Cari (Telusuri) di Blog Ini

Memuat...

Selasa, 13 April 2010

SIPHON DI KOLAM TERPAL


Salah satu aktifitas yang tak boleh ditinggalkan pada budidaya ikan di medium kolam terpal adalah pembersihan lumpur di dasar kolam. Di kalangan pembudidaya ikan proses ini dikenal dengan istilah pen-siphon-an. Lumpur berwarna coklat tua atau coklat kehitam-hitaman terbentuk dari akumulasi kotoran ikan (feces) dan sisa pellet yang tak termakan oleh ikan. Timbunan lumpur ini secara rutin memang harus dikeluarkan dari lingkungan air kolam karena merupakan sumber terbentuknya amonia sebagai hasil proses dekomposisi kotoran. Jika kotoran berbentuk lumpur pekat ini tidak segera dibersihkan maka kadar amonia dalam air kolam akan meningkat dan dapat mengancam kelangsungan hidup ikan-ikan yang dipelihara. Keterlambatan atau bahkan kealpaan melakukan pen-siphon-an dapat berakibat fatal karena kadar amonia yang cukup tinggi dalam lingkungan air kolam bisa menyebabkan kematian ikan secara masal. Inilah sebabnya mengapa pen-siphon-an pada budidaya ikan di media kolam-kolam terpal hendaknya dilakukan secara ...
rutin dan terjadwal.

Agar lebih praktis, pembersihan lumpur ini dapat dilakukan dengan cara penyedotan (menghisap) langsung dari dasar kolam. Prosesnya dapat dilakukan dengan menggunakan pompa (mesin/ listrik) atau gravitasi (tanpa pompa). Penggunaan pompa mesin memang dapat membantu mempercepat proses pen-siphon-an namun dibutuhkan biaya ekstra untuk operasionalnya, setidaknya untuk membeli bahan bakar dan sewa alat. Cara gravitasi lebih disukai oleh para pembudidaya ikan karena disamping cukup praktis dan sederhana tentu juga lebih murah. Namun demikian cara gravitasi ini hanya dapat dilakukan jika elevasi permukaan dasar kolam terpal tidak lebih rendah dari elevasi saluran limbah yang dibuat mengitari lokasi kolam-kolam budidaya menuju tempat pengendapan kotoran (penampung limbah).

Alat siphon sederhana dapat dibuat sendiri dari bahan pipa paralon (PVC) berdiameter  0.5", 1" atau 1.5" (inch). Pada bagian ujung pipa paralon ini terdapat lubang-lubang kecil berdiameter antara 0.5 sampai 1.0 cm yang berfungsi sebagai pipa penyaring (perforated pipe). Lubang-lubang kecil ini dapat dibuat seragam atau berselang-seling dan sedapat mungkin tersebar secara merata pada dinding pipa paralon. Bentuk alat siphon pun dapat dibuat beberapa macam disesuaikan dengan kebutuhan. Alat  siphon yang paling sering dijumpai adalah berbentuk 'I' dan 'T', dibuat dari bahan pipa paralon (PVC) berdiameter 1.5". Masing-masing tersambung dengan selang fleksibel dengan diameter yang sama (sesuai). Kedua bentuk ini cukup effektif untuk digunakan pada kolam-kolam pembesaran bibit ikan sedangkan bentuk 'L' dan 'I' dengan diameter pipa yang lebih kecil digunakan pada bak-bak penetasan dan pemeliharaan benih ikan.

Saat melakukan penyedotan lumpur, pipa siphon digerakkan secara perlahan dan hati-hati menyusuri permukaan dasar kolam. Hal ini dimaksudkan agar endapan lumpur tidak sampai teraduk-aduk (bahasa Jawa : 'mubal' ) hingga menyebar ke seluruh bagian kolam yang dapat menyebabkan ikan-ikan menjadi 'mabuk'. Oleh karena itu arah gerakan pipa siphon dan selang penghisap di dasar kolam dikendalikan dengan bantuan sebatang tongkat kayu atau sebilah bambu yang salah satu ujungnya telah dipasangi engsel atau pengapit yang dirancang agar mudah dipasang dan dilepas kembali sehingga tidak mengganggu saat pembersihan pipa siphon nantinya. Dengan bantuan tongkat pengendali ini proses pen-siphon-an dapat dilakukan secara merata hingga ke bagian sudut-sudut kolam yang biasanya sulit dijangkau.

Agar memudahkan pemantauan tingkat kepekatan lumpur maka ujung lain dari selang penghisap yang berada di sekitar saluran limbah sedapat mungkin diletakkan pada posisi tegak sehingga selalu mudah terlihat dari arah kolam dimana proses pen-siphon-an sedang dilakukan. Pada awal proses pen-siphon-an, lumpur yang keluar di ujung selang ini biasanya terlihat pekat, ini menandakan cukup tebalnya timbunan lumpur di dasar kolam. Terkadang lumpur ini sedemikian pekat sehingga dapat menyumbat aliran dalam selang pembilas dan menghambat proses pen-siphon-an. Untuk menghindari hal ini maka proses pen-siphon-an dilakukan secara bertahap, dimulai pada bagian tepi dasar kolam terlebih dahulu karena di bagian ini biasanya timbunan lumpur tidaklah setebal di bagian tengah kolam. Demikian seterusnya, pen-siphon-an dilakukan ke seluruh bagian dasar kolam hingga aliran air di ujung selang terlihat cukup jernih.

Untuk melokalisir timbunan lumpur maka dasar kolam terpal dapat dibuat sedikit landai dengan arah kemiringan menuju ke pusat cekungan (bagian dari dasar kolam yang dibuat sedikit lebih rendah) yang terdapat di bagian tengah atau di sekitar sudut kolam. Bentuk dasar kolam yang demikian biasanya diterapkan pada kolam-kolam yang berada pada deretan tengah atau terapit kolam-kolam lainnya.


Khusus pada kolam-kolam terpal yang terletak di bagian paling tepi (deretan terluar) maka kemiringan dasar kolam dapat dibuat mengarah ke salah satu sisi atau sudut terluar kolam sedemikian rupa sehingga proses pembersihan lumpur dapat langsung dilakukan melalui pipa siphon yang tertanam pada lubang saluran pembilas di bagian dinding kolam pada posisi sedikit di atas elevasi dasar kolam. Bagi sebagian rekan-rekan di IKT cara ini dipandang paling praktis karena proses pen-siphon-an dapat langsung dilakukan dari satu titik hanya dengan membuka sok penutup pipa pembilas di sisi luar tanggul kolam.



Dengan melakukan pen-siphon-an secara rutin dibarengi dengan pemeriksaan kualitas air kolam secara teratur serta pemberian pakan yang cukup maka insya Allah kondisi kesehatan dan laju pertumbuhan ikan akan terjaga pada tingkatan yang optimal.
*[Admin]

88 komentar:

  1. Tarima kasih.
    Tulisan ini sangat jelas dan menolong saya sebagai pemula hendak berbudidaya ikan.
    Bagaimana pensiponan di kolam tanah?
    Salam,
    Adipur

    BalasHapus
  2. Salam kenal Pak Adipur.
    Untuk kolam tradisional (tanah) memang tak dikenal istilah pen-siphon-an karena lumpur yang berasal dari kotoran ikan dan sisa2 pakan dibiarkan langsung mengendap di dasar kolam. Jika tidak dikelola dengan baik maka lama-kelamaan akumulasi endapan kotoran (bersifat racun) ini akan semakin tebal dan air kolam mudah sekali tercemar demikian pula tanah dan sumber2 air disekitarnya. Itulah sebabnya pada budidaya ikan di kolam tradisional diperlukan tahapan PENGAPURAN sebelum pengisian air kolam.
    Terima kasih kembali.

