Cari (Telusuri) di Blog Ini

Selasa, 17 Maret 2009

Sekilas Tentang Aktivitas Usaha





275 komentar:

  1. ALAMATNYA DI MANA PAK?
    KULON PROGO NYA?

    BalasHapus
  2. Alamat: Jl. KRT. Kertodiningrat, Dusun Kemiri, Desa Margosari, Kec. Pengasih, Kab. Kulonprogo, DI.Yogyakarta, Indonesia.

    *Makasih sdh 'mampir' ke blog kami :)

    BalasHapus
  3. Wah bagus sekali ya kolam terpalnya.
    Mau nanya boleh tho? Kalau yang dipersawahan itu bagaimana cara masang terpalnya, maksud saya apa langsung dikrukubi gitu saja lumpurnya tidak perlu disat dulu airnya? trus kalau ada yuyu (ketam) apa terpalnya tahan tidak di bolongi yuyu?
    Matur nuwun.

    Djarot-Ungaran

    BalasHapus
  4. Terimakasih mas Djarot atas kunjungannya ke blog kami. Kami dengan senang hati menerima respon pertanyaan dari mas Djarot :)

    Cara memasang terpal jika dalam musim penghujan, setelah tanah untuk kolam digali, air yang masih mengenang pada permukaan tanah galian memang perlu dikeringkan terlebih dahulu. Setelah itu baru ditebarkan sekam secara merata setebal 15-20 cm. Selanjutnya terpal yg telah disiapkan dipasang dgn urutan pemasangan dari tengah ke tepi kolam dengan maksud agar posisi terpal sesuai dengan dimensi kolam yang direncanakan. Selanjutnya kolam dapat di isi air secara bertahap mulai dari 1/3 kedalaman hingga mencapai ketinggian genangan 80-90 cm. Dalam proses pengisian air ini, perhatikan lipatan-lipatan terpal sehingga dipastikan tidak terjadi rongga didasar terpal.

    Untuk itu kami lebih menyarankan pembuatan kolam pada musim kering atau awal musim kering.

    Kekhawatiran terhadap yuyu tdk ada di tempat kami. Namun sebagai perbandingan dari pengalaman di lapang, jika salah dalam teknis membuat kolam akan ada semut2 yg menyerang. Memang mereka menggigiti terpal tapi tdk sampai menyebabkan lubang/bolong, terpal hanya menjadi tipis saja. Namun untuk masalah pada terpal yang robek ada teknis penambalan yg hanya membutuhkan jangka waktu yg sangat singkat (cepat).

    Yang perlu diperhatikan justru akar dari tanaman2 sekitar kolam (tanaman pelindung) yang bisa melobangi terpal. Untuk itu jarak tanaman pelindung (contoh: pisang, ketela pohon) dengan kolam perlu diupayakan mencapai 1 m.

    Untuk lebih lengkapnya mas Djarot bisa telpon langsung ke kontak kami atau datang langsung ke kolam kami. Alamat dan nomor telp kontak, sudah kami tuliskan di sudut kanan atas blog kami.

    Sekali lagi terimakash atas komentarnya mas Djarot :)

    BalasHapus
  5. Permisi numpang tanya saya mau budidaya gurame kolam terpal apakah perlu tanah dimasukkan ke kolam( setelah terpal) bagaimana cara menumbuhkan pakan alami (plankton)apakah pertumbuhannya sama dengan kolam tanah..terimakasih

    BalasHapus
  6. Untuk pak/ibu/mas/mbak Anonim yg memposkan pertanyaan tertanggal 2009 Mei 25, kami berharap anda tak keberatan utk menuliskan sekedar nama, baik nama panggilan/nama sebutan. Nama yg anda cantumkan otomatis akan menjadi identitas anda pada arsip kami. Dengan demikian kami dapat mngetahui dengan siapa kami berkomunikasi & berbagi informasi. Kami sangat berterima kasih atas sgala masukan & saran baik dlm bentuk komentar, sharing informasi maupun pertanyaan2 dari para pengunjung blog ini. Terima kasih. [Admin]

    jawaban u/ sdr anonim yg masih ragu2 (malu?) utk skedar menuliskan namanya :

    1). Penggunaan terpal (decklid) justru untuk menghindari kontak langsung antara tanah asli & air kolam budidaya sehingga :

    a. tdk terjadi akumulasi timbunan sampah organik di dasar kolam yg umumnya bersifat racun bagi ikan

    b. dasar kolam relatif mudah dibersihkan dengan cara pen-siphon-an sederhana secara berkala

    c. penggunaan baku air tawar dapat lebih dihemat terutama pada tanah yg berpasir/ porous.

    2). Pertumbuhan pakan alami ikan (phytoplankton & zooplankton) dapat dibantu dengan penggunaan probiotik/ bakteri organik yg telah banyak tersedia di pasaran. Saran kami, gunakan probiotik seperlunya saja karena pada dasarnya baku air kolam (sumur/ sungai) telah mengandung probiotik alami. Penggunaan probiotik yang berlebihan (baik yg dicampur dlm pakan maupun ditebar langsung pada badan air kolam) bukanlah tindakan yang bijak. Idealnya jenis & takaran probiotik utk setiap kolam berbeda2 tergantung dari kondisi masing2 kolam berdasarkan hasil pemantauan berkala thd nilai pH (derajat keasaman) , OD (oksigen terlarut), salinitas & temperatur serta tingkat kejernihan air kolam, dsb. Jenis & kepadatan/ konsentrasi kandungan bakteri pada setiap merk produk probiotik berbeda-beda. Dengan demikian penggunaanya pun hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan. Pemakaian probiotik yang berlebihan (istilah Jawa-nya : 'hantam kromo') justru dapat tidak tepat sasaran.

    BalasHapus
  7. Menarik Pak, kebetulan saya sdg ditugaskan untuk memantau pelaksanaan budidaya lele di daerah kudus,tetapi sedikit berbeda kolamnya di buat di ats permukaan tanah,dengan mengunakan terpal juga,dan sekarang baru tahap pembuatan kolamnya,saya tertarik dengan foto pada proses pengisian air kedalam kolam (bisa dijelaskan lbh detail?apa fungsi jirigen tsb?
    Kemudian bagaimana pada proses memasukkan benih ke dalam kolam?ataupun tahap-tahapan sehingga meminimalisir tingkat stress benih lele, dan bagaimana kriteria bibit lele yang berkualitas,terima kasih,sukses untuk kolam lelenya:)

    BalasHapus
  8. Terima kasih sdri Urwa atas kunjungan ke blog kami. Terima kasih pula atas dukungan semangat & doanya...

    1.Kami pun di IKT pernah mencoba membuat kolam terpal langsung di atas permukaan tanah dengan batako sebagai dinding kolam.Namun biaya investasi awal menjadi mahal u/ ukuran pembudidaya pemula.Saat ini kami cenderung memilih cara pembuatan kolam terpal '1/2 galian'.Sebagai contoh; untuk kedalaman kolam sekitar 90-100 cm maka cukup menggali tanah sedalam 45 s.d 50 cm. Sebagian volume tanah galian digunakan u/ membuat tanggul kolam diatas permukaan tanah asli setinggi kira-kira 50 cm.Dengan demikian volume tanah galian tidak banyak yg terbuang. Kami menyadari sistem 1/2 galian mungkin hanya cocok u/ daerah dimana jenis tanahnya dominan lempung (clay) seperti di tempat kami. Untuk wilayah pesisir/ pantai yang dominan berpasir, pembuatan kolam terpal sebaiknya menggunakan sistem galian penuh tanpa tanggul dengan kemiringan dinding galian diatur sedemikian rupa (tidak curam) karena sifat butiran pasir relatif mudah mengalami longsor jika tidak dilakukan upaya stabilisasi lereng (talud) terlebih dahulu.
    Saat ini kami sedang mencoba mendisain 2 kolam terpal percobaan dengan kedalaman galian 'cuma' 10-15 cm.Harapan kami dengan elevasi permukaan dasar kolam terpal yang relatif sama dengan permukaan tanah asli ini akan memudahkan proses pengurasan & pen-siphon-an sehingga dpt dilakukan secara gravitasi tanpa sepenuhnya bergantung pada mesin pompa. Lubang pembilasan dapat dibuat sejajar dasar kolam atau beberapa cm di atasnya. Ada cara2 praktis yg mudah, cepat & murah u/ membuat lubang sistem pembilasan gravitasi ini tanpa perlu peralatan khusus. Informasi tentang hal ini akan kami posting secara berseri di blog IKT ini dalam waktu dekat. Silakan jika nanti sdr/i Urwa akan memberi masukan & saran. Kami dengan senang hati akan menerimanya. :)

    2.Tentang jerigen plastik biru itu fungsinya memang hanya u/ 'memegang' ember plastik berforasi (berlubang-lubang) berisi batu2 ziolit. Kami pilih jerigen plastik karena ukuranya koq ya 'pas' dengan dimensi alas embernya. Harganya pun relatif terjangkau dan mudah dipindah & dibersihkan se-waktu2 hanya dengan cara melepaskannya dari ember. Tentu saja Anda dapat menggunakan bahan-bahan lain yang lebih sesuai dengan kebutuhan kondisi lahan di daerah Kudus.

    3.Batu-batu ziolit digunakan u/ menjaga nilai pH air tetap netral (kisaran angka 7). Jika baku air kolam berasal dari kali/ sungai yang keruh dan telah melewati lahan2 pertanian/ perkebunan maka disarankan u/ diendapkan terlebih dahulu di kolam/ tangki pengendapan & diberi pecahan batuan ziolit secukupnya. Kandungan senyawa Kalsium dlm ziolit akan merangsang pertumbuhan bakteri alami tertentu (istilah awamnya probiotik alami) yg diperlukan saat pre-conditioning kolam, sebelum bibit ikan ditebarkan. Cerita tentang probiotik ini juga akan tampil di blog IKT pada beberapa postingan mendatang.

    4. Berdasarkan pengamatan & pengalaman kami selama ini, ada beberapa cara yg dpt dijadikan pedoman umum u/ mendapatkan bibit lele yg baik/ berkualitas, yakni :
    a). bibit lele u/ kolam terpal harus berasal dari indukan lele budidaya kolam terpal juga, bukan budidaya media kolam lainnya
    b). upayakan tercapai keseragaman bibit lele, yakni : seukuran, seumur & seindukan.

    5. (lanjut dibagian bawah posting ini)

    BalasHapus
  9. 5. Penebaran bibit hendaknya dilakukan pada pagi/ sore hari. Pada kedua kondisi ini umumnya perbedaan nilai temperatur air pada permukaan dan dasar kolam tidak terlampau besar. Jika perbedaan temperatur air wadah bibit dan air kolam tebar cukup signifikan maka perlu dilakukan upaya penyamaan temperatur air wadah bibit secara bertahap terlebih dahulu agar bibit tidak stress saat ditebarkan. Kedalaman air kolam tebar pun hendaknya disesuaikan dengan jumlah & ukuran bibit. Sedapat mungkin hindari penebaran bibit pada kondisi terik matahari secara langsung.

    6. Sebaiknya bibit ikan tidak ditebar langsung dari wadah ke kolam. Cara yg sering kami lakukan adalah menenggelamkan sekaligus wadah+bibit ikan ke dalam kolam tebar secara hati2, perlahan & bertahap. Bibit ikan akan mendapat kesempatan beradaptasi (walau sebentar) dengan lingkungan air kolam tebar sedini mungkin meskipun masih berada dlm wadahnya. Kemudian bibit ikan dibiarkan keluar sendiri2 dari wadahnya secara bertahap menuju lingkungan air kolam tebar yang sesungguhnya.

    Terimakasih
    [Admin IKT].

    BalasHapus
  10. Menarik sekali walaupun daerah saya banyak air tapi saya cenderung pilih cara ini.....saya akan coba pembesaran sumber air dari air sungai...tapi yang saya khawatirkan air sungai tadi malah membuat benih mati...karena kita tidak tahu kandungan air sungai....mungkin ada limbah....atau pestisida...selain cara diatas (ziolit) apa ada cara lain yang lebih mudah tanpa ditampung dulu ( soalnya lahan terbatas) 10 x 10 m saya bikin kolam semua...oh ya apa bisa terpal kita sambung..? terimakasih.

    BalasHapus
  11. JAWABAN u/ Sdr Heru :
    1). Meskipun lahan terbatas, usahakan setidaknya ada 1 kolam yg berfungsi sbg kolam 'reserve' (kami menyebutnya 'kolam antara'). Ukurannya tdk perlu sbesar kolam budidaya lainnya, kurang lebih antara 1/2 - 3/4 ukuran kolam standar.Fungsinya :
    1. sbg kolam peralihan saat tebar benih & resirkulasi air,
    2. tampungan smentara bagi ikan yg ukurannya blm mencapai ukuran standar saat panen.
    3. sebagai kolam pengendapan.
    4. sebagai kolam cadangan apabila terjadi situasi darurat, misalnya salah satu kolam budidaya tiba2 mengalami gangguan (misal :kebocoran terpal, kerusakan tanggul/ dinding kolam, dsb.)

    2). Kwalitas baku air sungai memang sering berubah-ubah dengan cepat terutama saat pergantian musim seperti sekarang ini. Penggunaan baku air sungai pada tahap pembenihan memang tidak dianjurkan karena sangat riskan bagi kesehatan benih. Untuk tahap pembenihan kami selalu menggunakan baku air tanah/ sumur yang telah tersaring serta melalui tahap preconditioning kolam sebelum benih ikan ditebarkan. Pada tahap pembesaran, sebelum menetapkan air sungai sbg air budidaya hendaknya terlebih dahulu dicermati kwalitasnya, misal dengan mengukur pH (derajat keasaman), DO (oksigen terlarut), temperatur, salinitas, tingkat kekeruhan dsb. Memang u/ mengukur kwalitas air tsb dperlukan peralatan2 tertentu/ khusus yg tdak bisa dibilang murah. Namun jika berminat memilikinya, alat2 tsb bisa Anda peroleh di toko2 perlengkapan aquarium ataupun toko peralatan medikal/ kedokteran. Karena keterbatasan perlengkapan/ alat ukur maka kami pun sering mensiasati hal ini dengan cara 'coba-coba' (walau tidak selalu kami anjurkan) yakni dengan membuat 1 atau 2 kolam kecil (tepatnya disebut 'bak') berisi beberapa ekor ikan yg airnya adalah baku air sungai yg telah diendapkan & disaring. Jika dalam beberapa hari tdak terdapat tanda2 gangguan kesehatan/ kematian ikan maka bisa dikatakan bahwa air sungai tsb dapat digunakan.

    3). Sampai saat ini kami belum pernah mencoba melakukan penyambungan terpal. Yang pernah kami lakukan adalah menambal kebocoran terbal dengan cara pemanasan setempat (prinsipnya seperti 'tambal ban press' spd motor). Mengingat bahan dasar terpal adalah serat plastik maka secara teoritis penyambungan terpal bisa saja dilakukan namun kami belum mendapatkan metode praktisnya. Mungkin bisa dengan cara pemanasan (misalnya :memakai plat pemanas logam, seperti cara kerja setrika pakaian) atau meniru cara kerja alat pemanas portable penyambung geotextile/ geomembran yg sering digunakan oleh kontraktor pada proyek2 fisik pembangunan jalan, jalan tol dan bendungan/ dam.
    Barangkali ada usul/ saran dari para pengunjung? Silakan jika ingin berbagi informasi melalui blog ini. Dengan senang hati kami tunggu masukannya. Terima kasih.
    *[Admin IKT].

    BalasHapus
  12. Wah ... Pak Gambar - gambarnya sudah dapat bercerita yaaaaa ..
    saya baru pemula nih pak.... masih coba - coba

    BalasHapus
  13. Pak saya jg baru mau mulai membudidayakan ikan lele ini, tapi saya bingung apakah didalam kolam harus jg dmasukkan tanah atau 100 % air saja? dan juga bagusnya pakannya jenisnya apa dan merknya apa ya??? Trimakasih...

    BalasHapus
  14. saya mau mencoba membuat kolam terpal tapiblum tahu terpal jenis apa yang biasa digunakan untuk budidaya ikan apakah terpal seperti biasanya atau ada jenis terpal yang lain? terima kasih.

    BalasHapus
  15. Salam kenal..
    Kalau boleh jujur,,, saya iri sama bapak, Sebab saya baru memimpikan punya beberapa kolam dibelakang rumah, tapi bapak dan kawan2 malah telah lebih dulu sukses besar. Tapi tidak mengapa, justru keberhasilan pengusaha2 sepert bpk dan kawan2 bisa menjadi motivasi yang dahsyat bagi saya.
    Saya mohon bapak sudi untuk membagi pengetahuan kepada pemula seperti saya.

    Saya adalah warga Gunungkidul, tepatnya di kecamatan Playen, (jujur->susah air, makanya saya pilih kolam terpal untuk menyalurkan keinginan memiliki kolam),
    1. Saya punya 1 kolam terpal ukuran 2*2m berisi 500 lele ukuran +- 5-7 cm (terlalu banyak atau tidak??)
    2. Kolam juga saya lengkapi pompa aquarium untuk sirkulasi air (perlu atau tidak ya pak??)
    3. Air sudah saya diamkan selama 1 minggu sebelum bibit ditabur. Dan ketika menabur bibit, suhu sudah saya sesuikan. Tapi tidak tahu kenapa, lele saya pada mati, tidak ada tanda2 lele menggantung dipermukaan air.. dan pada hari ke 7, lele saya habis. Tolong saya pak... Saya harus bagaimana?? (saya belum kapok dan ingin mencoba lagi)
    4. Apa ada kaitan antara kematian lele saya dengan cuaca? kalau ada saya harus bagaimana?
    5. Obat2an/suplemen kolam/lele seperti apa yang diperlukan untuk budidaya lele?
    6. Bisakah / amankah jika saya ingin membeli bibit dari tempat bapak (kulonprogo) dan dibawa ke Gunungkidul?
    Demikian seabreg pertanyaan dari pemula seperti saya.
    Mengingat saya belum kapok walaupun gagal, maka jawaban dari bapak sangat saya nantikan.
    Berikut ini alamat email saya : hajar_ibn@yahoo.com
    Terimakasih

    BalasHapus
  16. AGUS di boyolali

    Pak..kl telur gurame d skitar solo-jogja bs saya dpt dmn ya?? kl tempat njenengan menyediakan tdk?? harganya berapa saat ini?? terimaksh..

    BalasHapus
  17. Jawaban-jawaban yang diberikan sangat bermanfaat sekali bagi para komunitas pembudidaya ikan Lele Dumbo,Saya dari Tangerang mau tanya juga nih pak? Ukuran bibit yang bagus untuk pembesaran Lele Dumbo,ukuran berapa ya pak? terima kasih.

    BalasHapus
  18. mau tanya pak,
    klo pmbuatan kolam dgn dgali, shg kdlaman kolam dbwah permukaan tnah.trs cra pengurasan / pggantian air ny memakai pompa ya pak..? ada alternatif laen ny g pak..?
    mhon ptunjuk ny, terimakasih

    BalasHapus
  19. Terima kasih atas penjelasannya.

    Akhirnya kami membuat kolam tanah karena sulitnya pengeringan air/lumpur (kebetulan lokasinya dulu bekas sawah), bibit yang kami tebar Nila dan Bawal juga Patin. Permasalahan di kolam kami adalah seringnya tanggul bocor karena dilubangi oleh yuyu (ketam) sehingga kalau tidak rajin kontrol bisa-bisa air kolam akan menyusut meski tidak habis sama sekali. Adakah pengalaman bagaimana mengatasi yuyu ini pak? setidaknya mengurangi serangannya.

    Beberapa kali pada pagi hari kami mendapati kolam seperti habis diaduk-aduk. Setelah diamati terdapat bekas pada salah satu sisi tanggul sepertinya jejak lingsang :(

    Mohon saran adakah pengalaman bagaimana mengendalikan hama yang satu ini pak?

    Meskipun belum saatnya panen, tapi kami sudah bingung memikirkan bagaimana cara panen yang efektif dan efisien dikolam kami yang sulit kering dan berlumpur ini. Mungkin ada pencerahan buat kami pak?

    Oh ya, untuk obat penasaran kami juga sudah membuat kolam terpal (tetapi tidak digali, jadi diatas tanah seperti bak)ukuran 2x3 untuk pembesaran 750 bibit lele. Semoga bisa sampai panen.

