm, bibit lele setelah umur 4 hari saya kasih kuning telur [dapat baca di intrnet] yang direbus ikan berebutan mau makan, saya kasih waktu malam [maklum pak saya karyawan kerja non shiff pulang jam 7 malam tiap hari] ngasih makannya cuman malam dan pagi, berarti ngasih makannya kurang pak ya, klo paginya itu kolam keruh dengan kotoran ikan yang mengambang diatas kolam dan ada juga yg masih nempel di ekornya belum lepas kotorannya panjang-panjang sampe ekor. terus setelah 4 hari saya hentikan pemberian makan pake kuning telur di ganti kutu air [Daphnia] saya enggak tau kutu air itu dimakan apa enggak, nah pas bener malemnya hujan gede setelah satu hari ikan makannya ga segemes pake telur dan dilihat banyak yang mati terus saya ganti lagi pake telur sama aja ga begitu doyan makan, malah nambah banyak yang mati, Wadduh nambah bingung harus bagaimana nih, oh iya ! bibit saya bagi di tiga kolam ukurannya sama dgn diatas.tapi sama-sama turun selera makannya, ikan pada ngumpul di pojok dan di pinggir kolam kyak takut lihat air ga mau berenang gitu pada gantung..oh ya artemia itu sejenis apaan ya,..sorry pak masih toto banget nih. dengan senang hati di tunggu pendapatnya ya pak,!!

    BalasHapus
  13. Salam Pak mursidi,
    Kemaren hari Selasa 8 juni 2010, saya coba mijahkan induk lele lagi[secara alami tanpa disuntik ]ini yang kedua kali, berhasil lagi pak, ikan bertelur banyak sudah menetas ini hari kedua setelah menetas belum saya kasih makan sih, nunggu kandungan kuning telurnya habis,sya akan coba ikutin saran bapak, baik pemberian pakannya, air dan aerasi. untuk waktu bibit pertama memang setelah saya ukur tinggi airnya nya sekitar 10-12 cm, sekarang saya akan coba 50-60cm, adapun hasilnya akan saya kasih kabar,...

    Ttg bibit yang pertama tetep masih ada yang mati tapi sekarang airnya sudah saya tambah jadi 60 cm awalnya cuman 10 cm,, humm,..trus saya kasih bawang putih airnya [ katanya bisa menghilangkan penyakit parasit/jamur pada ikan air tawar,,,baca dr internet] soalnya sya tkut ikan mati karena virus dan parasit dari kutu air [kutu air hasil nangkep di pinggir sawah samping comberan dekat rumah saya]kira2 kutu air bisa bawa penyakit ga pak?. ^_^/

    Ada juga temen yang nyaranin pake obat2-an seperti malachite green, cuman saya g th beli dimana dan ga ngerti menggunakannya hee,...ya udah coba cari pake yang alami ajalah murah meriah gampang nyarinya. adapun hasilnya belum ketauan sih,..setelah 2- 3 hari nanti saya kabarin lagi,....mohon sarannya pak. Terimakasih

    BalasHapus
  14. @Nasirudin di Tangerang (10 Juni 2010)
    -Umur ikan < 40an hari sebaiknya dipelihara pada kolam yang beratap sehingga terlindung dari hujan dan embun di malam hari namun masih memungkinkan masuknya sinar matahari. Anda dapat menggunakan plastik transparan, terpal atau fiber (jika tersedia). Jika menggunakan bahan terpal sebaiknya ada sebagian permukaan terpal yang dapat dibuka-tutup dengan mudah. Disaat saat cuaca cukup bagus (cerah), sebagian penutup atap (terpal) tersebut dibuka agar kolam memperoleh cahaya matahari yang cukup sehingga temperatur air kolam dapat dijaga pada kisaran 28-30an derajat Celcius. Dengan demikian lingkungan kolam tidak menjadi terlalu lembab. Setahu kami jamur (parasit) dan bakteri pathogen umumnya akan sulit tumbuh berkembang pada temperatur 28-30an derajat Celcius ini.
    -Informasi yg kami peroleh dari Balai maupun Dinas Perikanan, pemberian kuning telur rebus sebagai pakan benih memang tidak dianjurkan karena kandungan nutrisinya (terutama protein) cepat sekali rusak terutama di lingkungan air kolam. Hanya dalam hitungan jam, sisa2 pakan (kuning telur rebus) ini tidak saja mulai mengotori tapi juga mencemari air kolam. Sisa kuning telur yang cepat membusuk akan menjadi tempat yang disukai jamur dan bakteri pathogen untuk berkembang biak, air kolam pun menjadi mudah keruh dan menyebarkan bau yang menyengat. Kondisi air kolam yang demikian tentu tidak nyaman bagi benih lele bahkan tidak jarang ikan pun menjadi stress. Ciri2nya seperti yang telah Anda sebutkan, yakni : napsu makan turun atau bahkan tidak mau makan sama sekali dan lebih sering 'menggantung' untuk mengambil oksigen bebas langsung dari udara karena kadar oksigen terlarut air kolam berkurang atau menurun drastis. Ada baiknya kualitas air kolam diperiksa lebih seksama, setidaknya :
    -temperatur air kolam (saat siang dan malam hari), praktisnya bisa pake thermometer stick
    -pH (dengan kertas lakmus)
    Kedua alat tsb bisa dibeli di apotek atau toko2 perlengkapan aquarium atau bisa juga di toko peralatan medikal/ kedokteran terdekat dengan harga terjangkau. :-)