    BalasHapus
  3. permisi pak.. mau tanya klo cara nambal kolam terpal yg gampang gmn ya? soalnya kolam saya ada yg bocor kecil..
    mohon bantuanya ya pak

    BalasHapus
  4. @mas Uyab, atau mas Bayu nih..? (Arek Malang ta...?) :)

    Kerusakan terpal biasanya ada 2 macam, penanganannya pun sedikit berbeda. Kalau cuma bocor kecil atau bolong, bisa ditambal langsung pake potongan bahan terpal sejenis dengan menggunakan lem karet atau plastik, misalnya Aica Aibon, Castol atau yang setara. Sebelum diolesi lem, pastikan permukaan terpal disekitar lubang harus dalam keadaan kering dan benar-benar bersih, begitu pula dengan potongan terpal penambalnya. Lebih baik lagi jika penambalan dilakukan di kedua sisi (bagian luar dan bagaian dalam) terpal.
    Jika tingkat kerusakannya agak parah, misalnya terpal tersobek agak panjang maka sebaiknya Anda gunakan bahan penambal seng (talang) yang terdiri dari alumunium foil (warna: keperakan) dan latex (karet, warna: abu-abu tua atau hitam). Hanya saja cara merekatkannya dibantu dengan sedikit pemanasan (mirip cara menambal ban sepeda motor). Kedua cara penambalan ini tidak membutuhkan waktu lama, sekitar 10-30 menit, tergantung besar kecilnya lubang atau panjangnya sobekan pada terpal.

    O ya, kedua jenis bahan perekat ini biasanya banyak tersedia di toko2 bahan bangunan. Selamat mencoba dan semoga berhasil.

    BalasHapus
  5. Artama listiawan23 April 2010 14.35

    pak.. bagaimana cara mengusir predator di sekitar kolam terutama ular ...

    BalasHapus
  6. @Artama Listiawan.
    Berdasarkan pengalaman kami selama ini, untuk mencegah ular-ular masuk ke dalam lingkungan kolam ada 2 cara sederhana yang bisa dicoba yakni ;
    1. membentangkan 3 tali yang terbuat dari ijuk (ukuran tali kira-kira sebesar jari kelingking) secara sejajar (paralel) dengan jarak antar tali ijuk lk 4cm s.d 6 cm, menempel pada bagian puncak permukaan tanggul yang datar (pematang atau bhs jawanya : 'galengan') mengelilingi kolam. Ular biasanya akan kesulitan melewati bentangan tali yang diselimuti 'duri' ijuk ini.
    2. membuat pagar dari bahan strimin (kawat kecil) setinggi lk 30an cm di sekeliling puncak tanggul kolam. Agar lebih menghemat biaya bahan strimin bisa diganti dengan bahan lain yang lebih murah, misal ; lembaran jala atau jaring bekas pakai yang lubangnya berukuran kecil (cukup rapat) sehingga sulit dilewati ('ditembus') oleh ular kecil sekalipun.

    BalasHapus
  7. wahyudin.
    salam kenal pak, beruntung banget saya ketemu sama blog ini. informasinya sangat membantu kami2 yg mau belajar budidaya perikanan.smoga sukses selalu buat Pak Mursidi.....boleh dong saya main ke desa bapak buat nambah2 ilmu budidaya perikanan. terima kasih.

    BalasHapus
  8. @Wahyudin.
    Silakan jika ingin berkunjung ke lokasi kolam kami. Mohon dikonfirmasikan waktunya setidaknya dua-tiga hari sebelumnya.

    Terima kasih telah mengunjungi blog kami.
    *[admin]

    BalasHapus
  9. saya mau nanya,bagaimana bibit lele supya tidak mati pada waktu diletakkan d dlm terpal.coz sya melihara bibit 10 ribu mati semua. dari eko email eko.yulianto35@gamil.com atas bantuanya trimaksh.

    BalasHapus
  10. @Eko
    1. Pilihlah BIBIT yang BERKUALITAS
    2. Tahapan Pre-conditioning air kolam terpal SUDAH DILAKSANAKAN dengan BENAR sebelum bibit ditebarkan
    3. Hindari cara penebaran yang dapat menyebabkan BIBIT menjadi STRESS
    4. Pantaulah KUALITAS air budidaya, kondisi KESEHATAN dan laju PERTUMBUHAN bibit ikan secara RUTIN (BERKALA)
    5. Gunakan probiotik jenis nitro (dosis normal 10 ml/m3) seminggu sekali, dipercikkan merata di permukaan kolam untuk menjaga keseimbangan populasi bakteri organik yang men-supply kebutuhan unsur2 hara bagi plankton yang merupakan pakan alami ikan.
    6. Berilah pakan SECUKUPNYA dan TAK PERLU BERLEBIHAN karena sisa2 pakan hanya akan menjadi sampah yang menumpuk di dasar kolam dan memacu peningkatan konsentrasi AMONIA yang dapat meracuni ikan
    7. Jika turun hujan segeralah lakukan PENGGARAMAN (dosis 100gram/m2 permukaan air kolam dan tak perlu berlebihan) untuk mencegah tumbuhnya jamur dan bakteri pathogen yang merugikan
    8. GRADING (seleksi bibit) dan pen-SIPHON-an harus dilakukan tepat PADA WAKTUNYA sesuai JADWAL yang telah Anda susun dengan rapi. Mulailah HINDARI kebiasaan MENUNDA-NUNDA pekerjaan (misalnya: grading atau pen-sphon-an) walau cuma SEHARI.
    Penjelasan lebih lanjut dapat Anda simak jawaban2 kami terhadap pertanyaan sejenis pada bagian DISKUSI & TANYA JAWAB di sidebar setiap halaman blog ini
    Kami percaya Anda tetap BERSEMANGAT dan terus MENCOBA kembali hingga BERHASIL. Semoga SUKSES ya mas Eko. :)
    Terima kasih kembali.

    BalasHapus
  11. salam kenal nih pak, saya orang baru dalam budidaya gurame, langsung aja saya ingin kolam terpal saya jadi hijau atau adanya plangkon untuk makanan alami , saya udah coba pake urea tapi hampir seminggu tidak kunjung hijau itu kolam , terus saya percobaan di ember satu ember saya beri garam kemudian saya beri urea hampir satu minggu juga ga kunjung hijau . apa yang salah ya pak

    BalasHapus
  12. faiz.
    ass.wr.wb,slm kenal pak,saya mau nanya,gimana caranya menghilangkan bau di kolam lele(kolam terpal),apa bisa hilang baunya dgn di siphon?
    matur suwun pak,wass.wr.wb.

    BalasHapus
  13. @Faiz
    Bisa saja namun tidak selalu demikian (bukan berarti setiap muncul aroma tak sedap lalu kolam langsung di siphon kan?).
    Bau air kolam biasanya ditimbulkan karena proses penguraian senyawa organik oleh bakteri pathogen (dari sisa pakan, kotoran ikan atau ikan yang mati dan tenggelam di dasar kolam). Namun ada kalanya bisa juga berasal dari matinya mikro organisme lain (plankton) yang tersebar di dalam air kolam atau mungkin juga tanaman2 air di permukaan air kolam karena berbagai sebab. Artinya bakteri pathogen bisa menyebar ke seluruh bagian kolam (bukan hanya di bagian dasar saja). Akibatnya air kolam menjadi tidak sehat (salah satu cirinya adalah bau sperti telur busuk (anyir) yang menyengat).
    Untuk menekan populasi bakteri pathogen (yang merugikan) dan sekaligus juga untuk memulihkan dan menjaga kualitas air kolam maka gunakan probiotik (jenis nitro) yang dipercikkan secara merata pada permukaan kolam secara rutin seminggu sekali. Dosis normal lk 10 ml/m2 luas permukaan air kolam. Dalam tempo 2-3 hari setelah penggunaan probiotik ini biasanya bau air kolam akan menghilang. Silakan dicoba dan amati perkembangannya. Semoga berhasil !