    Terima kasih banyak.

    Nuwun
    Djarot-ungaran

    BalasHapus
  20. JAWABAN u/ ibu/sdri Sita Sembiring:
    Terima kasih atas kunjungan & apresiasinya pada blog IKT. Kami juga salut atas aktifitas ibu Sita. Sebagai seorang wanita karier yang tetap me-no 1-kan kepentingan keluarga ternyata ibu juga seorang yang sangat peduli pada lingkungan & masyarakat sekitar. Banyak sekali potensi di lingkungan sekitar kita yang dpat terus dikembangkan antara lain pemanfaatan lahan u/ budidaya ikan & tanaman sperti yg telah ibu Sita lakukan saat ini. Maaf jika kami di blog IKT lebih sering menampilkan gambar/foto dbandingkan postingan dlm bentuk tulisan/ artikel. Terkadang foto mmng lebih 'bisa bercerita' dbanding tulisan. Eh, apa mmng benar demikian ibu?
    Tentang ember platik yg ada bolongan2nya, kami membeli langsung di pasar2 skitar kota Wates, Kulonprogo-DIY. Setahu kami beberapa poultry di seputaran Jogja juga menjualnya dalam berbagai variasi ukuran lubang dng harga skitar 15-20ribu per buah.Namun apabila di tempat ibu Sita ember ('baskom') berlubang ini blm tersedia maka tentu dpt dibuat sendiri dng bantuan alat bor listrik (bs dbeli di toko2 bhn bangunan) dng jenis & diameter mata bor yg br-beda2 sesuai kebutuhan.Alat bor sjenis sering kami gunakan ini pd pembuatan pipa siphon (bahan pralon/ PVC) krn bntuk dan ukuran lubangnya trgolong spesifik shg hrs dbuat sendiri alias DIY (Do It Yourself). :-)
    Salam u/ klrga & sukses juga untuk blognya: http://sitasembiring.blogspot.com. Maju terus blogger wanita Indonesia ! [*admin IKT].

    BalasHapus
  21. JAWABAN u/ sdr/i Anonim tertanggal 2009 Juli 13:
    Sdr/i Anonim dpt melihat kembali jwaban kami postingan komentar tgl 25 mei 2009 tentang fungsi terpal (decklid).
    Pakan buatan (pellet) yg ukuran butirannya disesuaikan dng umur ikan lele.U/ lele ukuran benih sbaiknya memakai pakan alami spt Artemia & kutu air, stlah agak besar (umur 2 minggu) mulai dpt diberikan pakan buatan dlm bentuk serbuk halus, setelah itu berangsur-angsur gunakan pellet diameter 1mm, barulah kemudian beralih ke pellet ukuran 2 mm, disesuaikan dengan umur ikan lele. Adakalanya kami melakukan penghalusan butiran (lbh praktis dng alat blender jika anda memilikinya atau dng cara digerus/ ditumbuk) pada beberapa jnis pellet yg ukuran butirannya tidak seragam. Hal ini dmaksudkan agar pellet dpt dicerna lbh baik & lebih merata oleh seluruh ikan shg meminimalisir terjadinya variasi ukuran ikan lele selama pertumbuhannya.Gunakan sj jnis pellet yang memiliki kandungan nutrisi lengkap termasuk vitamin2nya.Maaf kami tdk dpt menyebut merk2 tsb satu persatu disini. Untuk lbh afdolnya sdr/i dpt hub Bpk Mursidi di ponselnya. Terima kasih. [*admin IKT]

    BalasHapus
  22. JAWABAN u/ sahabat Arifin:
    Sebenarnya tidak ada ktentuan khusus ttg bahan & jnis terpal u/ bd daya, bergantung pada kbutuhan. Kami mnggunakan terpal dg ktebalan 0,5 mm (tipe A5) & 0,6 mm (tipe A6) dsesuaikan dng kondisi lahan & ukuran kolam yg akan dbuat. Kolam berukuran kecil (< 15 m2) menggunakan tipe A5. Untuk jenis tnah yg dominan lempung dianjurkan menggunakan minimal type A6.Pilihlah terpal yg berwarna muda/ terang untuk bd daya pd thp pembibitan (agar memudahkan pemantauan pertumbuhan & ksehatan bibit ikan) sedangkan pd thap pembesaran anda dpt memilih warna2 yg anda sukai. Terima kasih kembali. [*admin IKT]

    BalasHapus
  23. JAWABAN u/ Ibnu Hajar:
    Wah jangan pakai istilah 'iri' lho pk Ibnu, nanti kami tidurnya gak bisa pulas... :)
    Kami di IKT justru merasa masih harus banyak belajar pada tmen2 para pembudidaya lainnya yg tlh lbih dulu mnekuni bidang ini. Melalui diskusi dan berbagi pengalaman ttg budi daya ikan tentu akan banyak sekali manfaat yg dpt diperoleh. Terima kasih atas apresiasi, masukan saran & informasi yang telah dsampaikan oleh para pengunjung blog ini. Semua ini tentu semakin menambah pengetahuan & mendorong semangat kami dlm upaya mengembangkan potensi lahan sekitar antara lain melalui budi daya ikan air tawar, khususnya lele & gurami. Untuk itulah blog IKT ini hadir dengan segala keterbatasan kemampuan yg ada pd kami.
    1. Mnurut pengalaman kami kepadatan tsb cukup bagus u/ pnebaran bibit ukuran 5/7. Kepadatan normal tebaran bibit lele lk 150an ekor /m2 (u/ kedalaman genangan air kolam 80-90an cm). Pada kepadatan tinggi >300 ekor/ m2 hendaknya hanya dilakukan pd ukuran kolam yg lbh besar, misal 8m x 8m. Tentunya diperlukan perhatian & pnanganan yg lbh pd budidaya lele dng tingkat kpadatan tinggi.
    2. Digunakan jg lbh bagus, terutama pd saat kondisi air kolam sudah mulai pekat.
    3. Jika kmatian total terjadi scara tiba2 dpt diduga kuat ikan lele anda telah mengalami keracunan. Sumbernya bisa berasal dari campuran pakan (proses pncampuran kurang higienis) atau kondisi air kolam yg berubah secara drastis tanpa kita ketahui (tdk terpantau) sebelumnya. Misalnya peningkatan konsentrasi gas amonia & atau sulfida yg berasal dari proses dkomposisi kotoran ikan & sisa2 pakan pellet yg terakumulasi di bagian dasar kolam. Kedua jenis gas ini sangat beracun bagi ikan. Saran kami, lakukan pe-siphon-an secara berkala serta hindari pemberian pakan yg kandungan proteinnya terlalu tinggi.
    4. Perubahan cuaca tentu berpengaruh langsung pd kondisi ksehatan ikan terutama disaat musim sekarang ini. Sebelum mencapai usia dewasa, ikan umumnya rentan terhadap perubahan lingkungan skitar. Hindarkan bibit ikan yg baru tumbuh dari terkena terik sinar matahari langsung di siang hari serta embun di malam/ dini hari. Upayakan sinar mtahari & embun tsb tdk secara langsung masuk ke kolam. Lindungi sbagian (lk 75 %) luas permukaan kolam dng memasang pnutup terpal atau memakai bahan2 alami lainnya yg mudah dperoleh di sekitar kolam, misalnya daun2 kelapa (istilah Jawa-nya : 'blarak') atau daun2 pisang. Sbaiknya lhan kosong disekitar kolam dtanami tnaman pelindung yg daunnya dpt dmanfaatkan sbg pkan alami tmbahan, misal : pepaya, talas ('senthe'), ganjah gurami, dsb. Jika mmungkinkan tanamlah bbrp ppohonan yg berdaun rimbun (phon kelapa, melinjo, mengkudu/ 'pace' dsb) karena sesungguhnya rimbunan ppohonan merupakan pelindung alami yg baik.
    5. Hindari penggunaan obat2 kimia dari jenis antibiotik. Kami sarankan gunakan obat2 jenis organik & probiotik karena lebih ramah lingkungan. Dapat pula ditambahkan beberapa jenis vitamin C, B1 & B2 disamping beberapa suplemen yg mengandung enzym amilase & protease yg bermanfaat dlm membantu penyerapan makanan pd sistem pencernaan bibit ikan yg masih dlm taraf pertumbuhan menuju dewasa/usia panen).
    6. Silakan anda berkunjung langsung ke tempat kami untuk memastikan jenis & ukuran bibit lele yg dikendaki. Kondisi kesehatan bibit lele yang dikirim dng menggunakan tong/ jerigen plastik/ gallon (tanpa pnembahan oksigen) cukup aman jika jarak tempuh efektifnya kurang dari 3 jam. Kontak kami: Bpk MURSIDI, HP: +62 81904018682, Rumah: 0274 774343
    Terimakasih :)

    BalasHapus
  24. JAWABAN u/ sdr Agus di Boyolali:
    Disamping untuk pnetasan sendiri kami juga melayani pmesanan telur gurami dalam jumlah tertentu. Harga saat ini bervariasi antara Rp. 25-35 per butir. Untuk lbh jelasnya silakan sdr Agus kontak pk Mursidi langsung (HP: +62 81904018682, Rumah: 0274 774343 ). Terima kasih. [*admin IKT]

    BalasHapus
  25. KPPD Tunas mandiri mengatakan...

    Jawaban-jawaban yang diberikan sangat bermanfaat sekali bagi para komunitas pembudidaya ikan Lele Dumbo,Saya dari Tangerang mau tanya juga nih pak? Ukuran bibit yang bagus untuk pembesaran Lele Dumbo,ukuran berapa ya pak? terima kasih.
    2009 Juli 25 05:17
    Terima kasih atas atensi dari temen2 KPPD Tunas Mandiri pd blog kami. Kami pun bersyukur apabila ternyata blog sederhana ini dapat menyajikan informasi yg bermanfaat bagi teman2 sekalian. Harapan kami dengan saling berbagi pngetahuan (walaupun baru sedikit), pengalaman, informasi ttg bd daya tentu akan smakin menambah wawasan kita semua. Insya Alloh pd postingan berikut kami akan mnampilkan bbrp informasi ttg inovasi pmbuatan kolam terpal & tknologi tepat guna yang dapat di uji-coba-kan. Semoga dapat memberi inspirasi & motivasi bagi rekan2 pembudi daya sekalian.
    Ukuran bibit yg ditebar bergantung pada kebutuhan & ktersediaan. Umumnya kami menebar bibit ukuran 4/6 & 5/7. Ukuran bibit lainnya, misal 7/9 juga ada, namun yg ini jarang dilakukan. Jika ingin mendapatkan hasil panen yg baik nantinya, maka faktor keseragaman ukuran & kwalitas bibit perlu diperhatikan sejak awal. Hal yang tak kalah pentingnya untuk diperhatikan adalah bahwa bibit lele pada usaha bd daya media kolam terpal HARUS berasal dari sesama bd daya lele kolam terpal juga, HINDARI bibit lele yang bukan berasal dari bd daya kolam terpal walaupun sekilas terlihat bhw kwalitas & kseragamannya mmenuhi standar.

    BalasHapus
  26. JAWABAN u/ sdr Anonim tertanggal 2009 Juli 27:
    Benar, kami memakai pompa mesin & listrik. Namun kami juga sedang mengmbangkan beberapa model kolam terpal dimana proses pengurasan & pen-siphon-an memakai sistem gravitasi shg tidak sepenuhnya bergantung pada mesin pompa. Informasi selengkapnya akan muncul di Blog ini tidak lama lagi kok, insya Alloh :-). Terima kasih. [*admin IKT]

    BalasHapus
  27. # abu karmanto : kalo untuk perawatan bibit ukuran 2-2 gimana pak? soalnya saya sudah 2 kali penebaran gagal semua, makanannya pake crumble 581

    Details
    2009-07-02 5:56 AM
    #

    NB: Pertanyaan Abu Karmanto di atas di-copy paste-kan dari shoutbox
    [*Admin]

    JAWABAN:
    1. Pastikan bibit lele berasal dari indukan budidaya lele media kolam permanen atau kolam terpal juga.
    2. Pre-conditioning kolam, (pembersihan & pengeringan dng cara dijemur di terik matahari) dilanjutkan pengisian awal air kolam, lk 1/5 s.d 1/4 volume kolam + penggaraman, diamkan selama 3 hari.
    3. Pemberian katalis plankton, diamkan selama 1x24 jam (untuk merangsang pertumbuhan plankton & probiotik alami).
    4. Bibit lele ditebar dng hati2, caranya : bibit lele dalam ember (wadahnya) ditenggelam bersamaan. Waktu penebaran sbaiknya saat pagi atau sore hari. Hindari bibit terkena sinar matahari langsung. Siapkan daun2 pisang yg berfungsi sebagai peneduh (tempat berlindung bagi bibit) saat terik matahari disiang hari.
    5. Biarkan bibit lele keluar sendiri dari ember (wadah) secara bertahap. Lakukan penambahan air (secukupnya) dengan baku air sumur/ sungai yang telah disaring &/ diendapkan.
    6. Bibit lele tidak perlu dberi makan (berbentuk pakan) selama 1 hari pertama setelah ditebar, (bibit dibiarkan memakan makanan alaminya).
    7. Pada hari ke 2, bibit lele sudah mulai dapat diberi jenis produk pakan yang lembut (halus) atau berbentuk serbuk (sjenis pakan udang) dosis 2kg/5000 ekor, misal: denol atau yang setara. Tebarkan pakan secara merata dipermukaan air kolam secara bertahap sedikit demi sedikit & secukupnya saja. Tidak perlu diberikan dalam takaran yang berlebihan.
    8. Setelah jenis pakan lembut habis (lk selama 8-10 hari), bibit mulai dapat diberi pakan pelet butiran kecil (dosis 10kg/ 5000 ekor), misal : F99 atau setara (baik ukuran butiran, kwalitas maupun komposisi kandungan nutrisi-nya).
    9. Disarankan pakan butir kecil dicampuri suplemen, misal: Vit C & Enzym pemacu pertumbuhan. Tambahkan air hangat secukupnya pada proses pencampuran pakan hingga kondisi lembab tercapai. Jika temperatur campuran pakan masih terlalu hangat sebaiknya diangin-anginkan dahulu hingga sama dengan temperatur ruang.
    10. Pada tahap pembesaran, setelah porsi pakan butiran kecil habis, dapat dilanjutkan dengan pakan butiran 2mm kemudian butiran 3mm hingga usia panen tiba.
    11. Upayakan memantau kesehatan & pertumbuhan (dimensi) ikan lele secara rutin minimal setiap 2 minggu sekali serta pen-siphon-an lumpur dasar kolam, minimal sekali selama proses budidaya atau disesuaikan dengan kondisi air kolam & kesehatan ikan lele.
    Terima kasih. *[Admin].

    BalasHapus
  28. Saya pemuda baru lulus kuliah 1 tahun, sekarang sedang bekerja di perusahaan swasta di bidang IT.

    Tapi saya punya ketertarikan di bidang perikanan, saya tidak punya lahan, sy cuma punya kolam terpal ukuran 2x1x0.5m, kira2 untuk ukuran kolam tersebut bisa diisi ikan berapa banyak? Terus terang saya belum terpikir untuk jual, saya cuma senang melihat ikan gurame, terutama gurame putih.

    Apakah ikan bisa bertahan kalau kolam di letakkan di teras lantai 2 rumah saya, dan terkena sinar matahari langsung, atau saya harus menggunakan paranet?

    Dan mungkin kalau pengunjung lain ada yang tau lokasi pembelian bibit gurami yang saya bisa membeli dalam jumlah sedikit saja di Tangerang, Banten bisa email saya di markushe26@gmail.com.

    Dan mohon ijin kepada pemilik blog utk pasarin kolam terpal. Kalau ada pengunjung yang berminat untuk menggunakan kolam terpal, saya bisa menyediakan kolam terpal dengan bahan terpal tipe A12. Tidak perlu melipat/menjahit lagi, karena sudah berbentuk kolam.
    Silakan kunjungi thread saya, pada URL saya.

    Terima kasih.

    BalasHapus
  29. Nama saya hari,jogja
    kl mau membuat air di kolam terpal hijau gmn y..katanya kalao hijau bagus buat bibit gurameh

    BalasHapus
  30. # abdu perawatan kulitas air dikolam terpal bagaimana? dikolam terpal saya kualitas semakin hari semakin keruh byk sisa pakan mengendap,ikan jd males makan.

    Details
    2009-08-05 5:04 AM
    #

    NB: Pertanyaan Abu Karmanto di atas di-copy paste-kan dari shoutbox
    [*Admin]

    JAWABAN u/ sdr abdu :
    1. Lakukan pmantauan rutin & pmeriksaan berkala thd kwalitas air kolam bd daya, antara lain: nilai temperatur (26-28 C), pH (6.5-8.5), DO (>2 ppm), derajat kekeruhan, dst. Dperlukan pralatan2 pmantau kwalitas air kolam yg hrganya mungkin tdk bd dbilang murah. Namun anda bs mncoba dng cara2 lain yg ckup praktis yaitu :
    a. jika air mulai pekat berikan probiotik jenis nitro dng dosis scukupnya, jika prlu gnakan probiotik yg skaligus jg berfungsi mengendalikan pertumbuhan alga shg tdk terjadi 'blooming algae'.
    b. lakukan pen-siphon-an (menyedot endapan lumpur di dasar kolam) secara hati2 & berkala.
    c. jika perlu lakukan resirkulasi 1/3 vol air kolam lewat proses pnyaringan
    2. Jika langkah 1a-1c blum mmberikan hasil yg dharapkan maka perlu dilakukan sirkulasi air sbb:
    a. kurangi vol air kolam lk 2/3 hingga 1/2 vol semula (trgantung situasi & kondisi)
    b. tambahkan air kolam dng baku air yg mmenuhi standar bd daya dng cara 'pancuran' sderhana atau alat blower jika tersedia.
    3. Hindari produk pakan yg kandungan proteinnya terlalu tinggi.
    4. tambahkan vitamin C, B1 & B2 atau B complex pd saat pncampuran pakan, berikan pula sedikit tetes tebu.
    Smoga sang ikan menjadi lahap kembali makannya. *[admin IKT]

    BalasHapus
  31. JAWABAN u/ Sdr. Hendra tertanggal 2009 Agustus 7
    a. untuk tujuan budidaya jumlah ikan per kolam umumya dinyatakan dlm kpadatan tebar (ekor/m2) u/ kdalaman genangan air kolam (standart) 80-90cm. Pd tahap pmbenihan (pendederan pertama), padat tebar lk 75-100 ekor/m2, thap pendederan ke dua lk 60-80 ekor/m2, thap pembesaran lk 10-15 ekor/m2. Sedangkan pmeliharaan ikan u/ tujuan slain budidaya (sekedar hobby misalnya) tentu tdk harus mncapai angka kpadatan budidaya, Sdr Hendra dpt memilih nilai kpadatan tebar yg lebih rendah, sesuai dng ukuran lahan yg tersedia.

    b. Boleh saja, karena kolam terpal bersifat flexible. Beberapa rekan kami bahkan ada yg membuat kolam terpal langsung di atas permukaan tnah (pekarangan) dng tonggak2 bambu brbentuk pagar sbg penguat/ pnahan dinding kolam. 'Kedalaman' (mungkin lebih tepatnya 'ketinggian') kolam bs mencapai 90an cm.

    c. Disarankan ada sbagian permukaan kolam yg terlindungi dari sinar matahari langsung di wkt siang hari serta embun dimalam hari. Temperatur air kolam hndaknya dijaga pada nilai 28-30 derajat Celcius dng aerasi yang ckup.Terima kasih, semoga sukses.

    catatan:
    Bagi pengunjung yg berminat dng tawaran sdr Hendra silakan kontak langsung di emailnya: markushe26@gmail.com.

    *[admin IKT]

    BalasHapus
  32. Tamantirto bantul
    Saya mau tanya ttg budidaya ikan lele. Kira2 kedalaman minimum untuk kolam terpal berapa cm?

    BalasHapus
  33. dari Tatik. Bandung..
    Makasih pak, ilmunya sudah dibagi2kan ke kita semua yang ingin menambah wawasan dan upahan/tambahan dana dr usaha...semoga dapat balasan TUHAn yang setimpal..amin..Saya pengin banget punya kolam tapi lahan dan pekerja belum siap..jadi baru cari2 info dulu untuk pembelajaran...makasih banyak sekali lagi...