    Tentang artemia dan daphnia (termasuk cara mengkulturnya) bisa pak Nasirudin dapatkan di situs yang pak Abu Yusuf infokan di atas (http://www.o-fish.com). Terima kasih juga buat pak Abu Yusuf yang telah berkenan berbagi info buat rekan2 sekalian.

    BalasHapus
  15. @Nasirudin di Tangerang (11 Juni 2010)
    Kami belum pernah menggunakan bawang putih sebagai antibiotik, baik di tahap pembibitan maupun pembesaran. Semoga informasi yg pak Nasirudin peroleh dari i-net tsb memang terbukti cukup efektif menghambat pertumbuhan parasit (jamur) setidaknya menjadi alternatif bagi rekan2 yang ingin mencoba cara budidaya yg baik tanpa harus menggunakan obat2 antibiotik kimia.
    Untuk menghindari timbulnya penyakit (akibat jamur atau bakteri pathogen) lebih disarankan menciptakan lingkungan budidaya yang sehat dengan cara menjaga kualitas air kolam, meningkatkan daya tahan benih ikan melalui pola pemberian pakan yang tepat dan bila perlu tambahkan vitamin (C,B1 dan B2) serta aplikasi probiotik pada pakan (jenis lacto, memperlancar penyerapan makanan di saluran pencernaan ikan yang baru mulai tumbuh) dan pada air kolam (jenis nitro, menjaga keseimbangan populasi plankton dan menekan populasi bakteri pathogen yang merugikan).
    Kami tunggu kabar selanjutnya, semoga hasilnya memuaskan ya pak Nasirudin. Terima kasih sudah berkenan berbagi info di blog ini.

    BalasHapus
  16. Terimakasih atas saran dan masukannya,memang klo untuk pembesaran sy tidak begitu menemukan banyak masalah, tapi klo masalah bibit [larva ikan lele] saya baru mengalaminya dan ternyata bener2 harus intensif perawatannya, saya sangat gembira menemukan blog ini yang memberikan banyak informasi bermanfaat terutama utuk bpk mursidi yang Royal berbagi ilmu, saya salut dan acungi jempol.!!

    Informasi yang ingin saya berikan setelah saya mencoba sesuai saran bpk diatas :
    yang saya lakukan:
    1. air saya jaga dengan memberikan sirkulasi dan kedalamannya 60cm,
    2. saya menggunakan pakan alami untuk menjaga agar air tetap bersih disini saya menggunakan kutu air [daphnia] yang saya ambil di sawah atau selokan, kebetulan untuk kutu air sy tidak kesulitan sekali ambil banyak sisanya saya taruh di kolam khusus kutu air, dan memang benar bisa dikultur.
    3.atas kolam semula memang sudah saya berikan atap dari terpal namun belum maksimal masih bisa ditembus hujan, dan sudah saya perbaiki

    Hasilnya alhamdulillah ikan sudah mulai normal yang amti tinggal dikit, disetiap kolam saya kasih bawang putih sebagai jaga2 klo ada parasit menyerang, hummm..klo obat2 saya ga ngerti cara pemberiannya pak takut over dosis :), perasaan jadi seneng banget masalah bibit sudah teratasi,

    awalnya cuman peralihan hoby dari hoby mancing jadi miara ikan...hee,..semoga kedepannya bisa jadi usaha yang berarti. Sekali lagi untuk pak mursidi terimaksih banyak ya pak atas ilmunya serta Blognya semoga tambah maju & tetap exist serta tidak bosan memberikan info yang bermanfaat untuk kita warga Indonesia,...dan Untuk semuanya yang ada di IKT, Tetap semangat,
    Salam Sukses Selalu.

    BalasHapus
  17. Anton Jember16 Juli 2010 01.04

    Pak Mur yg terhormat,

    Saya sedang membuat kolam terpal ukuran 4x3x1m yg rencananya akan saya isi dengan 1500 bibit lele. Setelah saya googling ksana sini, dinyatakan sebelum tebar bibit hendaknya dilakukan perendaman dengan formalin 25mg slama 10-15mnt untuk menghindari penyakit yg dari terbawa dari kolam bibit lele berasal. Yang ingin saya tanyakan adalah " seberapa banyak saya memberi formalin tersebut dalam wadah bibit lele itu, apakah semua isi dari formalin atau ckup setengahnya saja ?" Trima kasih Pak Mur.