    BalasHapus
  14. @Bayu (29 April 2010)
    Salam kenal pak Bayu.
    Memang sebaiknya penggaraman dan pemupukan jangan bersamaan waktunya karena pankton (yg menyebabkan air kolam berwarna kehijauan) tak bakal tumbuh subur. Setidaknya ada jeda waktu 3-7 hari, tergantung kualitas air baku yg Anda gunakan. Untuk memacu tumbuhnya plankton bisa gunakan katalis plankton. Silakan simak jawaban kami pada rekan Anda di sini

    BalasHapus
  15. saya arik dari tulungagung, kemarin kolam terpal gurame saya baru saya bersihkan kotoran/lumpurnya tetapi selang 1 minggu lebih ikan saya gak begitu nafsu makan beda dengan sebelum di bersihkan lumpurnya. kira-kira kenapa ya pak? mohon penjelasanya.
    terima kasih

    BalasHapus
  16. Tanya pak....biasanya terpal kuat berapa lama..??

    BalasHapus
  17. @arik fefriyono
    Hal yang sama pernah dulu juga dialami oleh rekan2 di IKT. Setelah diamati dengan seksama ternyata penyebabnya adalah proses pen-siphon-an yang kurang tepat dan kurang hati-hati sehingga ada sebagian gas amonia yang ikut menyebar bersama lumpur halus ke permukaan. Akibatnya ikan-ikan merasa tidak nyaman dengan gejala awalnya seperti yang telah Anda sebutkan (nafsu makan turun).
    Jika amonia yang tersebar secara tak sengaja jumlahnya cukup banyak maka tidak jarang ikan-ikan jadi pada 'mabok'. Untuk itu anda bisa coba cara kami berikut ini :
    1. lakukan penggaraman (dosis normal 1 ons/m2) segera setelah selesainya penambahan air segar pasca pen-siphon-an
    2. pemberian pakan pellet dihentikan untuk sementara waktu (lk selama 2-3 hari) dan diganti dengan pakan daun-daunan hijau (misal daun: sente/ talas, pepaya, ketela, ganjah gurami dsb). Setelah itu ikan dapat mulai diberi pellet lagi secara berangsur-angsur.
    Semoga informasi ini dapat membantu anda. Terima kasih kembali.

    BalasHapus
  18. @anonim (arik)
    Silakan Anda klik jawabannya di sini, atau
    di bagian ini
    dan di sebelah sini atau mungkin juga yang ini. :)

    BalasHapus
  19. trima kasih pak atas jwbnya,kalo boleh tau probiotik jenis nitro itu seperti apa,merk apa dan bisa dibeli dimana(nama tokonya?posisi saya dijogja jg pak)?matur suwun..

    BalasHapus
  20. @Anonim (7 Mei 2010 01:06)
    Yang dominan mengandung bakteri nitrosomonas dan nitrobacter atau di kalangan pembudidaya ikan lebih sering disingkat dengan sebutan probiotik nitro. Ada beberapa merk yang bisa Anda dapatkan di poultry2 seputaran kota Jogja antara lain 'SM' dari Boster atau yang setara. Mohon maaf karena kami tdk bisa menyebut merknya satu persatu disini :)
    Kalau boleh kami tahu, mas Ano tinggal di Jogja tepatnya di kawasan mana ya?

    BalasHapus
  21. maaf pak saya lupa menyebutkan nama,saya faiz,tinggal di gedong kuning jogja pak.kalo boleh tau dimana poultry yg dekat rmh saya yg menjual probiotik nitro tsb(skalian merknya)?
    kalo tdk bisa disebutkan disini,bisa lewat japri,inin email saya pak: faiz_balya@yahoo.com
    makasih pak atas perhatiannya.

    BalasHapus
  22. Saya Zahron Dari Bantul,

    Saya sangat tertarik dengan budi daya ikan dengan kolam terpal. Bolehkah saya mampir ke tempat pak mursidi untuk belajar langsung dengan pak mursidi.

    Salam

    BalasHapus
  23. @Faiz di Gedongkuning, Yogya
    Coba ke jalan Raya Wonosari mas.Info lainnya via sms aj.Terima kasih kembali.

    BalasHapus
  24. @Zahron di Bantul
    Monggo mas Zahron. Mohon waktunya dapat diinfokan terlebih dahulu kalau bisa beberapa hari sebelumnya.
    Terima kasih kembali. Wassalam.

    BalasHapus
  25. Maaf pak saya Eko mau tanya..... berapa perbandingan pakan untuk 100 benih lele dengan pelet.

    BalasHapus
  26. sblmnya trimaksh ats infrmsinya...
    saya egi di padang,mo nanya akhir2 ini knpa lele saya sering mti?apkh pengruh faktor cuaca yang kurang bersbt atau gmna?yang kedua pen shipon yang baik brpa kali seminggu ya??

    BalasHapus
  27. salam kenal pak....nama saya Totok tinggal di mojokerto. saya coba budidaya lele jenis phyton di kolam terpal ukuran 3*5M dengan tebar benih ukuran 5/7 5000 ekor apakah tidak terlalu padat? bagaimana cara mengatasinya? waktu tebar benih sampai umur 10 hari tidak ada yang mati tapi sekarang kok banyak yang mati( lk 5-10 ekor perhari)badan ikan tidak ada tanda2 penyakit tapi kalau habis saya beri pakan,lelenya pada menggantung ke atas,kenapa? apakah pakan yang saya beri terlalu banyak(lk 1 kg/pemberian)? terima kasih atas jawaban yang bapak berikan.

    BalasHapus
  28. @Egi di Padang
    -Lele sebenarnya ikan yang cukup tahan terhadap perubahan cuaca (asalkan tidak terlalu ekstrim) dan umumnya dapat dibudidayakan pada kisaran suhu 22-30 C. Kematian lele karena faktor cuaca tidak terjadi secara langsung tapi lebih sering disebabkan oleh penyakit. Temperatur air yang rendah dan kelembaban tinggi cenderung memudahkan tumbuhnya jamur dan bakteri pathogen serta kualitas lingkungan air kolam yang memburuk dan tak segera ter-antisipasi. Gejala awalnya adalah turunnya nafsu makan, lele menjadi lemah, daya tahan menurun dan pada fase selanjutnya mulai muncul bercak-bercak putih pada mulut (sungut) atau bercak merah di sekitar sirip punggung atau perut dan ekor. Ada baiknya Anda memeriksa kondisi kesehatan ikan lele secara berkala, misalnya dua minggu sekali atau setidaknya sebulan sekali.
    - Pada kondisi normal pen-siphon-an cukup dilakukan sebulan sekali.