    BalasHapus
  34. dari Ari,Jetis,Bantul...
    Sy mau tanya pak,sy baru akan mencoba bternak lele,sy jg beternak ayam broiler.Yg akan sy tanyakan:
    1.Apa betul pemberian pakan tambahan memakai bangkai ayam yg mati lalu dibakar terlebih dahulu bisa memacu pertumbuhan lele?
    2.Apa bisa sy kasih pakan tambahan dg BR dr sisa pakan ayamnya? Maturnuwun...

    BalasHapus
  35. Ass Wr Wb pak Mursidi yth,
    saya sangat salut kepada bapak dan rekan2 yg dapat mengembangkan kolam karpet yang inovatif dan juga menghindari MATInya tanah akibat pembuatan kolam dari semen. Saat ini saya sedang mempelajari beberapa jenis kolam yg terbuat dari karpet dan apabila bapak tidak berkeberatan saya ingin melakukan kunjungan ke lokasi bapak untuk belajar secara langsung ditempat bapak.
    Atas perhatian bapak saya mengucapkan banyak terima kasih.
    Wassalam Wr Wr
    Iwan Roos
    Jl. Tawes - Pasar Minggu
    Jakarta Selatan

    BalasHapus
  36. Jawaban u/ Agung di Tamantirto Bantul:
    Tidak ada ketentuan khusus, kedalaman kolam terpal lebih ditentukan oleh kondisi tanah (lahan) budidaya sedangkan kedalaman genangan air disesuaikan dengan umur ikan lele. Pada tahap pembenihan lele hingga ukuran 2/3 s.d 5/7, kedalaman genangan air skitar 50-60 cm telah cukup memadai. Yang harus lebih dperhatikan adalah posisi tanggul yg juga berfungsi menjaga kestabilan dinding kolam terpal.

    BalasHapus
  37. Jawaban u/ Hari di Jogja.
    Coba mas Hari gunakan katalis plankton & air kolam didiamkan selama 3-4 hari hingga berubah menjadi bening kehijauan.

    BalasHapus
  38. U/ mas Djarot tertanggal 2009 Agustus 1:
    Untuk mengatasi hama ketam/yuyu, coba mas Djarot pagari areal sekitar kolam dengan tumpukan duri2 salak setinggi lk 20-30 cm, syukur jk bs setinggi lutut. Sedangkan lingsang/ garangan atau musang dpt dicegah dengan memasang pagar kawat strimin setinggi 40-50 cm di sekeliling kolam. Jika ingin lebih 'ngirit', kawat strimin bisa diganti dengan jaring/jala (banyak djual di pasar2 dlm satuan kiloan) dng ukuran lubang jala yg dsesuaikan dng kebutuhan. Di Kulon Progo, hama yg paling sering mengganggu adalah kelelawar (jw: 'lowo') terutama kawasan pesisir shg permukaan kolam perlu dipasang tali2 plastik (jw: 'tampar plastik') yg dibentangkan pd sisi kolam yg saling berseberangan dengan jarak antar tali skitar 25-40 cm.Pemasangan tali2 ini dilakukan pd posisi setidaknya 30an cm di atas permukaan air kolam.Stelah kami terapkan, cara ini ternyata cukup effektif krn kelelawar (lawa) akan kesulitan untuk arah 'menyambar' ikan di permukaan air karena sayap kelelawar akan membentur tali2 pengaman tsb.Tali2 tsb hanya dipasang pd malam hari (pd musim2 tertentu) dan dilepas kembali pd keesokan paginya, dst.

    BalasHapus
  39. Jwbn u/ Sdr. Iwan Roos 2009 Agustus 17
    Wa alaikumussalam wr wb.
    Terima kasih atas apresiasinya. Bahan terpal kami pilih sbg media kolam bd daya karena memiliki beberapa keuntungan, antara lain ;
    - cukup ekonomis, terutama jika dbandingkan dengan biaya pembuatan kolam permanen misalnya
    - fleksibel dalam hal ukuran, artinya ukuran terpal dpt menyesuaikan dng ukuran & kedalaman kolam, sesuai dng kbutuhan & lahan yg tersedia
    - mudah diperoleh, umumnya banyak tersedia di toko2 bhan bangunan
    - tersedia dalam berbagai tipe &kualitas, baik ketebalan, ukuran maupun pilihan warnanya
    - mudah diaplikasikan, tidak memerlukan ketrampilan khusus
    - mudah dibersihkan
    - mudah ditambal jika terjadi kebocoran
    - dapat digunakan berulang-ulang u/ beberapa kali budidaya
    - cukup awet, (dpt bertahan hingga 2-3 tahun, bahkan dengan perawatan yg tepat bisa sampai 4 tahun)
    - jika memang dperlukan, penyambungan terpal dapat dilakukan dng menggunakan alat pemanas listrik sederhana yg dpt dibuat sendiri
    - lubang pembilasan pd dinding &/ dekat dasar kolam dpt dibuat dng mudah hanya dengan menggunakan pipa paralon (PVC) + sok (penyambung) yg sesuai, tanpa proses pengelemen & pemanasan. Jika proses pelubangan dilakukan dng benar, akan diperoleh lubang pembilasan yg cukup kuat, rapi dan tanpa kbocoran/ rembesan.
    O ya, seingat kami di Jl. Tawes, Pasar Minggu, Jakarta ada suatu lembaga pendidikan/ Sekolah Tinggi Perikanan. Mungkin lembaga tsb juga mengembangkan teknologi tepat guna u/ bd daya perikanan pd media kolam terpal. Silakan jika Sdr. Iwan akan berbagi informasi & pengetahuan tentang teknologi kolam terpal di blog ini. Dengan senang hati kami tunggu infonya.Wasslm wr wb.
    Terima kasih. [*admin IKT].

    BalasHapus
  40. Jwbn u/ Sdr. Ari,Jetis,Bantul 2009 Agustus 17.
    1. Pemberian pakan tambahan dpt dilakukan sepanjang kandungan nutrisinya memenuhi standar kebutuhan bd daya ikan. Pakan tambahan yg berasal dari daging hewan yg mati (bangkai) tentu tdk dianjurkan, mengingat kemungkinan besar terkandung bibit penyakit yg blm tentu dpt dihilangkan dng cara membakar saja (apalagi jk pembakarannya tdk merata). Sebagai alternatif dapat digunakan pakan tambahan dari jeroan (usus ayam, dsb) yg dapat diperoleh dari tempat pemotongan hewan ternak/ unggas dan dimasak (direbus) terlebih dahulu.
    2. Kami blum pernah mencampur sisa2 pakan ayam u/ dgunakan sbg pakan tambahan bagi ikan lele. Mungkin diantara para pengunjung blog ini dan pembudidaya yg pernah mencoba? Silakan jika ingin berbagi info sekaligus menambah wawasan pengetahuan tentang pembuatan pakan tambahan khususnya pada budidaya ikan lele. Terima kasih. [*admin IKT]

    BalasHapus
  41. Jwbn u/ Sdri. Tatik, Bandung 2009 Agustus 15.
    Terima kasih kembali atas atensinya pada blog ini. Selamat berburu pengetahuan dan menggali informasi sbanyak mungkin ttg bd daya perikanan. Harapan kami setelah mngunjungi blog ini sdri Tatik semakin bersemangat menekuni bidang usaha budidaya perikanan dengan menerapkan teknologi tepat guna yg ramah lingkungan. Terima kasih. [*admin IKT]

    BalasHapus
  42. jeffri
    saudara/i yg terhormat saya mau ikut konslutasi.. saya berencana akan melakukan budidaya lele.. kalau boleh tau biaya awal pembuatan kolam serta biaya produksi perbulan nya kira2 berapa kalau bisa rincian nya.. jadi saya bs meng estimasi biaya awal yg harus saia keluarkan serta biaya perbulan nya. trima kasih..

    BalasHapus
  43. Saya sulis d moyudan.
    Stlh liat2&baca blog in,sy jd kmbali ingin cari penghasilan tambahan lewat pembenihan gurami.bbrapa bln lalu sy pernah coba isi kolam d rumah sy dgn bibit gurami ukuran 1 cm 1000 ekor.sy hanya beri aerasi & beri makan cacing sutra.tanpa ad perlakuan lain.sbulan kmudian ikan2 tsb mati semua.mungkin krn perubahan cuaca akhir2 in yg ekstrim.sy mau coba lg tp dr telur.dan kolam mau sy beri heater.kira2 perlakuan ap saja yg harus sy berikan dlm memelihara benih2 tsb?kalau ad,tambahan obat ap yg harus d berikan pada benih sampai usia 1-2 bln?ap perlu d tambah probiotik dll.oh iy klo bs merek+t4 belnya (maklum msh awam :)).

    BalasHapus
  44. JAWABAN u/ Yth. Sdr.Jeffri tertgl 2009 Agustus 26:
    Terima kasih atas kunjungan anda ke blog ini. Kami turut gembira Sdr. Jeffri pun mulai tertarik mencoba budidaya ikan lele. Kami berharap informasi ttg usaha budidaya lele (secara garis besar) berikut ini dpt membantu anda dlm membuat analisa usaha. Sebagai bahan pembanding saja, untuk harga di seputaran kota Wates, Jogja serta wilayah sekitarnya pada saat ini :
    A. biaya tetap, pembuatan 1 kolam terpal ukuran standar 4x6 m2, kedalaman 0,8-0,9 m (asumsi jnis tanah lunak-normal):
    1. Upah tenaga kerja pembuatan kolam lk Rp 250-300 ribu (3 orang, 2 hari kerja)
    2. Pengadaan terpal ukuran 6m x 8m, type A3 lk Rp3500/m2; A5 lk Rp5000-5500/m2; A6 lk Rp6000-7000/m2 (bisa lebih, tergantung merknya)
    3. Pengadaan sekam lk 2,5 m3 (ditebar merata di dasar galian kolam sblm terpal dihamparkan, ketebalan sekam lk 10 cm)
    4. Sewa lahan --> bervariasi (tergantung lokasi)
    B. biaya produksi untuk 1x tebar bibit per kolam ukuran standar terdiri dari :
    1. pengadaan, penyiapan & pengisian air baku (yg memenuhi standar persyaratan bd daya) + penggaraman (dosis 200gr/m3), lk Rp 45-50ribu
    2. pengadaan 3000 ekor bibit lele (ukuran 4/6 atau 5/7), harga berkisar antara Rp100 s.d Rp145,- per ekor
    3. pengadaan pakan per 3000 ekor lele;
    - pellet butir kecil (kandungan protein 35-40an %), misal F999 atau yg setara, lk 1 zak, @10 kg
    - pellet butiran sedang, (2 mm), misal Min-2 atau yg setara, lk 2-3 zak, @30 kg
    - pellet butiran besar, (3-4 mm), misal Min-3 atau yg setara, lk 6-7 zak, @30 kg
    4. dpt pula ditambahkan vitamin2 (misal; C, B1, B2 atau B kompleks) & supplemen serta probiotik sesuai dng takaran/dosis yg tertera pd label dari merk/produk yg digunakan.
    C. Biaya2 rutin, meliputi; penambahan &/penggantian air kolam, upah pekerja, peralatan kerja (operasional, perawatan &perbaikan) selama proses bd daya (lk 70-75 hari).
    Mhon maaf kami tdk dpt menyebutkan angka pastinya karena nilainya ckup bervariasi tergantung pd bbrp faktor antara lain; lokasi, situasi &kondisi lahan, letak &jumlah kolam, jumlah tenaga kerja serta kelengkapan peralatan bd daya yg dimiliki. Namun demikian sebagai patokan (perkiraan kasar) pada kondisi normal, 3000 ekor bibit ikan lele tsb dpt diproyeksikan menghasilkan lk 3 kwintal (300 kg) ikan lele (8-12 ekor/kg).

    BalasHapus
  45. NB: Pertanyaan Bayu di bawah ini di-copy paste-kan dari shoutbox

    # bayu pak, dari segi keuntungan, ternak lele yang menguntungkan yang mana--utk komsumsi atau bibit? trim. kalau berkenan bisa dijawab ke email: bayugunawan@
    2009-08-21 7:00 AM
    #
    JAWABAN u/ Sdr. Bayu :
    Untuk aktifitas usaha yg murni profit oriented tentu yg disebut untung apabila total nilai penjualan mampu menutupi seluruh biaya produksi ditambah margin laba dlm kurun waktu yg sesingkat mungkin. Pada usaha bd daya lele, siklus waktu pembibitan jelas lebih singkat dbandingkan pd pembesaran namun dperlukan perhatian & ktrampilan pnanganan yg lebih (ketelitian & extra ke-hati2-an) mengingat pd usaha pembibitan saat ini tingkat kematian benih masih dirasa cukup tinggi. Hal ini boleh jadi dsebabkan oleh bberapa faktor al: kwalitas benih, rentannya ksehatan benih terhadap serangan parasit/ jamur & penyakit lainnya serta terjadinya prubahan pola musim/cuaca akhir2 ini.
    Pada usaha bd daya ikan lele konsumsi (pembesaran) dng media kolam terpal, variabel biaya produksinya terdiri dari ;
    a. investasi lahan, (beli atau sewa), u/ lahan milik sendiri sbaiknya ttap dhitung sbg lahan sewa
    b. pembuatan kolam
    c. pengadaan terpal & sekam
    d. pengadaan air baku yg memenuhi standar bd daya
    e. pengadaan bibit (umumnya bibit ukuran 4/6 atau 5/7)
    f. penyediaan pakan (dlm hal ini pakan buatan/ pellet)
    g. garam, pupuk organik, vitamin, supplemen &obat-obatan serta probiotik
    h. pengadaan, operasional & perawatan alat-alat bd daya
    i. upah tenaga kerja (walau dikerjakan sendiri, faktor upah sbaiknya tetap dhitung sbg biaya produksi)
    j. overhead cost (biaya tak terduga), terutama saat panen.
    Jika tidak terdapat kendala/ gangguan maka ikan lele sudah dapat dipanen pada usia 70-75 hari bd daya.
    Faktor yg paling dominan dari seluruh biaya produksi adalah pengadaan pakan (pellet) yg dpt mencapai 60-70% dari total biaya produksi sedangkan faktor2 produksi lainnya dpt dikatakan relatif kecil &sangat bervariasi. Jika diasumsikan nilai FCR=1,0 bisa dicapai maka secara umum nilai keuntungan dpt diperkirakan dari selisih antara harga jual daging ikan dan harga pakan (pellet).
    catatan: FCR=Food-Consumtion Ratio, adalah nilai ratio berat pakan thd berat daging ikan yg diproduksi. FCR=1,0 artinya 1 kg pakan diproyeksikan dpt menghasilkan 1 kg daging ikan.

    BalasHapus
  46. assalamualaikum, saya dikdik dari bandung, jawa barat.
    numpang tanya pak, saya juga menggunakan media terpal untuk pembesaran lele saya.
    tapi sudah dua kali tebar bibit semuanya mati pak.
    apa karena air di terpal tidak saya hijaukan dulu? atau karena saya menggunakan aerasi dua titik? saya menggunakan air dari sungai, hanya difiltrasi menggunakan ijuk, batubata dan pasir cor.

    mohon pencerahannya pak ,terimakasih.

    BalasHapus
  47. JAWABAN u/ Sdr.Sulis di Moyudan, Sleman, Yk (tertanggal 2009 Agustus 26):
    Pada thap penetasan &pembenihan faktor yg harus diperhatikan adalah :
    1. kolam/ bak tetas harus mendapat cukup cahaya matahari, terlindungi dari hawa dingin dan embun di malam hari. Anda dapat menggunakan penutup atap dari plastik atau bahan lainnya (misal: paranet atau sjenisnya) dimana cahaya matahari msh dpt menembus hingga bagian dasar bak/ kolam pnetasan &pemeliharaan benih
    2. jika temperatur air kolam dpt dijaga pada kisaran 28-30 Celcius (sepanjang hari) maka penggunaan heater sesungguhnya tidak diperlukan (bukan merupakan keharusan)
    3. sedapat mungkin proses aerasi dilakukan secara merata pd bagian tengah dan tepi bak pnetasan/ pmeliharaan benih
    4. selama proses penetasan berlangsung, ketinggian genangan air dlm bak pnetasan dijaga berkisar antara 25-40 cm
    5. sesegera mungkin pisahkan telur yg gagal menetas/ benih yg mati dari lingkungan bak pnetasan/ pembenihan
    5. secara rutin & hati2 lakukan penggantian air setiap 15-20 hari sekali selama pemeliharaan benih
    6. sebelum diberikan pada bibit ikan, pastikan cacing sutera telah dbersihkan terlebih dahulu (hrs betul2 bersih) dari segala kotoran dan bibit penyakit spt jamur/ parasit dsb. Cacing sutera yg baik u/ pakan bibit ikan adalah yg berwarna merah & dlm kondisi masih segar. Hindari pemberian cacing sutera yg berwarna merah pucat, kekuning-kuningan atau yg telah mati.
    7. Proses pembersihan cacing sutera dpt dilakukan dng cara mengalirkan air pd wadah cacing sutera. Lakukan berulang-ulang (terkadang bisa sampai 7x atau bahkan lebih) hingga cacing betul2 dlm kondisi bersih & tetap segar (air pembilasan terlihat bening tanpa ada kotoran2 yg mengambang atau mengendap). Ada kalanya (hanya jika mmng dperlukan) dpt dtambahkan sdikit larutan PK pada thap akhir proses pembersihan guna mmatikan bibit penyakit/ parasit yg mungkin msh trdpt pd tbuh cacing sutera.
    8. pada saat malam hari tutuplah permukaan bak tetas guna melindungi benih ikan dari kemungkinan terjadinya perubahan temperatur ruang yg tiba2 dan dari serangan hewan2 pemangsa.

    Pada kondisi normal tidak diperlukan obat2an khusus bagi benih yg baru menetas. Perhatian justru harus lebih dfokuskan pd upaya menjaga kondisi air kolam/ bak tetas selama masa prtumbuhan benih, baik temperatur, kandungan oksigen maupun tingkat kejernihan-nya. Probiotik jenis Lactobasillus dpt diberikan sbg campuran pakan saat bibit lele mulai dpt mengkonsumsi pakan buatan/pellet. Berbagai informasi produk probiotik & suplemen bisa anda peroleh di poultry2 (toko2 pakan & peralatan bd daya ternak, unggas &perikanan) terdekat di sekitar tempat anda. Utk informasi selengkapnya ttg jenis/type dan merk probiotik yg bisa digunakan, silakan sdr Sulis kontak pk Mursidi langsung di ponselnya.Terima kasih.
    *[Admin IKT].

    BalasHapus
  48. Asslamualaikum pak,

    Saya sekarang sedang merencanakan budidaya ikan lele dengan kolam terpal.Tp saya masih bingung dan ingin menananyakan langsung kepada Bapak.Yang ingin saya tanyakan :
    1. Apakah dalam pembuatan kolam terpal perlu ditambahkan tanah dalam kolam tersebut sebelum dikasih air?
    2. Bahan apa saya yang perlu ditambahkan dalam kolam sebelum dikasih air,dan berapa dosisnya ?
    3. Bagaimana caranya mengganti air pada saat kolam tersebut sudah digunakan ?berapa banyak ai yang ditambah dan dibuang? ( saya lihat foto diatas kolam Bapak termasuk kolam galian,Bagaimana caranya membuang air?apakah dengan cara dipompa ?)

    Mungkin ini saja dulu yang saya tanyakan.Atas perhatian diucapkan termia kasih.