    Salam sukses selalu

    BalasHapus
  18. @Anton di Jember
    Mungkin yg dimaksud adalah 25 ppm (part per million) atau per sejuta bagian atau bisa juga dinyatakan sebagai 25 miligram/ liter. :-)

    BalasHapus
  19. Selamat pagi,
    Selama ini saya masih belum yakin dengan takaran pemberian pakan untuk lele.
    sebagaimana nafsu makan lele dibanding ikan lain adalah berbeda sekali.lele akan selalu memakan berapapun yang diberi( overfeed).
    1.Mana yang lebih bagus pakai cara % ( 2~5%) total berat ikan atau pakai feeling sampai ikan kelihatan cukup makan.
    2.Apakah benar kenyang belum tentu menghasilkan lele yang bagus artinya hasil yang kita peroleh justru merugi di pakan.
    3.Apakah mungkin fcr di bawah 1?
    4.Mana yang lebih baik pakan protein tinggi dengan protein sedang+probiotik pada lele.terutama dari segi keuntungan.
    terimakasih.
    salam

    BalasHapus
  20. Selamat sore,
    Sehubungan dengan pemberian pakan lele yang lebih dibandingkan gurami:
    1.apakah masih ada profit jika pakan lele full pellet kw 1(protein tinggi)2.mana yang lebih baik dari segi bisnis pemberian pakan dengan perkiraan biomassa 2~5% pakan yang kita berikan atau dengan feeling aja ( ikan kelihatan kenyang 3.apa fungsi tetes tebu dalam pakan & ditempat saya susah cari molase.
    terimakasih
    salam

    BalasHapus
  21. salam kenal pak
    saya mau tanya
    biarpun dibudidayakan di kolam terpal, larva gurameh saya masih sering terkena whitespot. bahkan beberapa kali terserang bakteri. Memang akibatnya bisa ditanggulangi sehingga tidak terlalu fatal. tapi, pengobatan dan
    apa pemberian probiotik bisa membantu mengurangi resiko serangan, dan kalau bisa, probiotik jenis apa yang digunakan..?

    BalasHapus
  22. smoga selalu sukses ya pak

    BalasHapus
  23. probiotik diberikan setiap kali pemberian pakan atau per minggu........??
    kalau saya ingin belajar langsung ke jogja dengan bapak bisa tidak pak......?

    BalasHapus
  24. @ Bobi, Bandung

    Salam hangat, Pak saya baru akan mengembangkan budidaya lele sangkuriang pada kolam terpal. sekedar info, sya memiliki 3 kolam terpal dengan ukuran yang berbeda2.
    kolam 1 ukurannya 2 x 3 M
    kolam 2 ukurannya 1,5 x 3,5 M
    kolam 3 ukurannya 1,5 x 4 M

    idealnya berapa bibit yang harus saya tebar pada kolam2 tersebut?
    Kemudian apa nama pakan yang harus saya berikan pada bibit ikan lele yang berukuran 2-3cm ini?

    BalasHapus
  25. assalamualaikum

    pak mohon diinformasikan tentang penyakit-penyakit yang sering timbul dalam budidaya lele dalam terpal beserta penanganannya. karena baru-baru ini lele saya banyak yang mati dengan tanda-tanda lele berputar-putar melayang terbalik dan kemudian mati. sebelumnya terima kasih.

    BalasHapus
  26. salam pak mursidi..

    saya raka dari tasikmalaya, langsung saja.. Saya ingin menanyakan alternatif pakan bibit ikan lele (larva) selain cacing sutra apa ya? di tempat saya sangat sulit mendapatkan cacing tsb dan saya rasa cacing tsb memang sudah seperti ASI nya bagi ikan lele di usia larva. Saya mohon saran dan penjelasannya dari bapak..

    Terimakasih..
    Wasalam..

    BalasHapus
  27. maaf pak
    saya mau bertanya klo misalnya memberikan pakan tambahan berupa ampas tahu & bungkil kedelai
    harus difermentasi dulu
    terimakasih

    BalasHapus
  28. Pak mohon info cara pembuatan kolam terpal untuk pemeliharaan lele, dan berapa idealnya jumlah bibit lele yang harus kita tanam jika ukuran kolam 3x6, dan berapa perkiraan taksiran pakan... terimakasih sebelumnya....

    BalasHapus

Mohon cantumkan nama anda, email bersifat optional (bisa disertakan/tidak) saat menuliskan pesan, kesan ataupun komentar. Terimakasih atas kunjungan anda ke blog kami :-)