    BalasHapus
  29. @Totok di Mojokerto, Jawa Timur.
    Salam kenal juga pak Totok. Mhon maafpertanyaan Anda baru terjawab sekarang :-.
    Kalau bisa diinfokan juga berapa kedalaman genangan air rata2 kolamnya?. Untuk luasan kolam < 15 m2 disarankan padat tebarnya berkisar antara 100-125 ekor/m3. Tingkat kepadatan sedang (150-175 ekor/m3) boleh diterapkan pada kolam yang lebih besar sedangkan kepadatan tinggi ( >300 ekor/m3) sebaiknya hanya untuk kolam yang luasnya tidak kurang dari 50 m2 (kedalaman air > 1 m) dengan menerapkan pola budidaya intensif. Jika kedalaman genangan air kolam Anda saat ini kami asumsikan sekitar 80an cm maka nilai padat tebar adalah 5000/(3*5*0,8) = 416 ekor/m3. Menurut kami tingkat kepadatan ini terlalu tinggi.
    Semakin tinggi tingkat kepadatan tebar maka resiko kematian bakal cenderung meningkat karena kualitas air kolam dapat berubah (menurun) dengan cepat. Jika air kolam tidak sehat ikan pun akan merasa tidak nyaman, salah satu cirinya adalah sering 'menggantung'. Bisa jadi karena kadar DO (oksigen terlarut) rendah dan terjadi gangguan pada sistem pernapasan (insang) akibat jamur atau parasit lainnya.Nah kalau sudah begini kondisinya maka lele nafsu makannya akan menurun. Mungkin saja secara sepintas saat ini belum terlihat tanda-tanda bibit lele terserang penyakit namun ada baiknya ikan-ikan lele tsb diperiksa lagi (lebih cermat). Amatilah dengan seksama terutama disekitar sirip dan insang karena seringkali serangan jamur dan bakteri dimulai pada bagian ini.
    Untuk menjaga kondisi kesehatan dan tingkat pertumbuhan yang optimal kami sarankan nilai padat tebar tidak lebih dari 125 ekor/m3. Jika memungkinkan 5000 ekor bibit lele tersebut segera dipencarkan (dijarangkan) dengan cara dipisahkan pada 2 atau 3 kolam sejenis. Silakan lihat jawaban kami tentang kualitas air kolam budidaya di bagian ini.
    Porsi 1 kg pakan untuk setiap kali pemberian memang terlalu berlebihan. Sebagai tambahan info, normalnya porsi pemberian pakan (pellet) per hari (pada segmen pembesaran) adalah berkisar antara 2,5% - 5% dari total berat biomass (bibit ikan lele) yang ditebar. Jika saat ini Anda memberi makan 3 kali sehari berarti jumlah pakan untuk 5000 ekor adalah 3 kg/ hari atau rata-rata 0,6 gram/ekor/hari. Berat bibit lele ukuran 5/7 (setelah dipelihara lk 10 hari) berkisar antara 4-5 gram/ekor dengan demikian nilai rasio (berat pakan/ berat ikan) per hari adalah 0,6 gr/ 5 gr sampai 0,6 gr/ 4gr atau jika dinyatakan dalam prosentase menjadi 12% sampai 15%. Ini berarti 3 - 5 kali lipat dari takaran normal (2,5% - 5%). Semoga jawaban ini dapat membantu Anda. Terima kasih kembali.

    BalasHapus
  30. terima kasih informasinya pak.....!

    BalasHapus
  31. maksih pak infonya
    saya mo nanya, saya punya lele dengan ukuran 10-15 cm. beberapa hari ini dia tidak mau makan pelet..tapi klo dikasih sama ikan rebus dia makan...kira2 gmana pak ya, biar dia mau makan pelet lagi???
    makasih pak sebelumnya

    klo bisa miling aja pak
    centengelitz6@gmail.com

    BalasHapus
  32. Dengan maksud untuk memudahkan pemanenan dan mengurangi ikan yang lari karena pematang yang dilubangi yuyu, kami mencoba membuat karamba jaring (4x2) yang di pasang dikolam tanah kedalaman lk 70cm. Bagian bawah jaring menempel/terbenam pada lumpur dasar kolam. Air kolam mengalir bersikulasi perlahan.
    Pada karamba ini saya tebarkan bibit lele berukuran lk 10 cm sebanyak 800 ekor.
    Setelah kurang lebih 2 minggu kedapatan banyak lele yang menggantung. Padahal pada kolam yang sama diluar jaring ikan2 lele nampak lincah dan sehat.
    Saat kami memeriksa ternyata pada dasar jaring banyak yang mati, dan warna lumpur hitam pekat. Sepertinya terjadi penumpukan kotoran dan sisa makanan sehingga menyebabkan kadar amonia meningkat (maaf kalau saya salah).
    Mohon petunjuk bagaimana mengatasi kondisi ini pak agar kami tetap dapat menggunakan karamba jaring dan ikan sehat sampai panen.
    Matur nuwun.

    Djarot-Ungaran

    BalasHapus
  33. @Djarot di Ungaran
    Apa kabar mas? Masih sering hujankah di Ungaran? Maaf nih pertanyaannya baru terjawab sekarang. :-)
    Dugaan mas Djarot perihal banyak lele yg mati atau menggantung saat ini karena konsentrasi amonia yg meningkat di dasar keramba ada benarnya. Usahakan ada jarak antara dasar keramba ke daar kolam, setidaknya 10 - 15 cm (lebih ideal 20an cm) u/ menghindari terjadinya akumulasi kotoran di satu tempat saja. Kalau di-hitung2 maka saat ini nilai kepadatan lele dlm keramba di kolam mas Djarot adalah 800/(4x2x0,7) = 143 ekor/m3. Kepadatan ikan dalam keramba sebaiknya dibatasi < 100 ekor/m3 atau dalam hal ini sekitar 400 - 480an ekor untuk kedalaman effektif keramba 50 - 60 cm.
    Walau agak kurang lazim u/ kolam tradisional (tanah), cobalah lumpur hitam di sekitar dasar keramba disedot (perlahan dan hati2), lakukan pergantian air kolam sebanyak lk 1/3 vol maksimum dan berikan probiotik jenis nitro ('SM' produk Boster atau yg setara) seminggu sekali, dosisnya 10ml /m3, percikkan secara merata di permukaan kolam. Semoga jawaban kami dpt membantu.
    Matur nuwun sami mas Djarot.
    Catatan : selama ini kami hanya menggunakan keramba jaring apung (KJA) di kolam terpal khusus u/ segmen pembenihan (bibit) ikan gurame saja.

    BalasHapus
  34. @centengelitz
    Coba lele anda di 'puasa' kan dahulu selama 1 x 24 jam, tidak diberi pakan pellet atau apapun. Pada hari kedua ganti 50% air kolam dengan air baru (segar saat pagi hari) dan penggaraman dosis normal 100gr/m3 (dilarutkan dulu dalam air kemudian dipercikkan merata ke permukaan kolam), sore harinya mulai diberi pellet (kandungan protein sedang 25% - 27% (sebanyak 1/2 takaran normal) dicampuri probiotik jenis lacto (EM4 atau yg setara, dosis 1cc per kg pakan) dan mollase secukupnya. Pakan pellet diberikan sedikit demi sedikit dahulu dan amati apakah lele sdh mau makan pellet yg diberikan. Takaran pemberian pellet tidak perlu buru2 ditambah walau lele sdh terlihat cukup lahap. Hari ketiga diberi pellet dng takaran yang sama, cukup 2 kali yakni pagi dan sore. Hari keempat atau kelima barulah pellet (protein 25an% tsb) diberikan dlm takaran normal. Sebaiknya peralihan ke pellet dng kandungan protein >30an % juga dilakukan secara bertahap.

    BalasHapus
  35. Ipang,bugel wates

    Salam kenal sebelumnya pak mursidi!!begini pak saya ingin memelihara ikan gurami terpal,saya punya kebun kosong ,rencanya nya disitu mo buat kolam pake terpal.tapi pengairannya susah mungkin sedot dari air sumur,mohon saranya pak ???untuk ukuran kolam,dalam,dan berapa banyak isi ikan!!makasih sebelumnya.