    Salam,Bastori/Temanggung

    BalasHapus
  49. # JAWABAN u/ Sdr. Didik di Bandung tgl 2009 September 7 :
    Wa 'alaikumussalam wr wb. Sebenarnya banyak sekali faktor penyebab kematian bibit ikan/ lele, antara lain ;
    - kwalitas benih
    - kwalitas baku air bd daya
    - penyakit yg dsebabkan oleh bakteri, virus atau jamur (parasit)
    - serangan hama
    - keracunan
    - perubahan cuaca yg ekstrim, dll.
    Apakah sdr. Didik sdh mencoba saran2 yg prnah kami sampaikan melalui jawaban2 dari pertanyaan2 para pengunjung blog ini sblmnya?
    Air kolam bd daya umumnya berwarna kehijauan (tidak terlalu pekat). Hijaunya air menandakan bahwa kandungan plankton (termasuk zooplankton yg jg merupakan pakan alami ikan) & oksigen terlarut cukup tersedia. Hal ini dpt dbantu dgn pemberian katalis plankton pd saat pre-conditioning air kolam sblm pnebaran bibit dilakukan. Berdasarkan pengamatan & pengalaman kami selama ini pd thap pembesaran lele, aerasi bukanlah mrupakan suatu keharusan. Hal yg lbh penting u/ dilakukan pd bd daya ikan lele media kolam terpal adalah aktifitas pencampuran & pemberian pakan (tepat waktu & takaran) serta pemantauan rutin trhadap kwalitas air kolam & ksehatan bibit ikan lele. Terima kasih. [*admin IKT].

    BalasHapus
  50. #Jawaban u/ Sdr. Bastori di Temanggung tertanggal 2009 September 15:
    Wa alaikum salam wr wb.
    1. Justru tidak perlu. (silakan Anda simak jawaban kami u/ pertanyaan2 sejenis pd kolom KOMENTAR di "Sekilas Tentang Aktivitas Usaha")
    2. Persiapan kolam terpal sebelum pengisian air :
    a. Pembersihan
    b. Pengeringan (dijemur hingga benar2 kering di terik matahari langsung)
    Kemudian pengisian air (pre-conditioning), lk 1/5-1/4 vol maksimum kolam :
    a. penggaraman (200 gram/m3 air), diamkan selama lk 1-2 hari
    b. pemupukan (u/ lebih praktisnya gunakan sj produk2 pupuk organik yg tlh siap pakai), diamkan selama lk 3-7 hari (tergantung kondisi & lokasi)
    Tambahkan vol air kolam + katalis plankton, diamkan selama 2-3 hari & bisa lebih (tergantung kondisi & kwalitas baku air kolam) hingga air berubah warna menjadi bening kehijauan.
    Idealnya sebelum bibit ikan ditebar terlebih dulu dilakukan pemeriksaan secara cermat terhadap nilai pH (6,3-8,5), temperatur (28-30 d Celcius), salinitas (kadar garam) & jika memungkinkan check pula kadar DO (dissolved oxygen) atau oksigen terlarut ( > 2 ppm atau mg/liter).
    Tambahkan probiotik jenis Nitro, dosis 10 ml/m3 atau sesuai etunjuk yg tertera ada label produk yg digunakan.
    3. Utk kondisi normal pd tahap pembesaran lele, penggantian air hanya dilakukan 1x (lk 1 bulan sebelum saat ikan dipanen) & tidak perlu diganti seluruhnya, cukup 30% - 40% nya saja. Teknis penggantian air dpt dilakukan dng 2 cara yakni : alat (mesin pompa) &/ gravitasi. Terima kasih. [*admin IKT].

    BalasHapus
  51. NB: Pertanyaan Totok Oyee di bawah ini di-copy paste-kan dari shoutbox
    [*Admin]
    # Totok Oyee Bade nyuwun pirsa, kalau nebar gurami di petak terpal 2x2 m baiknya berapa ekor ya? Airnya harus ngalir?

    Details
    2009-09-10 2:37 AM
    #
    # JAWABAN u/ Sdr. Totok OYee:
    Sdr. Totok dpt mencoba dulu dgn kpadatan tebar 75-100 ekor/m3 (u/ benih ukuran 'kuku' & kdalaman genangan 80an cm). Salah satu keunggulan bd daya media kolam terpal adalah tdk harus mnggunakan sistem air mengalir walaupun jika dimungkinkan hal itu tntu lbh baik. Namun dmikian hal ini dpt disiasati dng melakukan sirkulasi air kolam (/ resirkulasi jika ktersediaan air baku sgtlah trbatas) pd saat2 trtentu & pen-sipho-an secara rutin terjadwal. Pd kondisi normal di thp pmbesaran (stlh ikan gurami brukuran '5 jari' dst.), penggantian air tdk lagi perlu dilakukan, cukup dgn pen-sihon-an berkala sbulan sekali atau sesuaikan dengan kondisi air kolam & kesehatan ikan. Terima kasih. [*admin IKT].

    BalasHapus
  52. NB: Pertanyaan Affan di bawah ini di-copy paste-kan dari shoutbox
    [*Admin]
    # affan: untuk pembesaran lele apakah mesti ganti air,diempatku kan sulit air efektif gak kalau pake saringan/ aerator?

    Details
    2009-09-10 4:04 AM
    #
    # JAWABAN u/ Sdr. Affan :
    Pada thp pmbesaran, pngggantian air ckup dlakukan sekali yakni sebulan sblm waktu panen tiba. Air kolam tdk prlu dganti sluruhnya, cukup 30-40% nya saja. Jika air terbatas, coba ms Affan gunakn cara resirkulasi yakni sbagian (1/4 - 1/3) vol air kolam dipindhkan ke kolam reserve, kemudian endapkan selama lk 1 atau 2 hari (tergantung kondisi) lalu saring. Jika air masih terlihat pekat, lakukan aerasi & tmbahkan probiotik jenis Nitro secukupnya & alirkan kembali ke kolam pmeliharaan dng sistem pancuran. Semoga lelenya tambah sehat & prtumbuhannya mnjadi lbh baik. Terima kasih. [*admin IKT].

    BalasHapus
  53. pak berapa sih ukuran terpal maksimum yang tidak ada sambungannya ? terima kasih. rusli

    BalasHapus
  54. ass saya susilo dipulau rupat, daerah lahan gambut, apa saja makanan yang diberikan untuk ikan dalam terpal, maklum belum pernah budidaya ikan, dan adakah sebuah ebook yang membahas khusus tentang budidaya ikan dalam kolam terpal?
    matur nuwun

    salam dari


    susilo
    pembukuan782.blogspot.com

    BalasHapus
  55. JAWABAN u/ Sdr. Rusli tertanggal 2009 September 24:
    Ukuran terbesar yg tersedia di toko2 seputaran kota Jogja &sktrnya adalah 10m x 12m. Ukuran lainnya adalah 5m x 5m (u/ kolam 3x3 m2); 5m x 7m (u/ kolam 3x5 m2); 6m x 8m (u/ kolam 4x6 m2); 6m x 10m (u/ kolam 4x8 m2) dan bbrp ukuran lain yg lebih kecil. Umumnya yg dijual dipasaran adalah terpal tipe sambungan (dilakukan oleh pabrik) dng lebar antar sambungan lk 2 m. Jika dikehendaki ukuran terpal yg lebih besar tentu sj hrs dng cara pemesanan terlebih dahulu. Terima kasih [*admin IKT].

    BalasHapus
  56. JAWABAN u/ Sdr. Susilo di P. Rupat (Riau);
    Wa 'alaikum salam wr wb. Terima kasih atas kunjungan ke blog kami. Perihal pakan u/ bd daya ikan di kolam terpal tidak jauh berbeda dng bd daya ikan pd media kolam lainnya. Anda dpt menggunakan pakan alami/ pakan buatan (dpt dbuat sendiri atau produk pakan jadi (pellet) olahan pabrik). Sebelum memilih suatu produk pakan/ pellet hendaknya dicermati lbh dahulu kwalitasnya, kandungan nutrisi serta keseragaman ukuran butiran. Penjelasan lbh lanjut ttg aplikasi pakan/ pellet ini dpt Anda simak pada postingan Komentar dari rekan2 pengunjung blog ini pd bagian 'Sekilas Tentang Aktivitas Usaha' &jawaban kami atas pertanyaan2 yg diajukan seputar pakan, supplemen & probiotik.
    U/ lahan gambut spt daerah anda, sepanjang muka air tanah (MAT) tidak terlalu dangkal shg tanah relatip dpt digali dng mudah serta dpt dibentuk tanggul2 kolam & lereng tanggul (yg sekaligus juga berfungsi sbg dinding kolam) sedemikian rupa shg cukup kuat & stabil maka sistem kolam terpal dpt diterapkan. Hal lain yg perlu diperhatikan adalah cukupnya ketersediaan baku air tawar, baik yg berasal dari sumur2 ataupun air permukaan (kali/ sungai, dsb) yg mmenuhi persyaratan budidaya ikan. Saran kami cermatilah kwalitas baku air tawar (terutama air permukaan) sblm digunakan. Terima kasih. [*admin IKT].

    BalasHapus
  57. Pak, lalu pembuangan airnya gimana?

    BalasHapus
  58. Assalamualaikum pak,, saya jakfar dari surabaya. Numpang nanya,
    1. Jenis lele yang paling baik di budidaya jenis lele apa ya pak... mohon di beri alasan / penjelasan pak, karna saya masih pemula.
    2. yang harus diperhatikan dalam memilih bibit lele yang bagus, agar tidak banyak yang mati...
    3. Manfaat dari penghijauan air sebelum bibit di tebar itu apa ya pak.. dan bagaimana cara melakukan penghijauan air yang tepat..

    Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan ribuan terima kasih..
    Wassalamualaikum Wr. Wb..

    Mohammad Jakfar

    BalasHapus
  59. Jawaban u/ pak nDot (10 Okt 2009):
    Pak nDot bisa pilih pembuangan/ pengurasan air dng cara pompa mesin/lisrik atau cara gravitasi langsung. Silakan simak jawaban kami atas pertanyaan sejenis pada kolom KOMENTAR di 'Sekilas Tentang Aktivitas Usaha'. Terima kasih. [*admin IKT].

    BalasHapus
  60. JAWABAN u/ Sdr. Mohammad Jakfar di Surabaya (13 Okt 2009).
    Wa alaikum salam wr wb.
    1. Lele dumbo yg banyak dibudidayakan di DIY, Jateng &Jabar adalah jenis Sangkuriang sedangkan di Jawa Timur selain jenis Sangkuriang juga banyak budidaya lele jenis Phyton.
    2. a. kesehatan bibit (dpt dipantau secara visual, sepintas terlihat dari gerakan bibit lele yg lincah & aktif), tidak trdapat tanda2 kelainan fisik, cacat atau luka.
    b. upayakan tercapai keseragaman bibit ; seukuran, seumur & seindukan.
    c. khusus u/ budidaya lele di kolam terpal jika menginginkan hasil yang baik maka bibit lele harus berasal dari pembibitan lele pada media kolam terpal/ permanen juga, bukan dari media kolam lainnya.
    3. Hijaunya air menandakan bahwa plankton yg merupakan sumber pakan alami telah dpt tumbuh & berkembang. Selain itu air yg bening kehijauan juga menandakan cukupnya ketersediaan oksigen terlarut u/ tumbuh berkembangnya bibit ikan. U/ mnjaga ksehatan & prtumbuhan bibit ikan yg optimal maka kadar oksigen terlarut hrs dijaga tdk kurang dari 2 ppm atau lk 2 mg/liter. Hijaunya air diperoleh dng cara pemupukan (campuran pupuk kandang buatan sendiri atau pupuk organik olahan pabrik yg telah banyak tersedia dipasaran) kemudian air kolam didiamkan selama bbrp hari (3-7 hari) hingga terlihat berwarna bening kehijauan. Selain itu yang patut dicermati adalah kmungkinan tumbuh &berkembangnya ganggang (algae) yg tak terkontrol (blomming algae) krn dpt menyerap kadar oksigen terlarut secara berlebihan dan menyebabkan air kolam terlihat pekat. U/ mengatasi hal ini anda dpt menggunakan merk probiotik yg mengandung bakteri jenis nitro (nitrobacter) yg skaligus dilengkapi formula khusus pengendali algae ini.
    Silakan sdr Jakfar memilih cara yg paling sesuai dng kondisi di daerah anda. Jangan ragu u/ selalu terus mencoba & melakukan inovasi & pengembangan teknologi tepat guna yg ramah lingkungan. Semoga sukses. Terima kasih. [*admin IKT].

    BalasHapus
  61. NB: Pertanyaan di bawah ini di-copy paste-kan dari shoutbox
    [*Admin]
    # Faiz Asslmkm,Pak mengatasi bibit lele mati sehabis tebar gmn? apa airnya dihijaukan dulu? probiotik untuk bibit lele merknya apa?. Syukron khair atas jwbnya..
    Details
    2009-10-28 3:44 AM
    JAWABAN u/ Sdr. Faiz
    Wa 'alaikumsalam wr wb.
    Disamping menggunakan kwalitas bibit yg memenuhi standar, faktor lainnya yg juga sangat penting pd usaha budidaya perikanan adalah senantiasa menjaga &mempertahan kwalitas air kolam. Hal ini dpt dilakukan dengan pemantauan secara rutin/ berkala. Cara penebaran bibit pun hendaknya dilakukan dng hati2 & seksama. Hindari cara & waktu penebaran yg dpt menyebabkan bibit ikan menjadi stress. Jawaban kami u/ pertanyaan sejenis ttg penebaran bibit, hijaunya air & probiotik dpt saudara Faiz simak kembali pada bagian Komentar 'Sekilas Tentang Aktifitas Usaha' di blog ini. Terima kasih. Jazakallaah khair. (*admin IKT).

    BalasHapus
  62. Assalaamu'alaykum wr wb
    Pak saya mau tanya bagaimana caranya supaya ikan lele bisa makan dengan lahap untuk mempercepat pertumbuhannya? terima kasih atas tanggapannya.

    wassalam
    eka

    BalasHapus
  63. Terima kasih atas pencerahannya,
    Saya merasa mendapat petuah2 bijak ketika mengunjungi blog ini,semoga kedepannya rekan2 yang akan memulai bisnis dibidang budidaya lele semakin termotivasi.

    salam sukses selalu
    Mas Anwar

    BalasHapus
  64. Spektakuuler pak, saya teguh dari bojonegoro saya peternak lele.satu masalah yang saya hadapi yaitu kematian benih yang baru menetas di kolam terpal.kira2 apa penyebabnya.suwun
    cemot_bjn@yahoo.com

    BalasHapus
  65. Assalamu'alaikum.
    saya M nur peternak lele pemula, sekarang saya mengalami masalah dengan matinya ikan lele setiap hari itu mencapai 8 ekor. kolam yang saya buat juga dari terpal namun warnanya hitam dan ukurannya sekitar 1,5 X 1 M, nah kira2 apa penyebab matinya ikan tersebut dan bagaimana solusi.
    apakah ada penagruh dengan air hujan yang terus ditampung dalam kolam atau apa kendalanya. terima kasih untuk jawabannya.
    wassalam.

    BalasHapus
  66. Dari:heru Pendowoharjo,Sewon,Bantul... Maaf kami baru saja bikin kelompok ikan... Saya mau tanya untuk penguatan modal usaha bagaimana Pak... Terimakasih

    BalasHapus
  67. ass...,saya dito di gresik pak, saya sudah memunyai empat kolam terpal lele n sudah beberapa kali panen tetapi kurang puas dengan hasil beratnya, yg mau saya tanyakan bagaimana supaya berat ikan lele mencapai berat yang maksimal n berapa usia siap panennya.? Thank pak
    klu bisa jawabanya di kirim ke email saya juga
    nan_dito_13@yahoo.co.id

    BalasHapus
  68. Nama saya Roy, saat ini tersedia lahan 1 hektar yg siap untuk dijadkan kolam, cuman saya masih bingung set up biayanya dan dari mana dulu yg perlu saya lakukan, berapa ukuran kolam yg baik dan berapa banyak sebaran bibit lele per kolam. mohon informasinya bisa di emailkan ke roy_ferdiansyah@yahoo.com. Terimakasih

    BalasHapus
  69. Saya Bagus di semarang.
    Berdasarkan pengalaman saya membesasarkan lele,pembesarab lele sangatlah mudah,lele ikan yang tahan banting pada ukuran 4-6.semua tergantung bibitnya klo emang nggak bagus 2-5 hari dipelihara akan banyak yg mati bahkan semuanya.jadi carilah bibit yg bagus yang cocok dg linkungan anda.cobalah terus sampai berhasil.selama ini saya berulamg kali mencoba
    etelah mendapatkan bibit yg bagus dan cocok cukup bibit ukuran 4-6 sejumlah 300-300 ekor saya masukan ke akuarium ukuran 120x50x50 saya kasih pakan F999 2kg selama 3 minggu.setelah 1.5 bulan akuarium dan bibit telah berukuran 8cm saya pindak kekolam semen ukuran 1.5 m persegi.2 bulan kemudian lele sdh berukuran 10-12cm campur saya sortir dan saya pisahkan menjadi 2 kolam tetap menggunakan kolam ukuran 1.5m peregi.agar ikan cepat besar bukan karena ukuran kolam tapi tergantung banyaknya pakan,isinilah masalah utamanya pellet mahal sekilo Rp 8000 jadi rugi.jdi kesimpulan saya berternak lele sangat mudah tidak butuh air jernih mengalir,aquator,kolam luas dll.cukup bibit yg bagus dan kasih pakan yg banyak.ukuran 4-6 setelah dipelihara 1-2 minggu hidup ditanggung pasti hidup sampe panen.selamat mecoba tips dari saya pasti sukses!

    BalasHapus
  70. Dari Adi,
    Pak gimana caranya membuat air kolam berwarna hijai dengan cepan dan aman bagi bibit gurami

    BalasHapus
  71. + Jawaban u/ Sdr. Eka.
    Pilihlah produk pakan buatan /pellet yang berkwalitas baik dan tambahkan vitamin C, B1 & B2 (atau B complex, jika tersedia). Enzim pemacu pertumbuhan boleh diberikan pada fase awal pertumbuhan ikan pada saat lele sdh dpt mencerna pakan buatan.(lk umur 2 minggu ke atas). Sedapat mungkin aturan pemberian pakan mengacu pada 3 hal yakni: tepat kwalitas, tepat takaran & tepat waktu (toleransi waktu maksimum adalah +- 1 jam). [*admin IKT]

    BalasHapus
  72. +Jawaban u/ Mas Anwar
    Terima kasih atas kunjungan dan atensi-nya Mas Anwar pada blok IKT. Harapan mas Anwar adalah harapan kita semua tentunya. Salam kembali dari kami di IKT. [*admin IKT]

    BalasHapus
  73. +Jawaban Sdr Teguh H Prayitno di Bojonegoro
    Penyebab kematian ikan lele pada tahap pembenihan bisa disebabkan banyak faktor, antara lain : kwalitas & kesehatan bibit, kwalitas baku air budidaya, pre-conditioning kolam sebelum tebar benih, serangan hama dan penyakit, dll. Hal yang tidak kalah penting u/ diperhatikan adalah menjaga kondisi air kolam. Pantaulah parameter kwalitas air kolam budidaya secara teratur seperti nilai pH netral (6,8-7,5), kandungan oksigen terlarut (> 2 ppm), temperatur (idealnya antara 26-28 derajat celcius), kepekatan air kolam dsb secara rutin. Terima kasih. [*admin IKT]

    BalasHapus
  74. +Jawaban u/ Sdr M Nur
    Waalaikum salam wr wb. Untuk kolam2 terpal ukuran kecil sebaiknya tingkat kepadatan tebar lele normal atau 125-150 ekor/m3. Kedalaman genangan air harus dijaga dan jangan kurang dari 80cm. Pakan harus selalu dikontrol kwalitas, takaran dan waktunya. Endapan lumpur di dasar kolam dari sisa2 pakan dan kotoran harus dibersihkan, pada kondisi normal minimal sekali selama proses budidaya (praktisnya dengan disedot pakai selang karet/plastik, atau pipa paralon) dan sebagian air yang terkuras saat penedotan (lk 30%) harus segera diganti dengan air baru yang memenuhi syarat bd daya + penggaraman secukupnya. Kwalitas air hujan tentu harus dicermati sebelum digunakan sebagai baku air budidaya karena nilai pH nya yang selalu berubah-ubah dan cenderung asam. Pengalaman kami di IKT jika terpaksa harus menggunakan air hujan sbgai baku air bd daya maka air hujan tsb diendapkan dahulu di kolam pengendapan selama lk 2-3 minggu + penggaraman secukupnya. Salah satu cara termudah dan praktis yang dapat dicoba adalah dengan mencuci tangan + sabun kemudian dibilas dengan air hujan yang telah di-treatment tsb. Jika tangan tidak lagi terasa licin (bhs jw : 'lunyu') maka air hujan tsb telah dapat digunakan. Terima kasih. [*admin IKT]