    BalasHapus
  36. @Ipang di Bugel-KP
    - Sebaiknya telah dipastikan bahwa air bawah tanah (baik dari sumur tradisional atau sumur bor) di lokasi panjenengan tersedia dalam jumlah yg mencukupi sepanjang tahun. Hal ini perlu diperhatikan sejak awal karena kebutuhan air budidaya tidak hanya dihitung dari kapasitas maksimum seluruh kolam saja tetapi juga untuk keperluan sirkulasi (pergantian sebagian air kolam dengan air baru) dan penambahan air pasca pen-siphon-an yang dilakukan secara rutin (terjadwal). Selain itu di saat musim kemarau air kolam pun perlu ditambah (sekitar 10 - 15cm/ bulan) karena penguapan.
    - Sangat disarankan u/ mencermati kualitas air sebelum digunakan sebagai air baku yang memenuhi syarat budidaya perikanan
    - Pada pemeliharaan larva - hingga benih (ukuran 'kuku', 1-2 cm), paling tidak ukuran kolamnya adalah 2mx2m atau 2mx3m (diberi pelindung dari hujan dan juga kemungkinan hama predator/ pemangsa)
    - Pada tahap pendederan I (benih ukuran 'kuku' sampai 'silet') setidaknya kolam berukuran 3mx3m atau 4mx4m, disarankan 4mx6m atau 4mx8m jika lahannya masih memungkinkan
    - Usahakan kedalaman total kolam terpal tidak kurang dari 1 meter
    - Pembuatan kolam bisa dilakukan dengan cara '1/2 galian' (kedalaman galian 50an cm dan timbunan tanah untuk tanggul [diatas elevasi tanah asli] setinggi 50an cm juga). Dengan demikian seluruh tanah galian dapat dimanfaatkan sebagai tanggul dan kedalaman effektif yang tersedia untuk tinggi genangan air kolam dapat diatur sesuai dengan kebutuhan.
    - Saat pemeliharaan benih (pendederan I), ketinggian genangan air selalu dijaga pada kisaran 30an cm, saat pendederan II kedalaman air mulai ditambah secara bertahap sesuaikan laju pertumbuhan bibit ikan dengan menjaga tingkat kepadatan tidak melampaui batas maksimum yang disarankan
    - Pada tahap pendederan III (benih ukuran 'silet' hingga 3-4 jari) dan tahap berikutnya (sampai ukuran konsumsi), kedalaman air kolam selalu dijaga tidak kurang dari 80 cm

    Untuk mendapatkan hasil yang optimal, jumlah bibit ikan yang akan ditebar sebaiknya tidak melampaui tingkat kepadatan maksimal.
    - Tahap pendederan I, padat tebar bibit gurame lk 2500an ekor/ m3
    - Tahap pendederan II, padat tebar bibit gurame lk 150an ekor/ m3
    - Tahap pendederan III, padat tebar bibit gurame lk 60-70 ekor/ m3
    - Tahap pembesaran (sampai ukuran konsumsi), padat tebar ideal bibit gurame adalah 10-12 ekor/ m3, maksimum 14 ekor/ m3
    Di atas nilai tersebut, kualitas air kolam bakal sulit dikontrol dan bibit ikan menjadi rentan terhadap serangan penyakit.
    Selamat mencoba, semoga lancar pembuatan kolamnya. Terima kasih kembali.

    BalasHapus
  37. mo nanya nih pak.....kami pemula..ingin belajar memelihara ikan lele di kolam terpal..pertanyaannya persiapan apa saja yg diperlukan sebelum pemberian bibit di kolam terpal..terima kasih jawabannya..

    BalasHapus
  38. @Galihh di kota Solo
    Beberapa pertanyaan2 senada dengan pertanyaan Anda sebenarnya sdh pernah dijawab di blog ini. Cobalah sesekali masuk ke Forum Diskusi & Tanya Jawab yg link-nya tertera di 'sidebar' atau kolom sisi kanan dari setiap halaman blog ini. Untuk pembuatan kolam terpal bisa dilihat di bagian ini dan untuk persiapan tebar benih lele juga ada di sebelah sini. :-)
    Semoga jawaban2 u/ rekan2 tsb dapat membantu Anda dan rekan di Bantul. Terima kasih atas kunjungan dan atensi yang diberikan pada blog kami.

    BalasHapus
  39. saya AKBP Drs. SUGENG HS , saya polisi aceh mau berwiraswasta agar tidak dibilang pungli terus sama masyarakat. saya mau buat kolam terpal ukuran 3 x 4 meter tinggi 1 meter. apa perlu di dasarnya dikasih tanah dan pupuk dulu? berapa bibit ikan lele yang harus saya tebarkan.TRUS CARA beternaknya bagaimana? mohon informasi.

    BalasHapus
  40. Lam kenal pak.
    Sy bru bljr budidaya lele di kolam terpal, baru brjalan 10 hr, tpi tiap hr rata2 mati sekitar 6-10. knp ya pak. Uk kolam nya 2x3 m dengan isi 1000 bibit lele.
    Mksih sblmnya.

    Popo Yusri
    Pekanbaru-Riau
    Benzo_kabeto@yahoo.com

    BalasHapus
  41. @AKBP Drs. Sugeng Hadi Sutrisno di Aceh
    Terima kasih atas perhatian Anda pada blog kami. Berikut penjelasan atas pertanyaan diatas sekaligus melengkapi informasi yg telah tersampaikan (via telp) siang tadi. :-)
    - U/ budidaya ikan di medium kolam terpal (khususnya ikan lele, nila & gurame) memang tanah tidak perlu lagi dimasukkan ke dalam kolam. Salah satu fungsi penggunaan bahan terpal dalam hal ini adalah justru u/ menghindari kontak langsung antara air kolam budidaya dan tanah. Tujuannya agar potensi pencemaran thd lingkungan tanah sekitarnya (yg bersumber dari kegiatan budidaya perikanan intensif) seperti pada kolam2 dan tambak2 tradisional yg selama ini telah ditengarai menyisakan residu kimia & sampah organik (akibat pengelolaan yg kurang tepat) dapat dihindari.
    Secara rutin (berkala) tumpukan sampah organik (limbah) berbentuk lumpur coklat kehitam-hitaman di dasar kolam terpal memang harus dikeluarkan dengan cara disedot langsung atau yg dikenal dng istilah pen-siphon-an. Limbah ini kemudian di alirkan menuju kolam pengendapan (penampung limbah) u/ kemudian di 'treatment' sebelum dibuang/ disalurkan ke badan2 air permukaan seperti sungai, telaga, danau dsb. Tidak seluruh air limbah harus dibuang, sebagian masih dapat dimanfaatkan kembali sebagai air siraman u/ menyuburkan tanaman2 pelindung di sekitar kolam dan juga tanaman2 lain yg ada di kebun atau bahkan juga di areal persawahan di sekitar kolam2 budidaya.
    Sebaliknya penggunaan terpal juga dimaksudkan u/ melindungi air kolam budidaya dan bibit ikan (yg dipelihara secara intensif) dari kemungkinan adanya polusi yang justru berasal dari lingkungan tanah sekitar yg memang telah tercemar.
    - Pemupukan tetap diperlukan u/ menumbuhkan pakan alami bagi bibit ikan (seperti: plankton, jentik2, kutu2 air, dsb). Anda dpt menggunakan produk2 pupuk organik siap pakai (berbentuk serbuk atau cair) yg banyak tersedia di poultry-poultry yaitu toko2 perlengkapan budidaya perikanan, peternakan & pertanian terdekat atau bisa juga dengan menggunakan pukan (pupuk kandang).
    - U/ kolam berukuran 3m x 4m, kedalaman kolam lk 1m (kedalaman air lk 80-90an cm), tingkat padat tebar normal 125 ekor/m3 maka jumlah bibit lele yg dapat ditebar adalah sekitar 1200 - 1350 ekor.
    - Berbagai informasi ttg budidaya lele antara lain; kualitas air baku, pre-conditioning air kolam, pemilihan bibit (yg berkualitas), cara penebaran bibit, pola pemberian pakan yg teratur dan upaya menjaga kualitas air kolam serta penanganan thd serangan penyakit, dsb telah cukup sering dibahas pada kolom2 komentar dari postingan2 di blog ini. Uraian lebih lanjut dapat juga dilihat di bagian Forum Diskusi & Tanya Jawab yang terdapat pada kolom sebelah kanan (sidebar) setiap halaman postingan blog ini.
    Selamat mencoba & semoga berhasil.

    BalasHapus
  42. @Popo Yusri di Pekanbaru-Riau
    Bisa jadi karena terlalu padat shg kualitas air kolam terus menurun (memburuk) & sulit dikontrol. Akibatnya bibit lele jadi mudah stress dan rawan terserang penyakit.
    Sebaiknya u/ luasan kolam < 15m2, tingkat padat tebar bibit lele (ukuran 4/6, 5/7 dst) dibatasi, tidak lebih dari 100 ekor/m3. Jika kedalaman effektif genangan air kolam Anda saat ini kami asumsikan 70cm maka nilai padat tebar yg ada saat ini adalah 1000/(2x3x0.7) = 238 ekor/m3 yg berarti lebih dari 2 kali lipat nilai kepadatan maksimum yg dianjurkan.

    BalasHapus
  43. Iya Pak trm ksh banyak atas jwbannya, mw nnya lgi ni Pak, Idealnya ukuran kolam dan isi bibit nya hitung-hitunganya gmn ya Pak.? Trim lagi b4

    Popo Yusri
    Pekanbaru-Riau
    Benzo_kabeto@yahoo.com

    BalasHapus
  44. @Popo Yusri di Pekanbaru-Riau
    Sampai sekarang memang tidak (belum) ada ketentuan tentang bentuk & ukuran kolam terpal yg bisa disebut ideal. Pemilihan bentuk dan ukuran kolam terpal umumnya lebih didasarkan pd luas lahan yg tersedia dan sumber air baku yg akan digunakan. Bentuk kolam terpal yg lazim dibuat adalah bujursangkar atau persegi panjang namun jika memang dirasa perlu kolam terpal pun dapat dibentuk menyerupai letter 'L' atau mungkin juga letter 'U' untuk memaksimalkan potensi ruang/ lahan yg tersedia. U/ kegiatan budidaya yg bersifat intensif dengan skala usaha yang lebih besar lebih disarankan bentuk dan ukuran kolam2 terpal dibuat seragam. Hal ini akan memudahkan dalam manajemen usaha termasuk perawatan/ penggantian bahan terpal dan fasilitas penunjang lainnya.
    U/ menentukan brp jumlah tebaran bibit yg sesuai maka selain luasan kolam maka anda harus juga memperhatikan kedalaman genangan air kolam dan bukan kedalaman kolam. Tingkat kepadatan ikan dalam kolam lebih tepat jika dihitung dari jumlah ikan per satuan volume air kolam (ekor/ m3) daripada jumlah ikan per satuan luas kolam (ekor/ m2).
    Misal kolam terpal ukuran 4m x 6m dng kedalaman kolam rata-rata 1 m dan kedalaman (effektif) genangan air adalah 80cm dengan tingkat padat tebar normal 125 ekor/m3 maka jumlah bibit yg bisa ditebar adalah 4m x 6m x 0,8m x (125 ekor/m3)=2400 ekor dan bukan 4m x 6m x 1m x (125 ekor/m3)=3000 ekor.

    BalasHapus
  45. achmad suroyono11 Juli 2010 09.05

    asslamualaikum.....
    saya achmad pak....
    saya ingin terkesan dengan blog bapak ini, karena saya lebih berani membuka peternakan lele ini pak.
    saya mohon pak saya masih kurang paham dengan teori pembuatan siphon pak, kalau bapak tidak keberatan bapa bisa tampilkan lewat video tidak pak... soalnya kalau juga ada videonya blog ini akan sangat bermanfaat sekali dan lebih mudah dipahami....

    BalasHapus
  46. @Achmad Suroyono
    Maaf pak Acmad, jawaban pertanyaan nya kami tautkan di sini. Terima kasih.

    BalasHapus
  47. As kum Pak ni saya mw nnya lgi

    Kbtulan dtmp sy ada bnyk ampas tebu yg sdh diperas, boleh tidak klw lele diksh mkn ampas tebu tsb.? o ya pak apa jenis/nama kapur yg di tburkan dikolam terpal pasca panen... Trm ksh bnyak sebelumnya Pak..

    Popo Yusri
    Benzo_kabeto@yahoo.com
    Pekanbaru -Riau

    BalasHapus
  48. ass wr wb..
    salam knal pak, saya joe dari surabaya..

    saya mau tanya, mengapa sebagian daging ikan gurame ada yang beraroma tanah jk di makan......

    apakah ada yang salah dg cara pemeliharaannya...

    mohon penjelasannya..

    BalasHapus
  49. Anton Jember21 Juli 2010 01.24

    Permisi Pak Mursidi,

    Untuk melakukan shipon dengan mesin, biasanya menggunakan mesin seperti apa?Harga kisaran brapa?
    Terima kasih

    Sukses selalu

    BalasHapus
  50. @Joe di Surabaya
    Aroma tanah/ lumpur lazim ditemui pada ikan gurame yang berasal dari kolam tradisional (tanah). Silakan bandingkan perbedaannya dengan ikan gurame yang berasal dari budidaya di kolam terpal. :-)

    BalasHapus
  51. @Anton di Jember
    U/ kolam berukuran besar lebih effektif menggunakan mesin pompa air berkekuatan 3-4,5 PK.
    Harga sangat bervariasi (tergantung merk), lk berkisar antara Rp1,5 - 4jt per unit.

    BalasHapus
  52. @Popo Yusri di Pekanbaru, Riau.
    Bukan ampas tebu tetapi tetes tebu-nya atau sering juga disebut molase yang berfungsi sebagai katalis saat pencampuran pellet dengan probiotik jenis lacto.
    Agak berbeda dengan kolam2 tradisional, pada kolam terpal umumnya memang tidak perlu pengapuran. Pada kondisi normal terpal cukup dibersihkan biasa mengunakan sikat yang tidak terlalu keras (sejenis sikat u/ mencuci pakaian) lalu dijemur di terik matahari (saat kemarau). Bisa juga dengan larutan disinfektan jika sinar matahari tak cukup terik (saat musim penghujan) atau jika pada siklus budidaya sebelumnya lele pernah terserang penyakit.

    BalasHapus
  53. ass.wr.wb..
    saya irza dari medan..
    makasi y pak atas jawaban yg aritu..
    budidaya lele saya uda brjalan 21 hari dgn tbar 4000 ekor dgn kematian >150 ekor dsebabkan ikan pada gantung tp saya sudah beri obat allhamdulillah sudah tidak ada msalah lg.skrang yg jd masalah airny sampai sekarang coklat truz pak dan untuk daerah medan poltry budidaya ikan sangat minim,sampai skrang saya belum bisa menemukan katalis plankton,probiotik nitro dll yg mendukung budidaya ikan.hikz
    mohon solusinya lg y pak..