    BalasHapus
  75. +Jawaban u/ Sdr.Heru di Pendowoharjo, Sewon, Bantul DIY
    Maaf juga mas Heru, karena kesibukan kami maka pertanyaannya baru terjawab sekarang. Kelompok yang telah terbentuk hendaknya segera didaftarkan di Dinas Perikanan setempat agar memperoleh nomor registrasi. Melalui kelompok yang telah teregistrasi mas Heru dapat mengikuti program2 pengembangan usaha kecil dan menengah yang sedang digalakkan oleh pemerintah antara lain; bantuan bibit bersubsidi, peralatan teknis budidaya (sprti pompa air, terpal dsb), pelatihan teknis bd daya perikanan, manajemen pengembangan usaha dll. Terima kasih. [*admin IKT]

    BalasHapus
  76. +Jawaban VIA EMAIL u/ Sdr Dito di kota pudak Gresik, Jatim.
    Coba mas Dito tambahkan beberapa jenis vitamin (C, dan B complex) saat pencampuran pakan serta enzym pemacu pertumbuhan (sejenis amilase & protease) terutama disaat lele berumur kurang dari 45 hari. Pada media kolam terpal dan kondisi normal usia budidaya lele (intensif) hingga siap panen adalah berkisar 60-80 hari. Bibit yg ditebar ukuran 3/5 atau 5/7, tingkat kepadatan normal (125-150 ekor/m3), FCR (rasio berat pakan thd daging yang dihasilkan) = 1. Tingkat keberhasilan rata2 mencapai 70%-80%. Terima kasih. [*admin IKT]

    BalasHapus
  77. +Jawaban VIA EMAIL u/ Sdr Bagus di Semarang
    Terima kasih atas informasinya mas Bagus. Kami setuju bahwa budidaya ikan lele bukan hal yang sulit namun harus cermat (kalau boleh kami sebut 'extra hati-hati') dalam memilih benih (yang berkwalitas) serta perhatian pada kwalitas air budidaya. Teknis pemeliharaan seperti yang mas Bagus paparkan semoga dapat menambah wawasan sekaligus pelecut semangat & motivasi bagi rekan2 pembudidaya yang lain. Dengan terus berkarya dan berinovasi serta semangat pantang menyerah terhadap segala keterbatasan dan kondisi yang ada seperti yang telah mas Bagus lakukan semoga dunia perikanan kita semakin maju dan berkembang. Sekali lagi terima kasih mas Bagus. [*admin IKT]

    BalasHapus
  78. +Jawaban u/ Sdr Adi
    Pre conditioning kolam dimulai dengan pengisian air kolam (lk 1/3 - 1/2 volume maksimum) dng kwlitas air baku standar budidaya. Lakukan penggaraman dengan takaran 1-2 ons/m3 air, dosis tidak perlu berlebihan dan diamkan selama 3-4 hari (pada beberapa daerah tertentu butuh waktu lebih lama, hingga 6-7 hari). Tambahkan air kolam sampai mencapai volume tampungan maksimum dengan cara pancuran. Berikan probiotik jenis nitro dengan takaran normal (sesuai petunjuk pada label kemasan produk) dan katalis plankton secukupnya. Nantikan dalam 2-3 hari ke depan, air kolam akan berubah warna menjadi bening kehijauan dan siap u/ ditebari benih gurami. Semoga sukses ya mas Adi. Terima kasih. [*admin IKT]

    BalasHapus
  79. Jawaban u/ Sdr. Cucun di Sumatera.
    Tentu saja bisa pak Cucun. Namun yang perlu diperhatikan oleh bapak adalah cukupnya intensitas cahaya matahari yang masuk ke kolam di dalam rumah. Hal ini dapat disiasati dengan mengganti sebagian penutup atap rumah dengan bahan yang dpt ditembus cahaya matahari, misalnya lembaran plastik gelombang atau bahan fiber jika tersedia.Terima kasih. [*admin IKT]

    BalasHapus
  80. Jawaban u/ Bpk. Anwar.
    Untuk sementara ini penyediaan bibit gurami telah dapat dicukupi dari teman2 kelompok bd daya yang ada di sekitar IKT. Namun demikian tawaran pak Anwar tetap kami catat & perhatikan. Atau mungkin ada rekan2 pembudidaya lain yang tertarik dng pnawaran tsb? Silakan kontak langsung ke Pak Anwar. Terima kasih. [*admin IKT]

    BalasHapus
  81. Jawaban u/ Bpk. Anwar tertanggal 10/12/09
    Ooo, sikat gigi itu untuk memudahkan mengambil telur yang gagal menetas dan untuk memisahkan benih yang mati dari media tetas sesegera mungkin. Tidak perlu sikat gigi yang baru lho, cukup dengan sikat gigi bekas yang telah dibersihkan. Mudah dan praktis bukan? :)

    BalasHapus
  82. Jawaban u/ pertanyaan pak Andhi. tertanggal 04/12/09
    Mohon maaf pak Andhi, sampai saat ini kami di IKT belum prnah menyediakan benih gurami u/ukuran tsb. Di daerah kami (Kab. Kulon Progo, DIY & skitarnya) lebih disukai tebar benih gurami ukuran 'silet' (setara 6-7 cm) atau 'silet plus' atau lk 7-8 cm dengan harga ditempat kami saat ini berkisar antara Rp700,- s/d Rp800,- per ekor. Terima kasih. [*admin IKT]

    BalasHapus
  83. Jawaban u/ pk Khusni (03/12/09)
    Wa alaikum salam wr wb. Untuk gurami ukuran '3 jari' sampai dengan ukuran 4-5 ekor/ kg, jumlah tebaran adalah 15 - 20 ekor/m3. Jika ingin dilanjutkan ke tahap pembesaran sampai ukuran konsumsi (diatas 5 ons/ekor) maka jumlah tebaran dikurangi menjadi 10-12 ekor/m3. Terima kasih. [*admin IKT]

    BalasHapus
  84. Jawaban u/ bpk. Willy di Singkil, Aceh.
    Untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap saudara Willy dapat menghubungi pihak BBI/ UPTD Perikanan Pemda setempat atau Unit Pembenihan Rakyat (UPR) terdekat atau mencoba menghubungi langsung pihak BBPBAT Sukabumi d/a Jl. Selabintana No.17 Sukabumi, Jawa Barat 43114. Telp & Fax 0266 221762.
    Untuk nilai pH << 7 (cenderung asam) memang tidak dianjurkan karena laju pertumbuhan ikan akan terhambat dan resiko kematian cenderung meningkat. Nilai pH terendah baku air budidaya yang pernah kami coba adalah 6,5 namun hasil panennya tidak bisa maksimal. Upayakan nilai pH berkisar antara 6,8-7,5 untuk mendapatkan hasil yang optimal. [*admin IKT].

    BalasHapus
  85. Jawaban u/ Bpk. Abdul Salam (10/11/09)
    Terima kasih atas kunjungan pk Abdul Salam ke IKT serta dukungan semangatnya. Semoga dengan segala keterbatasan yang ada, apa yang kami sampaikan di blog sederhana ini dpt bermanfaat bagi rekan2 sekalian. Mohon maaf jika masih banyak kekurangannya disana-sini terutama dalam menjawab pertanyaan2 maupun komentar yg telah disampaikan baik lewat postingan di blog, via SMS, telpon maupun kunjungan langsung ke lokasi kolam. Terima kasih atas segala masukan, kritik & saran dan berbagi informasi + sharing pengetahuan & pengalaman dari rekan2 sekalian. [*admin IKT].

    BalasHapus
  86. Jawaban u/ Sdr. Noven. (03/11/09)
    Tentu bisa. Jika kami asumsikan rencana kedalaman genangan lk 80-90 cm, kedalaman galian lk 50 cm, tinggi tanggul diatas permukaan tanah asli lk 45-50 cm. Biaya pengadaan terpal kwalitas A5 lk Rp.4500-Rp5000 /m2, (dibutuhkan ukuran terpal 4m x 6m). Utk kondisi tnh normal, ongkos gali lk Rp75-100ribu (2 org tukang gali, sehari kerja), pengadaan air baku bd daya lk Rp1000-Rp1500,-/m3, kepadatan tebar (normal) bibit ikan adalah 125 ekor/m3, pengadaan bibit lele ukuran 4/6 - 5/7 lk Rp100-Rp130 /ekor. Biaya pakan buatan (pellet) lk Rp7000/kg, vitamin, supplemen, probiotik, tetes tebu, garam serta katalis plankton lk Rp.30-50ribu/kolam. Terima kasih. [*admin IKT]

    BalasHapus
  87. Jawaban u/ Sdr. Arjo (di ShoutBox 14/12/09)
    Insya Allah bisa pak. Rekan-rekan kami para pembudidaya ikan air tawar dari Kab. Gunung Kidul-DIY dimana ketersediaan air u/ bd daya sangat terbatas justru semakin bersemangat dan termotivasi dengan teknik bd daya kolam terpal ini. Beberapa hal yang mendorong mereka beralih dari kolam tradisional ke media kolam terpal adalah :
    1. Tidak diperlukan air mengalir secara terus-menerus.
    2. Sirkulasi dan re-sirkulasi hanya dilakukan pada saat-saat tertentu (u/ bd daya lele ckup sekali selama proses bd daya, kira2 sebulan sblm saat panen).
    3. Pada kondisi normal, volume air kolam yang disirkulasi pun tidak perlu seluruhnya, cukup 25%-30% saja. Biasanya sirkulasi dilakukan bersamaan dengan proses pen-siphon-an.
    4. Baku air bd daya dapat dihemat, karena tingkat kebocoran air pada kolam terpal sangat minim.
    5. Jika baku air yang tersedia sangatlah terbatas, maka air hasil pengurasan & sirkulasi kolam tidak langsung dibuang (atau digunakan sebagai penyiram tanaman) tetapi diendapkan dan disaring serta melalui proses 'treatment' bertahap hingga kondisinya memenuhi syarat u/ dpt dgunakan kembali sbg air bd daya. Terima kasih. [*admin IKT]

    BalasHapus
  88. Jawaban u/ Bpk. Hakim (via Shoutbox 26/12/09)
    Pelatihan yang sudah berlangsung selama ini dilaksanakan secara berkelompok. Satu kelompok biasanya terdiri dari 3-5 orang dengan harapan materi yang disampaikan dapat diserap dengan baik dan dikembangkan dalam diskusi kelompok. Untuk lebih jelasnya silakan pak Hakim kontak pak Mursidi langsung di ponselnya. Terima kasih. [*admin IKT]

    BalasHapus
  89. Jawaban u/ Sdr. Tino (18/11/09)
    Kami coba menjawab secara garis besarnya saja; Harga bahan, upah kerja serta angka2 lain yang disampaikan berikut ini berlaku u/ kawasan kota Yogyakarta dan sekitarnya.
    a. biaya pengadaan terpal kwalitas A6 sekitar Rp5500-Rp6000,- /m2
    b. biaya pembuatan 1 kolam ukuran standar (4x8 m2, kedalaman galian lk 50cm, rencana kedalaman genangan air kolam lk 80-90 cm) lk Rp.350-400 ribu untuk jenis tanah lunak-normal.
    c. pengadaan air baku & sewa peralatan pengisi air kolam lk 50rb, upah pekerja selama pengisian lk Rp.25-35ribu /hari
    d. pengadaan benih gurame ukuran 'silet' lk Rp750,-/ekor
    e. pakan alami (cacing sutra/ tubifex sp.) lk Rp45-50ribu /gallon (lk 5 liter)
    f. pakan pellet (ukuran halus, butiran kecil hingga 2-3 mm) rata2 Rp.7500,-/kg (dalam kemasan zak) --> harga ecerannya bisa > Rp.8000,-/kg
    g. probiotik, vitamin, tetes tebu, katalis plankton &supplemen lainnya lk Rp50-75ribu/ kolam (sangat bervariasi tergantung merk produk yang dipilih)
    h. pengadaan garam dapur u/ proses pre-conditioning kolam (dosis 1-2 ons/m3) lk Rp.800-Rp1000,-/kg
    Selamat mencoba dan semoga berhasil. [*admin IKT]

    BalasHapus
  90. +Jawaban VIA EMAIL u/ Sdr Roy.
    Wah pak Roy ini termasuk rekan pembudidaya yang sangat beruntung karena telah tersedia lahan yang cukup luas untuk usaha budidaya. Menurut hemat kami jika lahan yang tersedia adalah datar dan cukup luas maka dapat dibuat kolam-kolam terpal dengan ukuran yang seragam. Kolam yang sering kami buat adalah ukuran standar 4x8 (ukuran terpalnya 6m x 10 m) atau 4x6 (ukuran terpalnya 6m x 8 m) dengan pertimbangan sbb:
    1. ukuran tsb banyak tersedia & mudah diperoleh di pasaran kota Wates, Yogya dan sekitarnya
    2. relatif mudah digelar / disimpan kembali (ringkas, tidak terlalu menyita tempat)
    3. lebih mudah penanganannya jika terjadi kebocoran terpal dbandingkan ukuran kolam yang lebih besar
    4. durasi waktu pengisisan air hingga penuh (dengan bantuan mesin pompa biasa) tidak lebih dari 4,5 jam per kolam (satu mesin pompa)
    5. tanggul kolam dapat dibuat tanpa memerlukan perkuatan dan tidak perlu terlalu lebar, lk 60-70 cm dibagian dasar dan 40-50cm di bagian puncak dengan ketinggian tanggul lk 90cm-1m diukur dari dasar kolam (untuk jenis tanah lempung-normal)
    6. ukuran tanggul pada poin 5 ternyata cukup kuat menahan tekanan pada dinding kolam yang penuh terisi air terhadap kolam disebelahnya yang dalam kondisi kosong. Untuk tanah berpasir tentu dinding tanggul harus dibuat lebih landai
    7. pada pembuatan kolam dengan ukuran standar dengan kedalaman galian lk 50 cm dan tinggi tanggul lk 90cm-100cm maka seluruh tanah galian dapat dijadikan tanggul, nyaris tidak ada sisa tanah galian yang tidak termanfaatkan
    8. tingkat kepadatan tebar bibit ikan adalah 125-150 ekor/m3 (kepadatan normal) dengan kedalaman genangan air 80-90 cm. tingkat kepadatan yang lebih tinggi umumny hanya kami lakukan pada ukuran kolam yang lebih besar (8x8 m2 atau 10x10 m2)
    Saran yang dapat kami sampaikan:
    a. sebelum memulai usaha budidaya pastikan terlebih dahulu ketersediaan baku air yang memenuhi standar dalam jumlah (volume) yang mencukupi sepanjang tahun. Lebih dianjurkan menggunakan baku air yang berasal dari air tanah (sumur tradisional atau sumur bor) dibandingkan dengan air permukaan (sungai, kali atau telaga) apalagi air hujan mengingat faktor pencemaran pada air permukaan yang sulit dihindari.
    b. pembuatan kolam dapat dilakukan bertahap, misal 10 kolam setiap tahap agar tidak terlalu membebani biaya produksi di awal usaha (terkecuali modal awal usaha telah tersedia lebih dari cukup :-) )
    c. pilihah bibit lele yang sehat & berkualitas baik serta tercapai tingkat keseragaman yakni seumur, seukuran dan seindukan.
    d. jika ingin mendapatkan hasil yang maksimal maka pengadaan bibit lele untuk budidaya di media kolam terpal harus berasal dari pembibitan dari media kolam terpal juga. Kami di IKT sudah berkali2 mencoba dan membuktikan bahwa tingkat kematian benih yang berasal dari media kolam terpal jauh lebih rendah dibandingkan media kolam lainnya.Terima kasih kembali. [*admin IKT]

    BalasHapus
  91. aslmkm..saya samantha dipontianak,,saya mau bertanya"apakah pembudidayaan lele dapat menggunakan air pada tanah gambut,,soalnya tanah ditempat tinggal saya gambut.

    BalasHapus
  92. Jawaban u/ Sdri Samantha di kota Pontianak
    Wa alaikum salam wr wb. Untuk lahan gambut, yang perlu anda cermati adalah kandungan organik yang umumnya diatas nilai rata-rata selain itu juga kadar mineral. Sejauh yang kami ketahui, syarat minimal kwalitas baku air pada budidaya ikan air tawar yang harus terpenuhi adalah ;
    1. derajat keasaman (pH netral, sekitar 7)
    2. kandungan oksigen terlarut DO, (dissolved oxygen) >2 ppm, syukur jika lebih. Pada usaha bd daya yang bersifat intensif nilai DO ini harus dapat dipertahankan pd tingkat 5-8 ppm.
    3. tingkat kejernihan, dapat diukur dari konsentrasi padatan terlarut (TDS)
    4. temperatur normal, idealnya 26-28 derajat Celcius malam hari dan boleh sampai 30-an derajat celcius di siang hari
    5. salinitas (kadar garam) optimal adalah 12-20 ppt (part per trillion)
    6. Kadar mineral logam yang rendah-normal
    jika kwalitas baku air yang tersedia belum memenuhi persyaratan maka tentu perlu dilakukan 'treatment' terlebih dahulu sebelum digunakan sebagai air bd daya. Upaya 'treatment' terkadang cukup sederhana dengan cara pengendapan dan penyaringan (fltering) biasa, namun pada situasi dan kondisi tertentu (misal pd saat musim kemarau di tempat kami) maka proses treatment tidak lagi dapat dikatakan sederhana dan murah. Diperlukan proses yang bertahap dan membutuhkan waktu serta kesabaran hingga diperoleh tingkat kwalitas air yang memenuhi persyaratan spt disebutkan diatas. Terima kasih. [*admin IKT]

    BalasHapus
  93. Jawaban u/ Sdr. Tino (via email 12-01-2010)
    Kurang tepat juga kalau ada anggapan bhw usaha bd daya lele lbh gampang & lebih minim modalnya dibanding bd daya gurami. Justru modal awal bd daya lele biasanya lbh besar dbanding bd daya gurami mengingat faktor biaya pakan (pellet) yg dpt mencapai lk 70% dari total biaya produksi di thap pembesaran. Perihal gampang atau sulit itu relatif, tergantung pada banyak faktor dari sisi mana
    kita menilainya. Terus terang kami di IKT juga memulai semuanya dari nol, hanya bermodalkan tekad dan semangat ingin mengembangkan potensi lahan dan pekarangan di lingkungan sekitar yg selama ini dirasa kurang produktif. Yang namanya kesulitan sdh pasti ada namun justru menjadi tantangan krn dari sisi inilah proses belajar bd daya dimulai. Saran kami, jika blm pernah sama sekali mencoba usaha bd daya perikanan maka sdr Tino dpt memulai nya dng skala yang kecil dahulu. Seiring dng waktu dan bertambahnya pengetahuan & pengalaman ber-bd daya maka usaha ini mulai dpt dikembangkan, setahap demi setahap, perlahan namun pasti. Dalam usaha bd daya perikanan sebaiknya dihindari sikap tergesa-gesa & keinginan u/ segera terjun ke skala yang besar karena hal ini hanya akan menjadi boomerang mana kala perhitungan anda meleset. :-(
    Jika sdr Tino punya waktu luang (kapanpun) silakan jika ingin berkunjung ke lokasi IKT. Banyak juga rekan2 pembudidaya dari luar kota yang datang berkunjung langsung ke lokasi kolam skedar ingin melihat scara langsung proses bd daya & kegiatan sehari-hari kami di IKT. Bahkan ada pengunjung blog IKT yang jauh2 terbang dari Jakarta (brangkat pagi hari & kembali ke Jakarta pd sore hari yg
    sama) hanya karena begitu tertarik dng teknologi tepat guna yang telah diterapkan serta inovasi2 bd daya yang dpt terus dikembangkan pada media kolam terpal ini. Terima kasih. [*admin IKT]

    BalasHapus
  94. Dari shoutbox (2009-10-30):
    # ENDANG "salam kenal, saya dari Karangjati (Semarang) punya kolam permanen ukuran 3x 4 m, kotak dengan tinggi krg lbh 70 cm apa bisa untk gurami?"