    BalasHapus
  54. @Theza (irza) di Medan
    Wa 'alaikumsalam wr wb.
    - Salah satu produk katalis plankton (bentuk serbuk) bisa diperoleh lewat agennya. Setahu kami untuk kota Medan ada di Graha Kala Jl. Kirana Raya 24, Medan Plaza 20112 atau di Jl. Brigjend Katamso 213/47B Medan 20159.
    - Jika produk probiotik nitro siap pakai di kota Anda masih sulit didapat maka alternatifnya adalah dengan membiakkan atau meng-kultur sendiri, hanya saja tetap diperlukan starter bakteri nitro. Kami juga kurang tahu pasti apakah starter bakteri ini bisa diperoleh di kota Anda.
    Informasi ttg agen/ distributor produk probotik dsb bisa diperoleh melalui website resmi produk probiotik ybs. Salah satunya adalah indosco.com, dari Boster.
    Semoga jawaban ini dapat membantu Anda.

    BalasHapus
  55. wah.. dengan adany blog ini saya sangat trbantu skali.. thankz y pak..
    always successful for IKT..

    BalasHapus
  56. makasih banyak atas tips nya pak

    BalasHapus
  57. @Jabon
    Terima kasih mas J.Agus, telah sempatkan menengok blog kami.
    Informasi dari yg tersaji di Kompasiana sangat menarik dan informatif dan menambah wawasan kami ttg dunia Agriculture. Semoga agriculture & aquaculture Indonesia semakin maju & berkembang dimasa mendatang. Sukses pula buat Anda & rekan2.

    BalasHapus
  58. salam kenal pak mursidi,saya bambang dari brebes ingin menanyakan
    1. tepatnya porsi pakan ikan lele uk 6/8 sampai panen,kurang lebihnya per pemberian x 3x sehari itu berapa gram per ekor?,soalnya saya bingung kalo pake 2,5% s/d 5% ukuran pastinya berapa.
    2. apakah jika system sirkulasi air (Recirculation Aquaculture System) diterapkan di kolam terpal bisa menambah jumlah quantity ikan yg dipelihara seperti yg pernah saya lihat dengan kolam bulat dengan diameter 3m tinggi 1m,kolam mampu menampung ikan 10.000ekor dengan hasil yg bermutu dan bobot ikan yg baik,hanya saja itu di negara tetangga malaysia jadi proses tukar pendapat agak kesulitan.
    terima kasih dan ditunggu jawabannya pak.

    BalasHapus
  59. Assalamu alaikum wr wb.
    sy Agus di sidrap sulsel sekarng ini sementara mencoba pelihara ikan nila dan patin di kolam terpal yang berbeda (monokultur). ukuran kolam 5x8 meter(terpal 7x10 mtr, kedalaman air kira2 70 cm. padat penebaran 1000 ekor. setalah 2 bln lebih air kolam pada kolam ikan nila berwarna kehijauan, pertumbuhan ikan agak lambat. pakan yang sy pakai adalah pakan jadi(pabrik). air kolam sy ganti setiap bulan. mohon petunjuk supaya ikannya cepat tumbuh dan air kolamnnya tidak kehijauan.terimaksih.

    BalasHapus
  60. salam kenal dan salam sukses ya pak..
    saya Eko dari Bekasi...
    kapan ya Bapak menerbitkan kitab Sakti: Panduan Cara Budidaya Ikan secara mendetail... pasti banyak yang nunggu lho pak... hehehe...
    sekalian mau nanya pak, bagaimana ya Pak... persiapan mendetail air kolam sebelum penebaran bibit pembesaran ikan gurame dan lele..
    bagaimana caranya agar air bekas siphon bisa di pakai lagi (daur ulang) agar tidak mencemari lingkungan(NB:saya tinggal di perumahan,ingin budidaya ikan di halaman rumah)
    mohon pencerahannya pak.. terimakasih

    BalasHapus
  61. pak tolong di kasih pen detailan seputar caranya y..terima kasih. jadi dari kita Nol sampe kita panen nanti

    BalasHapus
  62. Rohadi
    kenebae@rocketmail.com

    lam kenal & lam bahagia pak
    kolamku kemasukan ular (jawa:kadhut) itu sangant menghawatirkan saya.... bagaimana cara mengusir ular tersebut dari dasar kolam...apa dengan obat..? atao yang lain... mohon petunjuknya pak.... terima kasih...

    BalasHapus
  63. Salam Hangat dari Dili,

    Saya warga Indonesia yang tinggal di Timor Leste. Saya ingin mengembangkan budi daya ikan gurami dan lele di sini. Apakah memungkinkan untuk kerjasama...? Karena saya awam tentang budidaya ikan, tapi peluang di sini besar sekali. Sangat saya harapkan jawabannya via email ke : dianpambudi@yahoo.co.id

    Terima kasih, Pak Mursidi.

    BalasHapus
  64. AJI

    blog bapak sangat bagus banget,,,,

    pak ada yang ingin saya tanyakan,, apakah IKT ini selain menerima pemesanan juga melayani penampungan/penjualan ikan hasil budidaya kamo.? (mksdnya sistem kemitraan gitu)
    makasih banget pak

    BalasHapus
  65. assalamualaikum
    saya cukup terkesan dengan blog IKT, sangat informatif. saya mhsiswa dan ingin sekali mencoba wirausaha budidaya lele. krn saya masih (sangat) awam pada bidang ini, saya ingin tahu masalah keuangan berkaitan dengan usaha ini..trutama modal awal dan kalkulasi untung/rugi (secara garis besar). selain itu saya mohon saran dari bapak berkaitan dengan masalah ini
    terimaksih wassalamualaikum
    billy, jakarta

    BalasHapus
  66. salam sejahtera buat bapak...
    saya ade dr jogja, saya ingin usaha pembibitan ikan gurameh, rencana nya saya mau buat kolam terpal tp tidak dengan mengeduk tanah,karena saya ingin memnafaatkan halaman belakang rumah, nah bagaimana cara nya ya pak agar tidak mengeduk tanah...terima kasih atas perhatiannya.

    salam,


    ade-jogja

    BalasHapus
  67. permisi pak, saya ingin tanya tentang alat siphon spt yg bapak buat. ada beberapa hal yg kurang jelas, selain itu gambar alat yg bapak tunjukkan sangat kecil sehingga kurang membantu penalaran saya.

    pertanyaan saya,
    1. apakah lubang2 kecil yg dibuat pada ujung pipa siphon (yg mengarah ke air) terdapat pada sisi2 pipa?
    2. pada bagian ujung pipa ini apakah dipasang penutup?
    3. kemanakah penampungan kotoran yg disiphon ini, apakah pada pipa tersebut juga?

    apabila bapak punya gambar alat siphon yg lebih besar, mohon untuk ditampilkan agar dapat saya mengerti.

    terima kasih.

    BalasHapus
  68. salam kolam terpal pak...
    saya ada beberapa pertanyaan mengenai kolam lele yang saya punya...
    1. bagaimana cara mencegah penyakit bintik-bintik putih [mirip panu] pada ikan dan begaimana mencegahnya pak???
    2. saya pernah mendengar istilah budidaya lele probiotik, itu maksudnya bagaimana pak??
    sebelumnya terima kasih.....
    hola di sidoarjo...

    BalasHapus
  69. mantaf kapan2 saya mampir ke kolam terpal bpk donk

    BalasHapus
  70. ass wr wb,pak mursidi ini, saya tonny dr sidoarjo, kalau untuk budidaya patin, apa sama dengan lele klo beda, ap yang beda pak mursidi??

    BalasHapus
  71. Salam kenal, pak...
    Nama saya Hendaru, kolam terpal lele sangkuriang saya ada 2 buah @2x5, masing2 kolam 1000 ekor benih.
    Beberapa hari ini, ikan di salah satu kolam tsb sepertinya terkena penyakit, cirinya ikan berenang melintir seperti baling2, sedangkan dikolam yang lainnya tidak.
    Mohon nasehatnya pak, apa yang menimpa ikan ikan saya dan apa yang sebaiknya saya lakukan?
    Terima kasih sekali lagi, pak untuk nasehatnya.

    BalasHapus
  72. salam knal pak, saya ali di jepara.
    saya baru di dunia peternakn lele khususnya kolam terpal. kolam saya 3*4*0,5 sudah smggu sya tbur bi2t lele ukrn 57, 1800 ekor awalny lele sehat tpi kyaknya stelah saya ksih pgaraman tiap hbis ujan dn pnmbahan (maaf; red buldog) lele malah pada mgantung,perutnya mbesar akhrnya mati -+ 50an ekor dlm 2 hari, mhon solusinya agar lele sehat kembali.. solusinya bisa k email, bends82@gmail.com
    matursuwun.
    suks slalu.

    BalasHapus
  73. perkenalkan saya edi... saya belum berpengalaman beternak ikan lele sebelumnya. tapi sangat tertarik untuk memulai usaha ini.
    istilah 4/6. 5/7 itu maksudnya apa ya pak??

    terima kasih

    BalasHapus
  74. Terima kasih atas infonya, salut pada bapak yang bersedia berbagi ilmu :)

    BalasHapus
  75. Assalamu'alaikum, salam kenal pak
    saya berencana hendak beternak ikan lele, dan sedikit2 belajar dari tulisan bapak.

    yang masih saya bingung masalah pengoperasian shipon yang pernah bapak tulis, maksud nya shipon itu digunakan secara bersamaan dengan mesin penyedot atau bagaimana pak ?
    saya masih belum ngerti :)

    TKS

    BalasHapus
  76. keren pak blog nya
    sangat bermanfaat...

    kalo proses shipon telah dilakukan, otomatis volume air kolam berkurang, untuk menambah air kolam apa boleh memasok langsung dari air sumur atau PAM ? atau perlu proses lagi ?

    aan di medan

    BalasHapus
  77. Malam pak Mursidi,
    Saya sangat terkesan dengan kemurahan hati bapak untuk berbagi ilmu, semoga dapat memajukan pertanian di indonesia..:)
    Saya saat ini sangat tertarik utk membuat peternakan lele di sekitar rumah saya, kebetulan ada lahan kosong sekitar 100 m2 (rumah saya di Bandar Lampung).
    Tapi karena saya tidak punya pengalaman sama sekali, saat ini saya sedang coba belajar.
    Nah, mungkin Bapak bs memberi saya saran, sebaikanya seperti apa saya memulai.
    Berapa banyak kolam yang baik nya dibuat untuk newbie seperti saya ini?
    And tips and trik buat pemula seperti saya ini.

    Mohon bantuannya..terima kasih

    -muti
    dishc3@yahoo.com

    BalasHapus
  78. numpang tanya pak, probiotik jenis nitro merknya apa saja di pasaran? Merk 'SM' apa kepanjangannya, mohon dikirim ke email saya
    khalid.darda@gmail.com
    trims

    BalasHapus
  79. Assalamu'alaikum.
    Nama saya sentot Pak. salam kenal dengan bapak. beberapa waktu lalu saya ngobrol dengan kakak saya yang punya kolam plester kecil yang diisi dengan ikan gurame, dan ternyata ikan dapat tumbuh besar. Setelah itu saya mulai tertarik untuk memelihara ikan gurame tsb memanfaatkan pekarangan yang kosong. Hanya saja saya masih awan tentang cara pemeliharaan ikan tersebut, sampai akhirnya saya menemukan blog bapak.
    Saya mohon bantuan bapak untuk penjelasan dari hal2 sbb. 1. Apakah menggangu pertumbuhan ikan jika kolam berada di tempat yang tidak mendapat sinar matahari? Misalnya didalam rumah atau dibawah pepohonan yang rimbun? 2. Perbandingan tebaran benih ikan dengan volume kolam untuk ikan gurame apakah sama dengan ikan lele ( Volume air kolam kali 125 ekor/m3).
    Terima kasih atas bantuan. Semoga bapak selalu sukses.
    Wassalam.

    BalasHapus
  80. saya siswo ragil,salam kenal pakde.saya sangat amat berminat sekali budi daya IKP,mohon dibagi ilmunya tentang seluk beluk kolam terpal.matur nuwun.

    BalasHapus
  81. fajar di semarang
    askum,wr,wb pak Mur :-)
    saya tidak ingin panjang lebar,..langsung saja ke pertanyaan pak,
    >>baru saja saya macul pekarangan belakang rumah dengan kedalaman -+ 30 cm,karna sebelumnya sudah pernah saya buat kolam,maka bekas2 pagar dari bambu masih tertancap kuat,kemudian galian tanah saya buat tanggul hingga kedalaman dari muka tanggul mencapai 1m,nah dalam 3 hari kolam akan selesai dgn ukuran bersih 3x4x1m.
    Pertanyaan saya:
    1.berapa cm air untuk dilakukan penggaraman(air yg saya gunakan dari sumber mata air gunung)
    2.Setelah poin 1,harus nunggu brp hari u/ tebar benih lele?
    3.idealnya berapa ekor benih u/ 3/5?
    Demikian pertanyaan saya semoga pak Mur tdk keberatan u/ menjawab :)
    maturnuwun

    BalasHapus
  82. :D pak mur,boleh ya di tayangi di tvone,ni baru tak usulin di program jendela usaha tvone,moga di kabulin pihak tvone,,
    amin

    BalasHapus
  83. Assalamualaikum Pa..
    Saya mau tanya pa jika saya mau mebesarkan ikan gurame dalam drum apa bisa dan apa bisa jika tidak menggunakan lumpur..rencananya saya mau menggunakan media drum plastik yang saya susun bertingkat untuk menciptakan efek air selalu mengalir dari drum yg paling atas ke drum yg ada dibawahnya..kemudia setelah melewati proses penyaringan air di kembalikan lagi ke drum paling atas..maklum pa cara ini saya buat karena lahan pekarangan rumah saya sangat sempit..mohon petunjuk dan saran nya Pa..sebelumnya saya ucapkan terima kasih..
    Wasalam

    BalasHapus
  84. Assalamualaikum Pak. Saya punya kolam terpal uk 4x4 diisi 2000 ekor, sudah 3 minggu lebih. untuk menghindari air hujan saya buat atap dari terpal, tapi setelah kemarin cuaca panas 3 hari berturut2 kok ikan banyak yang mati, setelah saya amati yang ternyata ikan tersebut napsu makannya hilang/kurang dan mengapung dipermukaan kolam. mohon pencerahan pak, apa yang harus saya lakukan. Atas bantuannya saya ucapkan terimakasih, Wassalam.

    BalasHapus
  85. terima kasih banyak pak, saya sangat terbantu dengan adanya blog ini. sucses selalu

    BalasHapus
  86. anak bangsa yang kreatif dan inovatif.terima kasih buat bapak yang mau membagikan ilmu buat kami para peternak pemula.

    BalasHapus
  87. aslmkm.
    salam kenal pak,saya irsyad di riau.(itadn@ymail.com)

    saya mau nanya..
    kiranya stelah kolam sipa,perlu persiapan apa ja?persiapan air dan lain2..saya tertarik pembesaran lele.
    terima kasih sebelumnya

    BalasHapus
  88. tanya bos...?? untuk sirkulasi air dikolam terpal untuk ikan nila gimana caranya...?? trims bantuanya

    BalasHapus

Mohon cantumkan nama anda, email bersifat optional (bisa disertakan/tidak) saat menuliskan pesan, kesan ataupun komentar. Terimakasih atas kunjungan anda ke blog kami :-)