    +Jawaban (via telp, awal Nop 2009 yl) atas pertanyaan Ibu/Sdri. Endang diatas kami posting kembali sbb:
    Kolam tsb msh memadai u/ pemeliharaan gurami ukuran 'silet' hingga mencapai ukuran maksimum '3 jari'. Namun u/ dilanjutkan ke tahap pembesaran (ukuran '5 jari' hingga kiloan) sebaiknya kedalaman genangan harus ditambah. Karena kolam yg ada adalah kolam permanen maka cara yg bisa ditempuh adalah 'meninggikan' dinding/ tanggul kolam dengan tumpukan bata/ batako sekitar
    30-an cm kemudian dipasangi terpal ukuran minimal 5mx6m sehingga menjadi kolam pemeliharaan gurame dengan ukuran 3mx4m dgn kedalaman 1m (kedalaman genangan air 80-90cm). Terima kasih. [*admin IKT].

    BalasHapus
  95. Asssalamu'alaikum ...

    Pak saya sangat tertarik untuk memulai usaha pembesaran lele. karena kondisi daerah yang agak sulit airnya, jadi niatnya saya mau pake kolam terpal. Sebagai pemula tentunya saya masih awam n blom ckup ilmunya pak. Sbenarnya ukuran tebar ideal lele itu berapa pak per meternya3 soalnya ada yang bilang bisa nyampe 300. SOal pakan, pakan alternatif apa yang baik tapi tetap bisa memenuhi kebutuhan protein lele, biar margin yang didapat lebih besar, soalnya klo mengandalkan pakan pabrik marginnya terlalu kecil. Mohon infonya.

    Terima kasih

    BalasHapus
  96. +JAWABAN u/ Pak Suparyo.
    Wa alaikum salam wr wb. Maturnuwun sdh mampir ke blog kami.
    Bolehkah kami tau lokasi mas Suparyo (eh.. enaknya dipanggil mas apa pak ya?, mas aj ya.. biar lbh akrab :p) di daerah mana? Untuk tujuan bd daya intensif. kepadatan tebar normal lk 125-150 ekor/m3, kpadatan sedang lk 200-250 ekor/m3, kpadatan tinggi >300 ekor/m3. U/ kolam standar ukuran 4x6 m2 & 4x8 m2 dianjurkan kpadatan tebar normal. U/ kolam yg lebih besar misal 6x6 m2 & 4x10 m2 boleh dicoba tingkat kpadatan sedang. Kepadatan tinggi selama ini hanya kami lakukan pada kolam berukuran 8x8 m2 keatas. Diperlukan perhatian extra, khususnya pada proses bd daya dng tingkat kpadatan tinggi. Semua kolam yg kami sebutkan tsb rata2 memiliki kedalaman genangan lk 80-90 cm dan ukuran tebaran bibit adalah 4-6 atau 5-7.
    Pakan tambahan boleh diberikan sbg alternatif mensiasati tingginya harga pakan pellet (olahan pabrik) akhir2 ini. Anda bisa menggunakan usus (bhs jw nya 'jeroan') unggas/hwan ternak (bisa dbeli dipasar2 setempat atau rumah pemotongan hewan terdekat) yg dimasak/direbus terlebih dahulu kemudian dicacah sblm diberikan pada ikan lele. Bisa jg dng cacahan siput/ bekicot bahkan keong (jangan lupa tetap harus dimasak dulu agar lbh lunak & higienis tentunya..). Pakan tambahan ini sebaiknya mulai diberikan setelah lele berusia 6 minggu keatas. Beberapa rekan kami ada juga yg memberikan pakan tambahan dari daun2an yg bisa ditanam di tepi2 kolam (jd bs lbh ngirit krn nggak semua bahan harus beli.. ), misal; ganjah gurame, talas (keladi), kangkung daun pepaya dll.
    Alhamdulillah sampai saat ini dng pakan tambahan tsb lele terlihat sehat dan panen bisa dilakukan pd usia 70-80 hari budidaya, tingkat keberhasilan mencapai 70-an %, dengan ukuran rata2 8-10 ekor/kg (ukuran konsumsi). Untuk lele yg belum mencapai ukuran tsb saat usia panen (biasanya ada sekitar 10-20% dari total berat) dpt dipelihara kembali di kolam terpisah selama lk 1-2 minggu. Selamat mencoba dan semoga sukses ya mas Suparyo. Kami tunggu lho kabar perkembangan selanjutnya. Wassalam wr wb.
    [*admin IKT].

    BalasHapus
  97. Saya pembudi daya baru dari sentolo selatan kenteng tugu potelot saya cuma mau tanya jenis pelet
    781 dari pokpan
    sama spla dari comfed bagusan mana ya dan saya pakek em 4 dan selmulti kira2 masih kurang apa lagi trim

    BalasHapus
  98. Dapat dikatakan relatif sama mas, hanya sj dimusim kemarau dmana suhu udara malam hari justru lumayan dingin (bhs jw:'mbediding') disarankan pd thp pmbesaran ikan gurame mas Indar gunakan saja pakan pellet yg kandungan proteinnya tdk terlampau tinggi (kisaran 30%-35%). Porsi pakan tambahan berupa daun2an hijau lbh ditingkatkan. Aturlah jdwal pen-siphon-an secara ketat & tepat waktu (jngan terlmbat atau ditunda-tunda, walaupun cuma sehari !). Tentang penggunaan EM4 dan SelMulti, menurut kami sdh ckup bagus. Bila perlu tambahkan juga vit C saat pencampuran pakan (bs dbeli di poultry2 terdekat) yg dibuat khusus utk bd daya ikan. Hal ini dmaksudkan u/ mmbantu mnjaga daya tahan tubuh ikan terhadap pengaruh perubahan pola musim yg mulai sering terjadi akhir2 ini. Semoga usaha bd daya nya mas Indar semakin maju. Kalo boleh sekali waktu kami akan sempatkan dolan (main) ke tempat panjenengan, mengingat jarak kita yang tidak terlampau jauh kan?. Terima kasih, sdh sempatkan mampir ke blog kami. *[Admin]

    BalasHapus
  99. +Jawaban u/ pk Candra di Jakarta.
    Mohon maaf, sementara ini kami hanya menggunakan pakan pellet baik tipe apung maupun tenggelam pada bd daya (intensif) pembesaran lele maupun gurame. Pada awalnya ada beberapa rekan pembudidaya di IKT yg mencoba mengkombinasikan pakan alternatif dan pakan pellet untuk mensiasati semakin mahalnya harga pakan pellet. Namun mengingat keterbatasan waktu & minimnya peralatan pengolah pakan buatan yang dmiliki maka berangsur-angsur kami pun kembali menggunakan formula pakan jadi (pellet). Atau mungkin ada diantara pengunjung blog yg berkenan berbagi informasi & pengalaman ttg pembuatan pakan apung alternatif? Silakan, kami tunggu masukan dari rekan-rekan pembudidaya sekalian. Terima kasih. *[Admin]

    BalasHapus
  100. +Jawaban atas pertanyaan sdr Anonim :. (di Shoutbox tertanggal 23/01/2010 :
    Pakan alternatif sbenarnya ckup beragam. Utk ikan gurame anda bisa menggunakan bahan hijauan daun2an sperti senthe (sjenis talas), ganjah gurami, ktela, pepaya, turi dll. Utk ikan lele bs diramu dari bahan katul/ dedak halus, jagung, bungkil kacang tanah/ kacang kedelai, minyak nabati, ikan rucah atau tepung ikan. Tentu diperlukan ketekunan, kesabaran dalam mmbuat pakan alternatif yang 'pas' komposisinya & 'paling cocok' u/ dterapkan pd bd daya perikanan di daerah anda (lain daerah bisa lain lho ceritanya). Cara lain yg lbh praktis adalah dng mmanfaatkan bahan jeroan ayam yg direbus trlebih dahulu (jk tersedia dlm jumlah cukup, usus jenis unggas lainnya jg boleh). Apapun bahan2 yg digunakan dlm pembuatan pakan alternatif, hal yg penting u/ dprhatikan adalah kandungan nutrisi dan kwalitas (nilai) gizi dari cmpuran pakan tsb yg sedapat mungkin mmnuhi standar kwalitas pakan u/ budi daya perikanan. Terus terang pd tingkat bd daya intensif & super intensif kami tdk menggunakan pkan tambahan (alternatif), semuanya full pellet. Walaupun ckup berat, hal ini tetap kami tempuh demi tercapainya target waktu & standard kwalitas hasil produksi. Terima kasih. *[Admin]

    BalasHapus
  101. Sugeng siang pak, saya ivan,saya mau mencoba untuk bd daya ikan kolam terpal,apakah bapak juga menyediakan benih?dan apakah bapak dapat membantu dalam memasarkan hasil panen kami?(mudah2an sampai panen...hehe..:)matur nuwun pak mur...

    BalasHapus
  102. Nderek iklan pak Mur. Kami. Pokdakan argominoarum. Yogyakarta. Menawarkan bibit ikan gurami,lele,bawal,nila,graskap. Bibit gurami dan lele kami budidayakan dalam kolam terpal, sehingga memiliki ketahanan dan adaptasi lingkunan lebih baik. Kami siap melayani pengiriman jawa dan luar jawa. (arman)
    081328263803
    argominoarum@gmail.com
    argominoarum.blogspot.com

    BalasHapus
  103. Sugeng siang pk Ivan. Jika yg dmaksud benih lele, sampai bln depan trsedia 3-5 hingga 5-7 & glondongan. Utk bibit gurame mulai dari ukuran 'silet' s.d 3 jari. U/ pemasaran kami melayani sampai ke luar pulau Jawa. Monggo, alamat usaha & domisili pk Ivan bisa diinfokan pd kami. Mugi2 sukses ngantos panenipun nggih pk Ivan. :) *[admin]

    BalasHapus
  104. assalaamu'alaikum
    mw nanya nih pak..sy tertarik sekali dengan budidaya ikan.sy bru mw merintis ini pak..
    yg sy tanyakan
    - apa kita bs menggunakan air PDAM u/ mengairinya?
    - dimana kita bs mendapatkan batu ziolit?

    BalasHapus
  105. untuk budidaya lele intensif berapa padat tebarnya pak & super intensif berapa juga.
    untuk pakan apakah full kw 1 (protein tinggi) atau biasa plus vitamin pak terimakasih.

    BalasHapus
  106. JAWABAN u/ pertanyaan Sdr. Anonim (tertanggal 01 Feb 2010)
    Wa 'alaikum salam wr wb.
    Secara umum air PAM boleh2 sj dgunakan sbg air budi daya namun demikian tetap diperlukan adanya proses pengendapan sbg langkah awal dlm tahapan bd daya mengingat air PAM umumnya telah terkandung bahan2 additive seperti kaporit, dsb. Di bbrpa kota besar (terutama kawasan industri), justru pada air PAM ini sering didapati adanya 'lumpur' (bhs jw: 'lendut') dan kotoran2 lainnya. Jika kbetulan anda mndapatkan kwalitas air PAM yg demikian tentu perlu di 'treatment' trlebih dulu. Setidaknya dengan pngendapan dan penyaringan barulah kemudian dilakukan tahapan pre-conditioning berikutnya yakni; penggaraman, pemupukan/ katalis plankton, dst.
    Batu2 zeolit bisa diperoleh di toko2 aquarium, biasanya tersedia dalam berbagai ukuran. Ada yang berbntuk serbuk, butiran halus (kecil), sedang (1-2 cm) hingga ukuran 5-7 cm, dst. *[admin].

    BalasHapus
  107. JAWABAN u/ pertanyaan Sdr. Herukun (tertanggal 01 Feb 2010)
    Budi daya lele intensif, tingkat kepadatan sekitar >150-250 ekor/m3, kolam 6x6 atau 4x10 m2, kdalaman genangan air minimal 90 cm, pakan full pellet kwalitas bagus (type apung atau tenggelam) + probiotik (jenis lactobasillus) & supplemen berupa mollase (tetes tebu, dicampur pd pakan) yg semuanya bs didapatkan di poultry2 (ternak, unggas/ perikanan) di sekitar tempat anda.
    U/ bd daya super intensif, kepadatan >300 ekor/m3, ukuran kolam minimal 8 x 8 m2, kedalaman genangan tdk kurang dari 1,2 m. Type pakan full tenggelam atau komposisi apung:tenggelam yakni 10:90, 20:80 atau 30:70. Jadwal pemberian pakan ckup ketat (toleransi +- 1 jam), pen-siphon-an terjadwal (minimal sekali selama proses bd daya, kira2 sebulan sebelum saat panen). Aturan penggantian air kolam (lk 30% vol kolam) yg rutin dilakukan seminggu sekali (setidaknya selama sebulan terakhir) sebelum usia panen. Sampai saat ini kepadatan tinggi sedang diuji-coba. Semoga hasilnya sesuai harapan :). Terima kasih. *[admin].

    BalasHapus
  108. Assalamualaikum, saya Hari dari gresik, pengen coba budidaya Ikan kolam terpal, dg adanya blog ini saya jadi tau banyak tentang bd daya ikan dg media terpal apalagi dg pemjelasan2 pada kolom komentar makasi banyak semoga sukses, begini kolo boleh sanya minta urutan mulai persiapan lahan sampai pemeliharaan & perawatan.... mohon bentuannya ya.... terima kasih sebelumnya... ~ Hari_Subagio@ymail.com

    BalasHapus
  109. Salam kenal, saya Dadang dari Tulungagung-JaTim. Saya kagum dgn usaha Bapak, saya bermaksud mengikuti jejak usaha Bapak. Ada beberapa hal awal yg ingin saya tanyakan :
    1. Jika ingin mulai dari telur, apa yg harus saya persiapkan dan bagaimana pola pemeliharaannya
    2. Di blog Bapak dikemukakan pemberian Prebiotik+Tetes+Vitamin. Mulai ukuran berapa pemberiannya dan bagaimana takaran komposisinya.
    3. Melihat gambar kolam, bagaimana cara membangun kolam yg sepertinya pembatasnya cuman selebar batako tapi memiliki kedalaman 100cm.
    Sementara ini dulu. Atas perhatiannya saya sampaikan terima kasih.

    BalasHapus
  110. +Jawaban u/ Sdr. Hari di Gresik
    Wa 'alaikum salam wr wb.
    Matur nuwun atas kunjungan & atensinya mas Hari. Permintaan mas Hari juga mewakili beberapa pertanyaan senada dari rekan2 lainnya. Informasi tentang persiapan lahan hingga panen tentu terlalu panjang u/ disampaikan sekaligus namun demikian pada postingan mendatang Insya Allah akan kami muat sebagian koleksi foto2 tentang proses persiapan lahan, pemasangan terpal hingga saat panen berikut keterangan seperlunya. Semoga dapat menjadi inspirasi & motivasi bagi rekan2 sekalian. Mohon maaf karena beberapa kesibukan maka belum semua pertanyaan rekan2 dapat terjawab. Terima kasih.

    BalasHapus
  111. +Jawaban u/ Sdr. Dadang di Tulungagung, Jawa Timur
    1. Tentu saja mas Dadang dapat menyiapkan dahulu kolam penetasan dan pendederan yang terlindungi dari terik matahari langsung dan embun di malam hari. Kolam dapat dibuat dari terpal atau permanen. Silakan simak kembali jawaban tentang kolam/ bak penetasan pada Forum Diskusi / Tanya Jawab di postingan kami sebelumnya.
    2. Dapat diberikan saat benih ikan mulai dapat mengkonsumsi pakan buatan (pellet yg paling halus/ berbentuk serbuk). Aturan pmberian Probiotik & Vit C pd pencampuran pakan mengikuti petunjuk yg terdapat pd label masing2 produk. U/ tetes tebu (mollase) lk 1 sendok makan/kg pellet dan tidak perlu berlebihan.
    3. Dinding tanggul kolam dapat dibuat tegak lurus hanya pada jenis tanah lempung yang cukup kaku (stiff clay). Untuk tanah pekarangan atau sawah (umumnya jenis tanah lempung-normal) sebaiknya posisi dinding tanggul dibuat agak sedikit miring. Misal u/ tinggi tanggul 1,0 m (diukur dari dasar galian kolam) maka lebar puncak tanggul minimal 30 cm dan dasar tanggul minimal 80 cm atau dengan kata lain kemiringan tanggul (slope) adalah 4:1. Pada kondisi lahan berpasir, dinding tanggul kolam tentu harus dibuat lebih landai. Terima kasih.

    BalasHapus
  112. +Jawaban u/ pertanyaan Sdr. Yudi Setyo, (via Shout Box tertanggal 13/02/2010)
    Di wilayah Jogjakarta & sktrnya, terpal ukuran standar 6x10 m2, 6x8 m2 atau yang lebih kecil bisa dibeli di toko2 bahan bangunan atau toko2 plastik. Untuk terpal dng ukuran yang lebih besar tentu harus dng pemesanan terlebih dahulu. Jika ke Jogja, mas Yudi bisa mendapatkannya di salah satu toko plastik ternama di kawasan Malioboro atau yang ada di sekitar Jl. Raya Magelang, Yogyakarta. Rata-rata terpal kwalitas A5 & A6 bisa bertahan 3-4 tahun, bahkan jika perawatannya bagus bisa sampai 5 tahun. Terima kasih.

    BalasHapus
  113. +Jawaban u/ pertanyaan Ibu Risda Malau di Medan, (via Shout Box tertanggal 11/02/2010)
    Selamat malam ibu Risda. Mohon maaf jika jwaban via telp kemarin terasa belum lengkap. Kebetulan saat itu kami sedang ada sedikit kesibukan di kolam yang dilanjutkan dng acara diskusi kelompok. Untuk aplikasi katalis plankton bisa dilaksanakan sesuai petunjuk yang tertera pada label/ kemasan produk atau disesuaikan dng kondisi air kolam saat pre-conditioning. Di tempat kami dimana air baku budidaya berasal dari air tanah (sumur tradisional/ bor), pada budidaya lele intensif diterapkan aturan penggunaan katalis plankton (dosis lk 1/2 sendok makan/m2, kedalaman genangan air lk 90 cm), dilaksanakan 3-4 hari setelah proses penggaraman (dosis 200 gr/m3). Kemudian air dibiarkan selama lk 3-4 hari hingga berubah warna menjadi bening kehijauan dan siap ditebari bibit ikan. U/ daerah lain (seperti tempat ibu Risda misalnnya), skala waktu penggaraman hingga tercapainya kondisi air kolam yang kehijauan tersebut mungkin bisa sedikit berbeda. Hal ini tergantung pada kondisi & kwalitas air baku yang digunakan. Terima kasih kembali.

    BalasHapus
  114. +Jawaban u/ pertanyaan Sdr. Anonim, tertanggal 16/02/2010.
    Boleh jadi awalnya memang begitu. Namun demikian ada baiknya mas Ano mencermati kondisi & kwalitas air kolam karena gejala perut kembung pada ikan lele sering kali disebabkan oleh bakteri jenis Pseudomonas & Aeromonas sp. Bakteri jenis ini sangat menyukai lingkungan dimana kadar amonia cukup tinggi.
    Amonia dan sulfida (dalam bentuk gas terlarut) terbentuk dari proses dekomposisi sisa-sisa pakan dan kotoran yang terakumulasi di dasar kolam. Penyebabnya adalah pemberian pakan yang berlebihan, apalagi yang kandungan proteinnya cukup tinggi (>35%). Banyak sisa pakan yang terakumulasi di dasar kolam sehingga konsentrasi amonia meningkat tajam.
    Jika gejala perut kembung ini terus dibiarkan maka ikan nafsu makannya akan berkurang, ikan menjadi lemah dan rentan terhadap serangan penyakit. Tidak tertutup kemungkinan pada fase berikutnya muncul lah penyakit lain yang disebabkan oleh 'makhluk halus' yang paling ditakuti oleh para petani dan peternak ikan, yaitu: virus !
    Pemberian pakan hendaknya tidak perlu berlebihan. Aturan pemberian pakan setidaknya dapat mengacu pada 3 hal yakni : tepat takaran, tepat mutu (kwalitas) dan tepat waktu. Semoga ikan lelenya kembali meningkat nafsu makannya, tetap sehat & cepat pertumbuhannya hingga saat dipanen nanti. Semoga berhasil.

    (mohon maaf karena anda tidak mencantumkan nama maka kami pakai nama Ano. Semoga anda tidak keberatan). Terima kasih. *[admin]

    BalasHapus
  115. Terima kasih Pak atas infonya. Langsung saja, kebetulan rumah saya atap bagian belakang sudah dibeton (dibuat dak). Rencananya kalau ada uang memang ingin dibuat tingkat. Tapi karena belum ada uang saya ingin dak tersebut dibuat kolam ikan. Menurut bapak apakah kira-kira hal tersebut mungkin, dan kira-kira hambatannya apa. Terima kasih

    BalasHapus
  116. +Jawaban u/ Sdr. Arif
    Terima kasih telah sempatkan berkunjung di blog ini. Menurut hemat kami hal itu mungkin saja dilakukan sepanjang struktur dak (lantai cor bangunan) yang ada diyakini sanggup menahan berat dari volume air kolam nantinya. Sebagai bahan pertimbangan saja, untuk volume air kolam sebanyak 1,0 m3 saja beratnya mencapai 1 ton, jika rencana kolam yang akan dibuat misalkan berukuran 2mx2m dengan kedalaman genangan air rata-rata 70an cm maka beban yg harus dipikul lantai dak adalah 2,8 ton atau jika dinyatakan dalam nilai tekanan pada permukaan dak (lantai cor) kira-kira 700 kg/m2. Untuk memperkecil nilai tekanan air ini ada beberapa cara yang bisa ditempuh antara lain :
    1. ketinggian genangan dibatasi (40-50an cm), atau
    2. ukuran kolam dibuat sedikit lebih besar, misal : 2,5mx2,5m atau 2mx3m (jika memang memungkinkan) dng tinggi genangan yg sama
    3. jumlah kolam lebih dari 1 dengan ukuran kolam yang dibuat lebih kecil, misal 1,25m x 1,25m, dst.
    Mohon maaf, kami memang awam tentang bangunan. Namun tidak ada salahnya sebelum kolam tsb jadi dibuat sdr Arif dpt menanyakan & mengkonsultasikan hal ini pada teman/ rekan sejawat yang lebih mengerti tentang kekuatan struktur bangunan.

    Tentang hambatan/ kendala yang mungkin timbul saat operasional nantinya adalah soal proses pengisian dan mengurasan air kolam karena diperlukan pompa mesin/ listrik yang kapasitasnya harus cukup memadai. Ada baiknya di sekeliling (batas tepian) lantai dak posisi (elevasinya) sedikit ditinggikan seperti membuat ' tanggul kedap air' menggunakan pasangan batu bata yg di-plester /bahan2 lainnya (yg mudah diperoleh di sekitar tempat anda). Hal ini dimaksudkan sebagai antisipasi kemungkinan terjadinya kebocoran pada kolam (semoga tidak sampai terjadi) shg air tidak sampai melimpah (bhs jw : 'luber' ) ke ruangan-ruangan lain yang berada di bawah lantai cor tersebut. Kami sarankan agar dipersiapkan pula tempat penampungan limbah (pengendapan sementara) sebelum air hasil pengurasan kolam dibuang ke saluran (drainase) umum agar tidak mencemari lingkungan tentunya. [ repot kan kalau sampai dikomplain tetangga? :) ]

    Perlu dipersiapkan juga adanya sebagian penutup (kanopi) semi transparan (bisa berupa terpal, paranet, fiber &sjenisnya) agar sinar matahari & hujan serta embun di malam hari tidak secara langsung masuk ke kolam pemeliharaan yang dibuat. Semoga berhasil & sukses untuk kolamnya. O ya, jangan lupa kabari kami jika panen nanti.. :). Terima kasih kembali. *[admin]

    BalasHapus
  117. pak saya tertarik untuk budidaya lele tapi belum tahu tentang pakan yang murah dan bergizi tinggi gimana solusinya. sekedar bahan pertimbangan kami tinggal dipegunungan. mtr nwn klo berkenan dapat dibalas via email thanks
    churdaini; aini_bnr@ymail.com

    BalasHapus
  118. @churdaini
    Maaf karena beberapa kesibukan pertanyaan anda baru sempat kami jawab saat ini.
    Mahalnya harga pakan olahan pabrik (pellet) akhir2 ini memang banyak dikeluhkan oleh para petani ikan, termasuk juga kami (jujur saja)
    Namun demikian mahalnya harga pellet dapat disiasati dengan membuat pakan buatan sendiri. Soal mahal atau murah memang relatif sifatnya karena lain daerah lain pula bahan yang digunakan. Yang pasti diperlukan sedikit pengetahuan tentang komposisi pencampuran bahan-bahan baku yang akan digunakan dalam pembuatan pakan ini agar diperoleh nilai kandungan nutrisi yang memenuhi standar usaha budidaya. Untuk mendapatkan komposisi campuran yang 'pas', (seperti kata iklan di TV: "pas harganya, pas kualitasnya") diperlukan langkah uji coba (trial) yang tidak cukup sekali-dua, namun bisa belasan atau puluhan kali hingga diperoleh formula campuran yang paling pas untuk daerah anda. Campuran yang pas menurut anda bisa jadi tidak pas bagi temen2 di daerah lain. Mungkin karena perbedaan bahan baku, harga satuan hingga proses pembuatan dan penyimpanannya.

    Namun demikian Insya Allah pada kesempatan mendatang akan kami coba posting secara berseri topik seputar pakan buatan ini. Semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan kita semua shg berani melakukan uji coba untuk mendapatkan komposisi pakan buatan yang paling 'pas' menurut kondisi masing-masing wilayah usaha budidaya perikanan.
    Semoga Sdr Churdaini maklum adanya.
    Terima kasih.

    BalasHapus
  119. kulonuwun, mohon numpang pertanyaan, terima kasih sebelumnya.

    saya membutuhkan sewa sawah di sleman utara untuk kolam ikan sisik.

    kiranya ada informasi yang disampaikan ke saya di 088216002947.

    maturnuwun sekali lagi.

    BalasHapus
  120. maaf ketinggalan email saya: santososaja@gmail.com. terima kasih banyak banyak.

    BalasHapus
  121. Pak, bisa tolong utk di kalkulasikan biaya produksi utk pembesaran gurame ukuran kolam 8x10 mtr ? brp kepadatan benih tebar ukuran 3-4 cm dan harganya ? brp hasil panennya ?
    Matursuwun
    denny-pekalongan

    BalasHapus
  122. Jawaban u/ Sdr. Denny di Pekalongan (10-04-2010)
    Maaf pertanyaannya baru sempat terjawab sekarang mas.
    Kepadatan tebar normal benih gurami ukuran '3-4' (di tempat kami kurang lebih setara ukuran 'kuku' atau 'kuku minus') adalah 150an ekor/m2 (untuk genangan air kolam rata2 sedalam 1 meter).
    Mas Denny akan menebar bibit ukuran berapa? Kalau dari '3 jari' harganya di Yogyakarta saat ini sekitar Rp.2000/ ekor (khusus dari pembibitan di kolam terpal memang sedikit lebih mahal). Jika kedalaman kolam rata2 adalah 1 meter dan tingkat kepadatan tebar 15an ekor/m3 (sampai ukuran '5 jari') maka perlu 80 x 15 = 1200an ekor bibit. Biaya pengadaan bibit saja lk Rp.2000 /ekor x 1200 ekor = Rp 2,4 juta. Biaya pakan dapat dihitung dari nilai FCR yang bisa dicapai, misal FCR nya adalah 1,5 (ini sudah cukup bagus lho!) maka untuk mencapai ukuran ikan konsumsi 2 ekor /kg (tingkat kepadatan idealnya 10-12 ekor /m3) maka jumlah ikan adalah 12 x 80 = 960an ekor atau kira2 bobot totalnya 960/2 = 480 kg. Berarti paling tidak diperlukan pakan pellet sebanyak 1,5 x 480 kg = 720 kg. Nah jika harga eceran tertinggi pakan pellet di pasaran saat ini sekitar Rp.7000an /kg maka tinggal dikalikan saja mas, total biaya pakannya. :)
    Dengan tingkat keberhasilan 80an % maka ikan yang dipanen mas Denny nanti setidaknya adalah 0,8 x 480 = 384 kg, syukur jika bisa lebih ya.. :).
    Jika harga jual ikan gurame ukuran konsumsi tetap stabil (kisaran Rp24.000 - Rp26.000 /kg) maka nilai keuntungan usaha sudah bisa mas Denny kalkulasi setelah dikurangi biaya-biaya operasional tentunya.
    Semoga sukses ya mas Denny.

    BalasHapus
  123. Pertanyaan dari Sdr. Lukman A Siregar (mahasiswa USU) yang disampaikan langsung via email beberapa waktu lalu akhirnya kami putuskan u/ ditampilkan di blog dengan beberapa pertimbangan sbb :
    - Pertanyaan yang disampaikan sekaligus mewakili pertanyaan senada dari beberapa pengunjung blog yang pernah disampaikan langsung via telpon atau SMS beberapa waktu lalu. Mohon maaf karena berbagai kesibukan maka belum semua pertanyaan sempat kami jawab. :)
    - Dengan menampilkan secara langsung jawaban pertanyaan ini di blog maka harapan kami para pengunjung lain pun dapat mengambil manfaatnya.
    Semoga Sdr. Lukman maklum adanya. :)

    Berikut ini adalah pertanyaan dari Sdr. Lukman yang sangat berminat menekuni dan memulai usaha ternak ikan lele :
    1. bagaimana cara mencari lokasi, apakah ada kriteria khusus
    2. jenis2 lele itu apa saja
    3. cara beternaknya bagaimana
    dan hal-hal lain yang penting untuk memulai usaha ternak lele. mohon bantuanya kepada bapak. terima kasih saya kepada anda

    BalasHapus
  124. Jawaban atas pertanyaan Sdr. Lukman A Siregar:
    1. Lokasi yang dipilih hendaknya memiliki :
    A. Sumber ketersediaan air baku yang : mudah diperoleh, tidak tercemar, relatif mudah di-treatment (u/ mencapai standar air budidaya), mencukupi sepanjang tahun.
    B. Kondisi topografi :
    - relatif datar atau jika berada di kawasan perbukitan pilihlah lahan yang lerengnya tak terlalu curam.
    - berada pada ketingggian < 700m dpl (di atas permukaan laut)
    - fluktuasi suhu harian tidak terlalu besar, cukup ideal jika suhu harian berkisar antara 25 - 30 derajat Celsius (sepanjang tahun)
    - tingkat kelembaban udara : normal
    C.Kelengkapan fasilitas (infrastruktur), setidaknya terdapat :
    - jalan akses langsung menuju jalur-jalur transportasi utama
    - pasokan listrik (PLN) atau sumber listrik alterntif lainnya
    D. Khusus untuk pengembangan usaha budidaya yang berskala makro (industri) perlu juga memperhatikan ketentuan Perda setempat yang mengatur ttng Tata Ruang, Peruntukkan Lahan & Pengembangan Wilayah dng ttap mmperhatikan kondisi kultur sosial & adat istiadat masyarakat sekitarnya.
    2. Jenis lele yang terkenal di Indonesia adalah lele Dumbo, Sangkuriang dan Phyton
    Jenis yang paling banyak dibudidayakan saat ini adalah lele Sangkuriang, disusul lele Phyton dan yang terakhir adalah lele Dumbo (di P.Jawa pun kini mulai jarang ditemui).
    3. Cara beternaknya relatif tidak sulit karena lele tergolong ikan yang 'tahan banting' dan dapat menyesuaikan dengan lingkungan sepanjang kondisinya tidak terlalu ekstrim. Budidaya lele dpt dilakukan pada media kolam tradisional (tanah), permanen (beton) atau terpal (plastik).
    Medium pemeliharaan yang paling populer saat ini adalah terpal, karena:
    - sangat ekonomis
    - fleksibel ; bentuk & ukuran terpal mudah disesuaikan dengan luas lahan yang tersedia
    - tersedia dalam berbagai ukuran; kecil, sedang, besar bahkan Jumbo >200 m2, khusus ukuran Jumbo bisa diperoleh dengan pemesanan di agen terlebih dahulu.
    - pilihan kwalitas mulai dari A3 (0.3 mm), A4 (0.4 mm), A5 (0.5 mm), A6 (0.6 mm), dst hingga A12 (1,2 mm)
    - tersedia dalam berbagai pilihan warna
    - mudah diperoleh di toko2 plastik atau toko bahan2 bangunan
    - mudah dibersihkan, hanya dgn pncucian biasa atau dgn larutan anti hama & dijemur di terik matahari langsung hingga kering sbelum digunakan kembali
    - dapat digunakan u/ beberapa kali budidaya
    - cukup awet, dng perawatan yang tepat bahan terpal A5 & A6 dapat bertahan hingga 4-5 tahun. (bersambung ..)

    BalasHapus
  125. (sambungan ..)
    Jika Anda berminat menekuni dan mengembangkan usaha budidaya lele secara intensif maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sejak dini, yaitu :
    1. Pilihlah bibit yang benar-benar berkualitas. Secara umum kriterianya adalah sebagai berikut :
    - sehat, terlihat aktif (gesit & lincah), tidak memiliki kelainan fisik (cacat), tidak luka.
    - tercapai tingkat keseragaman ukuran, seumur dan seindukan
    - bibit diperoleh dari pusat perbenihan yang telah menerapkan CPIB (Cara Pembenihan yang Baik), misalnya Balai Benih dan Indukan (BBI) atau Unit Perbenihan Rakyat (UPR) terdekat yang telah mendapat sertifikasi CPIB dan direkomendasi oleh Dinas Kelautan & Perikanan Pemda setempat.
    2. Pilihlah pakan yang berkualitas (tidak harus mahal) yang memenuhi standar kebutuhan nutrisi budidaya ikan.
    3. Aturan pemberian pakan sedapat mungkin mengacu pada 3 tepat, yakni : tepat kualitas, tepat takaran dan tepat waktu (saat pemberiannya)
    4. Biasakanlah untuk memantau kualitas air kolam dan kesehatan ikan sejak dini karena manfaatnya akan sangat terasa nanti
    5. Sedapat mungkin hindari penggunaan antibiotik untuk pengobatan penyakit ikan (terlebih jika penggunaannya berlebihan/ tidak terkontrol). Lebih disarankan untuk menciptakan lingkungan budidaya yang sehat sekaligus mencegah timbulnya penyakit daripada tindakan mengobati ikan.
    6. Untuk menjaga kualitas air kolam budidaya sekaligus menjaga kelestarian lingkungan maka disarankan untuk menggunakan probiotik (lebih ramah lingkungan dibanding antibiotik) yang diaplikasikan secara tepat setidaknya dengan mengikuti aturan penggunaan yang tertera pada label dari setiap produk, tidak perlu berlebihan dan selalu disesuaikan dengan kondisi dan kualitas air kolam budidaya.
    Selamat memulai usaha budidaya lele. Semoga sukses!
    Terima kasih kembali.

    BalasHapus
  126. @Andri. (Jawaban u/ pertanyaan di Shout Box: 2010-04-27 12:29 PM)
    Sekali lagi, cara ini HANYA EFFEKTIF jika Anda memang TIDAK PERNAH MENGGUNAKAN OBAT-OBATAN dari jenis ANTIBIOTIK apapun sebelumnya.
    Jika memang demikian halnya maka proses pengobatan (lebih tepatnya pemulihan kondisi kesehatan) ikan dapat dilakukan dengan tahapan sebagai berikut :
    1. Ikan 'dipuasakan' terlebih dahulu atau dengan kata lain pemberian pakan pellet atau pakan apapun dihentikan sementara waktu selama proses pemulihan.
    2. Kondisi air kolam yg tidak sehat (karena populasi mikro organisme dari jenis bakteri pathogen lebih dominan) perlu segera di-netralisir dengan cara penggaraman dengan dosis 150 gram/m3 air kolam sebanyak 2 kali sehari yakni pagi hari (saat fajar sampai sebelum terbitnya matahari) dan sore hari (menjelang maghrib). Dalam hal ini garam dapat berperan effektif sebagai antibiotik alami.
    3. Lakukan poin 2 tersebut selama 5 hari berturut-turut dan selama proses ini berlangsung sangat mungkin akan ada ikan2 yang mati terutama yang penyakitnya sudah cukup parah. Anda tidak perlu panik karena ini adalah hal yang normal terjadi selama berlangsungnya tahapan pemulihan. Ikan2 yg mati ini segera disisihkan dan yang bertahan hidup dapat terus dipertahankan karena memiliki peluang cukup besar untuk dapat pulih kembali.
    4. Pada hari ke 6 sebagian air kolam (lk 70-80%) disedot dari dasar kolam dan diganti dengan air baru yang lebih segar. Proses pengisian air baru hendaknya dilakukan dengan cara pancuran, lebih baik dari beberapa titik jika memang memungkinkan.
    5. Segera lakukan penggaraman dengan dosis 200 gram/m3 dan air kolam diamkan selama 2-3 hari sambil terus memantau perkembangan kesehatan ikan2 yang ada. Perhatikan dengan seksama jumlah ikan yang mati pada tahap ini (bedakan dengan ikan yang mati pada tahap sebelumnya namun baru terlihat pada tahap ini). Normalnya prosentase ikan yang mati pada tahap ini lebih kecil dibandingkan tahap sebelumnya. Jika prosentase kematian ikan ditahap ini ternyata tetap tinggi maka proses pemulihan segera dihentikan dan tak perlu diteruskan karena sudah tidak effektif lagi atau dengan kata lain penyakit ikan sudah terlalu parah dan sulit diharapkan untuk dapat pulih kembali.
    6. Namun jika perkembangan kondisi ikan ditahap ini menunjukkan hasil positip (prosentase kematian ikan cenderung menurun secara signifikan) maka ikan2 yang tetap bertahan hidup mulai dapat diberi pakan pellet kembali secara berangsur-angsur hingga porsi pakan ikan yang normal. Janganlah terburu-buru untuk segera memberikan porsi pakan yang berlebihan (sekaligus dalam jumlah banyak) walau ikan-ikan terlihat sangat lahap (nafsu makannya sangat tinggi). Lakukan saja semuanya secara bertahap dan tak perlu tergesa-gesa.
    Dengan sedikit ketelatenan dan kesabaran kami yakin Anda pun dapat melakukan proses pemulihan TANPA OBAT ANTIBIOTIK ini hingga tuntas.
    Selamat mencoba & semoga berhasil ya mas Andri.

    BalasHapus
  127. saya bpk salem surabaya.
    -saya berminat untuk ternak lele dumbo di kolam terpal.yg saya tanyakan adalah:
    1.berapa ukuran ideal kolam untuk pemula dan untuk /m2 perlu ditebari bibit lele berapa u.5/7 ?
    2.biasanya bibit lele u.5/7 rentan mati apa yg harus di perhatikan ?
    3.untuk ternak lele dari tebar bibit u.5/7 sampai lele siap panen/dikosumsi apa cukup untuk 1 kolam saja atau dipindah-pindah ?
    4.saya punya lahan yg ada pohon mangganya apa baik untuk dijadikan kolam terpal disekitar pohon tsbt ?
    5.apa ada pompa listrik khusus untuk kolam terus harganya kira-kira berapa ?
    -mohon penjelasan dan jawabanya.
    -kalau bisa jawabanya juga dikirimkan ke email saya;
    -Terimah kasih."MAJU TERUS IKT"

    BalasHapus
  128. mo tanya....bahan terpalnya jenis ato merk apa??bisa minta info kalo beli terpal geomembran dmn?konstruksi kolam terpalnya gmn?

    BalasHapus
  129. @Bpk. Salem di Surabaya
    Mungkin yang Anda maksud adalah lele Sangkuriang (sejenis dumbo). Untuk lele Dumbo sendiri kami kurang tahu pasti karena di KP sdh jarang yang membudidayakan.
    1. bisa dicoba dulu ukuran standar 4m x 6m atau 4m x 8m, kedalaman kolam 1 meter dan kedalaman genangan lk 90an cm, kepadatan tebar 100 ekor/m3 jika sudah mulai 'terampil' bisa ditingkatkan menjadi 125 ekor/m3 tetapi jangan lebih dari 150 ekor/m3
    2. Yang paling menentukan keberhasilan budidaya adalah :
    - kualitas bibit, terutama untuk budidaya di media kolam terpal bibit harus berasal dari penbibitan pada media yang sama. Silakan mencoba bibit dari media lain dan akhirnya Anda akan mengerti maksud kami.
    - kualitas air kolam dan perawatannya
    - kualitas pakan dan cara pemberiannya, usahakan mengacu pada 3 tepat yakni: kualitas, takaran dan waktu pemberiannya (toleransi max. + - 1 jam !)
    3. Untuk kolam ukuran standar (poin 1) maka tidak perlu lagi dilakukan seleksi (grading) dan pindah kolam, cukup 1 kolam saja.
    4. Boleh saja asalkan rimbunan daunnya tidak sampai menghalangi sinar matahari ke arah permukaan air kolam. Setidaknya 75 % luas permukaan air kolam harus secara langsung mendapat sinar matahari yang cukup.
    5. Kami memang menggunakan pompa listrik modifikasi yang dipesan khusus dari kota Tulungagung, Jawa Timur. Pompa ini berdaya 500 watt dan mampu mengisi 1 kolam ukuran standar (volume 20m3 s.d 25m3) secara non stop. Lama waktu pengisian adalah 3,5 s.d 4 jam per kolam. Harga lk 750-850 ribu per unit pompa.
    Terima kasih kembali.

    BalasHapus
  130. -Dari bpk salem surabaya.
    -mengenai jawaban dari bpk kemarin,sebelumnya saya mengucapkan terimah kasih atas jawabanya.yang saya pertanyakan adalah jenis lele apa yg bpk ternak sekarang terus apa bedanya dgn lele dumbo[lele sankuriang].
    -mohon beri detail penjelasanya tentang takaran dan waktu pemberian pakan misal untuk 100 ekorlele u.5/7 toleransinya berapa % terus berapa kali sehari dan waktu yg tepat untuk pemberian pakan.terimah kasih.

    BalasHapus
  131. @Anonim (tertanggal 29 April 2010)
    Jenis atau type terpal yg tersedia di toko2 plastik dan bahan bangunan memang cukup beragam. Di Yogyakarta dan sekitarnya yang paling banyak digunakan adalah type A5 (tebalnya lk 0,5 mm) dan A6 (lk 0,6 mm). Anda bisa memilih type lainnya, sesuaikan saja dengan kebutuhan.
    Setahu kami memang tidak (belum) ada pembudidaya ikan menggunakan geomembran sebagai bahan pembuatan kolam terpal. Disamping peruntukannya yang memang berbeda, harganya pun bisa jadi lbh dari 10 x lipat harga terpal. Geomembran & geotextile ini sering digunakan oleh para kontraktor pada pekerjaan perbaikan daya dukung dan stabilitas tanah utamanya pada proyek2 pembangunan berskala besar (jalan tol, jalan KA, appron bandara, bendungan atau jembatan dll). Beberapa diantaranya memang memiliki bentuk fisik yang menyerupai terpal berupa lembaran2 besar yang bisa disambung-sambung pada saat pemasangannya dengan menggunakan alat portable (listrik) melalui teknik pemanasan dan press setempat (kira2 mirip cara kerja elemen pemanas setrika pakaian). Nah tampaknya cara penyambungan ini barangkali bisa juga diterapkan (dengan beberapa modifikasi tentunya) pada bahan terpal ukuran standar untuk membuat kolam2 budidaya yang berukuran Jumbo (>200 m2).
    Kami juga kurang tahu persis dimana bisa mendapatkan geomembran tsb. Mungkin Anda bisa menanyakan pada rekan2 kontraktor yang bekerja di bidang konstruksi jalan & bangunan.

    BalasHapus
  132. @Bpk Salem (30 April 2010)
    - Sangkuriang. Lele jenis ini merupakan varietas unggul hasil perbaikan genetik dari lele Dumbo yang dilakukan oleh BBPBAT Sukabumi.
    - Asumsi FCR = 1 tercapai melalui pola budidaya intensif selama 50 s.d 60 hari maka 100 ekor lele 5/7 diproyeksikan menghasilkan 0,1 kwintal lele ukuran konsumsi (size 8-12 ekor /kg).
    - Pola pemberian pakan adalah sbb : 7-10 hari pertama 1/2 kg pakan butiran halus (serbuk) misal F999 atau yang setara. Minggu ke 2 s.d ke 4 berikan 4,5kg pakan pellet SPLA-2 atau yang setara kemudian dilanjutkan dengan 5 kg SPLA-3 hingga saat panen (minggu ke 8).
    Pemberian pakan 2 kali sehari (pukul 7 pagi & 5 sore), jika memungkinkan 3 kali sehari (pagi, sore dan pukul 11 malam), total berat pakan perhari sama dengan yang 2 kali pemberian.
    Pada budidaya ikan yang sifatnya intensif maka lakukan semua hal setepat mungkin ! sesuai takaran dan jadwal yang telah Anda susun dengan rapi. :)
    Terima kasih kembali.

    BalasHapus
  133. bpk salem surabaya
    -apa bpk mursidi jual buku panduan ternak lele.Terimah kasih

    BalasHapus
  134. wahyudin, saudi.
    mau nanya lagi,
    1. alat2 untuk memantau kualitas air kolam seperti : " nilai pH, kandungan oksigen terlarut dan temperatur ", di mana kita bisa mendapatkannya dan harganya masing2 berapa utk saat ini?
    2. ketika di lakukan penyedotan lumpur (pen siphonan), apakah ikan2 di pindahkan ke kolam reserve?, ketika mengisi air ke kolam (selesai pensiphonan) bolehkah memakai air langsung dari sumur bor tanpa pre-condition sebelumnya. terima kasih banyak.

    "forum tanya jawab" sangat bermanfaat, karena pertanyaan dan jawaban dpt menambah pemahaman para pengunjung blog ini.

    BalasHapus
  135. @Salem di Surabaya
    Tidak (belum) koq pak Salem, mungkin suatu saat nanti jika memang waktunya sdh memungkinkan. Beberapa rekan di Yogya juga pernah usul agar bisa dibuatkan panduan cara praktis ternak lele di kolam terpal. Syukur bisa dibuat dalam bentuk (format) e-book. Wah.. :)

    Semoga saja suatu saat nanti kami bisa memenuhi harapan rekan2 sekalian, insya Allah.
    Terima kasih.

    BalasHapus
  136. @Wahyudin
    1. Coba tanyakan di toko perlengkapan Aquarium terdekat atau toko peralatan medical/ kedokteran. Kalo di kota Yogyakarta toko perlengkapan aquarium yg lumayan lengkap ada pusat perbelanjaan di seputaran kawasan Tugu-Malioboro sedangkan toko peralatan medical/ kedokteran bisa ke Jln. C.Simanjuntak atau yang di Jln. HOS Cokroaminoto, Yogya.
    Harga cukup bervariasi tergantung merk, kira2 pada kisaran puluhan hingga ratusan ribu rupiah per item.
    Mhon maaf kami juga blum tahu rincian harga yang berlaku saat ini. (maklum sdh agak lama nggak belanja peralatan tsb). :)
    2. Tidak perlu, malah jadi 'stress' lho ikannya nanti.. Silakan jika airnya masih tetap jernih walau sdh dipompa selama beberapa jam nonstop (sebanyak puluhan m3). Jika air mulai keruh sebaiknya di pre-conditioning dulu setidaknya filtering atau dng pengendapan minimal selama 2x24 jam.
    Terima kasih kembali.

    BalasHapus
  137. sya ingin bertanya, ttg pnyakit lele, kbetulan sya telah berternak lele terpal 1 blanan,
    ikan leleny itu pda kumis dan siripnya...merah-merah, itu knp y?

    BalasHapus
  138. mau tanya ne pak mur...

    sy sudah menjalankan langkah2 sesuai ptunjuk bapak prihal pre-condition air sebelum tebar benih, tp kenapa ko air nya gk hijau2 yac ;( ??

    ket : sy menggunakan air sumur bor + pupuk urea...

    terima kasih sblm nya...

    abu yusuf

    BalasHapus
  139. @do stupid things
    Kemungkinan besar ikan lele Anda terserang parasit (jamur atau mikro organisme dari jenis cacing) atau bakteri pathogen seperti aeromonas dan pseudomonas. Faktor utama penyebabnya adalah lingkungan kolam budidaya yang tidak sehat (memburuknya kualitas air kolam) yang tidak segera terantisipasi dengan baik.

    BalasHapus
  140. @abu yusuf
    Ada beberapa faktor penyebab :
    - kuantitas &kualitas pupuk yg kurang (mhon diinfokan juga berapa dosis urea yg diberikan ke kolam)
    - pH air terlalu rendah < 5,5 (asam) atau terlalu tinggi >8,5 (basa) shg plankton sulit berkembang
    - temperatur air kolam kurang ideal ( usahakan antara 25-30 derajat celcius )
    - nilai DO (dissolved oxygen) << 2 ppm (mohon DO nya di check lagi...). Jika < 1 ppm plankton bakal sulit 'tumbuh' & ikan pun bakal semaput .. :(
    - O ya, sudah pakai katalis plankton blum ?
    Jika belum coba pak Yusuf tambahkan katalis plankton yang jenis serbuk (khusus u/ yg aquaculture & bisa dibeli via agennya).
    Caranya di larutkan dahulu pada lk 1/2 ember air kolam lalu dipercikkan merata ke permukaan air kolam atau sesuaikan dengan kebutuhan (berdasarkan nilai pH) sesuai petunjuk penggunaan yang terdapat pada label/ kemasan produk tsb.
    Semoga air kolamnya bisa cepet berubah jadi hijau ya pak Yusuf :)
    Terima kasih kembali.

    BalasHapus
  141. pak mur,saya mau tanya pak,saya mau melakukan pembenihan gurami dari telur sampai ukuran kuku(kalau gak salah ukuran 1-2 ya??maklum pemula)saya memiliki kolam dengan ukuran 1,5 m x 4 m,sebaiknya kepadatan per meter perseginya berapa ekor ya pak?untuk sampai ukuran kuku?matur nuwun atas infonya

    BalasHapus
  142. wah pakde klw kualitas pupuknya saya nda tau krna beli sama pedagang bunga dan udah dikemas plastik bening gk bermerek, klw kuantitas sy ksh lk 3 sendok/m3...
    kalw masalah indikator seprti suhu, PH, DO (dissolved oxygen), salinitas dll, saya nda tau krna gk punya alatnya untuk memeriksanya, maklum baru pemula...
    saya jg sdah kash katalis plankton sesuai petunjuk pakde yg sudah2....

    tp sampek posting ne di ketik airnya ndak ijo2 T_T ???...
    tolong ksh masukan pakde...

    NB : pemberian pupuk organik/kimia dan kaltalis plankton yang berlebih atau pun yang kurang apakah ada efek nya ???

    terimakasih seblmnya atas jwbn nya ...

    abu yusuf...

    BalasHapus
  143. pak , saya baru satu bulan belajar membudidayakan lele, saat ini lele saya sakit perutnya membengkak. saya coba membelah salah satu dari yang ada ternyata terdapat gelembung udara di dalam ususnya. Kira2 penyakit apa dan bagaimana solusinya? terima kasih.

    BalasHapus
  144. Saya seorang pemula yg ingin beternak gurami & lele, pengin nanya pak:
    * Kolam terpal sy beratapkan 50%fiber bening & 50%terpal agar hujan dan kotoran tdk msk kolam, mnrt bpk apakah nnti akan berpengaruh pd air kolam(jamur, krg sinar dll)
    * Brp padat ideal tbr lele uk.5-7 & gurami uk.rokok pd kolam terpal uk.8x4m
    * Saat pre-conditioning: penggaraman awal 1/4 air kolam, apakah saat penambahan air slnjtnya tdk digarami lg?
    * Minta info merk & penjual katalis plankton ya pak(kalo d jogja bisa didpt dmn?)
    Terimakasih......

    BalasHapus
  145. Assalamu'alaikum...
    Terima kasih tulisan Anda sangat bermanfaat untuk saya.
    Saya sedang mencari molase eceran, dimana ya mendapatkan barang tersebut?
    Terima kasih infonya

    BalasHapus
  146. masxalem@
    mau nanya pak mur berat bibit lele u.5/7 per ekornya berapa ya?
    Terimah kasih.

    BalasHapus
  147. @Anonim (10 Mei 2010 15:24)
    Sekitar 1500 - 1700 ekor, kedalaman genangan 80-90cm.

    BalasHapus
  148. @Abu Yusuf
    Coba pak Yusuf gunakan pupuk kandang karena urea saja memang belum lengkap. Praktisnya bisa juga pake pupuk organik buatan pabrik (biasanya berbentuk cairan) yang siap pakai. Selama proses pre-conditioning kolam air harus harus mendapat sinar matahari yang cukup. Nilai pH & temperatur sebaiknya terpantau (terukur), kalau yang digital memang lumayan mahal tapi dengan kertas lakmus dan thermometer air (tongkat/stick) sudah cukup memadai koq. Oksigen terlarut bisa ditingkatkan dengan aerasi (pakai aerator atau pancuran sederhana).
    Sedapat mungkin takaran pupuk organik dan katalis plankton cukup berimbang (sudah tertera kan pada label produk yg anda gunakan..?)
    Sederhananya kalo berlebihan akan sama dengan pemborosan sebaliknya terlalu hemat (ngirit) tentu tidak akan mendapatkan hasil yang optimal. ;-)
    Sebagai informasi tambahan, beberapa rekan pembudidaya yang berada di kawasan kaki pegunungan dimana air baku budidaya dialirkan langsung dari sungai (anak sungai) memang mengalami hambatan dalam meng-hijau-kan air kolam walaupun air bakunya terlihat (cukup) jernih. Boleh jadi karena kandungan mineral yang cukup tinggi. Namun ini cuma dugaan kami saja dan belum tentu demikian.. :-)
    Terima kasih.

    BalasHapus
  149. @masxalem
    Sebagai ancer2 saja 30-35 ekor bibit 5/7 beratnya lk 1 ons.

    BalasHapus
  150. @Zubaedi
    Tersedia di poultry2 (toko yang menjual pupuk tanaman, pakan+suplemen pakan, vit dan obat2an ternak/ ikan serta perlengkapan budidaya). Umumnya sudah tersedia dalam kemasan jerigen namun bisa juga dibeli secara eceran.
    Terima kasih kembali.

    BalasHapus
  151. @aan
    - sebaiknya sebagian bahan penutup atap (fiber atau terpalnya) dirancang agar mudah dibuka dan ditutup kembali sehingga memungkinkan sinar matahari dapat langsung masuk ke dalam kolam (saat cuaca bagus). Dengan demikian kondisi lembab yang mengundang tumbuhnya jamur dan parasit lainnya dapat di minimalkan. Berdasarkan pengamatan kami, jamur akan sulit berkembang jika temperatur air kolam dapat dijaga agar tidak kurang dari 28 derajat Celcius (sepanjang hari).
    - berkisar antara 125-150 ekor/ m2, kedalaman genangan air kolam tidak kurang dari 90cm dan mengikuti semua ketentuan yang disyaratkan pada pola budidaya intensif.
    - tidak perlu sepanjang kualitas air kolam sdh cukup bagus. Kecuali jika turun hujan dan kolam tidak terlindungi maka sesegera mungkin dilakukan penggaraman dengan dosis normal 100gram/m2 luas permukaan air kolam. Garam dilarutkan terlebih dahulu dengan air lalu dipercikkan secara merata ke permukaan air kolam. Lebih praktis dengan alat semprot manual jika tersedia (seperti yang sering digunakan oleh petani di sawah).
    - Info produk dll boleh via japri (sms, not email). Terima kasih.

    BalasHapus
  152. @Anonim (11 Mei 2010 14:51)
    Ada beberapa kemungkinan penyebab perut lele kembung & membengkak namun kami agak kesulitan membayangkan situasi yang tengah anda alami saat ini. Mohon dapat di-info-kan lebih detail antara lain: jenis kolam (tradisional, permanen atau terpal?), kondisi/ kualitas air kolam saat ini (normal/ keruh-pekat/ berbau/ banyak lendir/ busa di permukaan?), perkiraan % jumlah ikan yang sakit per kolam, ukuran+usia bibit (lele), jenis & type pakan/ pellet yang biasa diberikan baik takaran maupun pola pemberiannya. Semoga jawaban kami nanti dapat membantu anda.

    BalasHapus
  153. masxalem@
    untuk lele u.5/7 pakan yg diberikan berapa kg perharinya?
    Terimah kasih.

    BalasHapus
  154. masxalem@
    maksudnya untuk 3000 ekor

    BalasHapus
  155. Berikut ini adalah komentar dari Bpk. Anang Widodo (13 Mei 2010 13:30) yang kami posting kmbali sbb :

    Anang.Widodo@
    Assalamu'alaikum. Pak saya baru 5 bulan belajar budidaya gurami di kolam terpal, mau tanya penggunaan probiotik + tetes tebu apa diaplikasikan setiap kasih pakan? klo berkenan bolehkah berkunjung ke tempat bapak untuk belajar langsung? insyaallah klo boleh hari sabtu tgl 22 mei 2010.terimakasih wassalam. Anang Widodo - Malang

    BalasHapus
  156. @masxalem
    Silakan Anda simak jawaban kami u/ pertanyaan Bpk.Salem sebelumnya (tertanggal 1 Mei 2010 06:03). Anda tinggal menyesuaikan angka2 tersebut dari 100 ekor ke 3000 ekor dan mmbaginya dengan jumlah hari dalam setiap tahapan. Perlu diperhatikan semakin bertambah umur lele maka bobotnya pun akan bertambah sehingga porsi pemberian pakan juga harus menyesuaikan.

    BalasHapus
  157. anang wirawanto
    pak saya tertarik dengan budidaya ternak lele saya mau tnya? untuk 1000 ekor lele kira2 butuh luas kolam berapa nya pak trus pakan yg bagus apa termasuk cara memberi pakan berapa kali sehari terima kasih

    BalasHapus
  158. @anang wirawanto
    - sekitar 8-10m2 untuk tingkat kepadatan tebar normal 100-125 ekor /m3 atau 5-7m2 untuk kepadatan sedang 150-175 ekor /m3
    - pakan yang lengkap kandungan nutrisinya, bisa berupa pellet (olahan pabrik) atau yang dibuat sendiri
    - Khusus pada budidaya yang bersifat intensif pilihlah pakan (campuran pakan) yang kadar proteinnya tidak kurang dari 30%.
    - diberikan secukupnya saja (tak perlu berlebihan) secara teratur 2x sehari (pagi dan sore) atau jika memungkinkan 3x sehari (pagi, sore dan menjelang tengah malam).

    BalasHapus
  159. @Anang Widodo di Malang
    Wa 'alaikum salam wr wb.
    - tetes tebu & probiotik (jenis lacto) cukup diberikan 3 hari per minggu, boleh berurutan atau berselang-seling.
    - silakan pak, kebetulan hampir di setiap akhir minggu rekan2 lain dari luar kota terkadang juga singgah di lokasi IKT.
    Terima kasih kembali.

    BalasHapus
  160. salam sukses untuk IKT !!!,
    Salam kenal, nama saya agung asal denpasar bali, saya sangat tertarik dengan budidaya ikan kolam terpal maka oleh karenanya saya juga berkeinginan untuk mencoba menceburkan diri/ memulai usaha ini, kebetulan saya hobi ikan.
    Pertanyaan saya antara lain :
    1. Apakah penghijauan kolam mutlak/harus dilakukan sebelum tebar benih?
    2. Apakah yang dimaksud dengan Penggaraman? Apakah diberi garam dapur? maaf saya masih awam dalam istilah2 perikanan.
    3. Pemupukan organik apakah yang dimaksud adalah Pupuk Kompos atau Pupuk Kandang?

    BalasHapus
  161. @Agung, Denpasar
    1. Tidak juga. Yang terpenting adalah ketersediaan pakan alami yang mencukupi. Terjadinya warna hijau lebih disebabkan karena pakan alami yang dominan terdiri dari plankton terutama phytoplankton. Banyaknya plankton sekaligus juga sebagai pertanda (indikator alami) cukupnya kadar oksigen terlarut dalam air kolam. Jenis pakan alami lain bisa berupa 'kutu2 air' (artemia, daphnia & moina) atau tubifex terutama pada fase pemeliharaan benih atau larva ikan. Pakan alami dari jenis ini biasanya tidak menyebabkan terjadinya perubahan warna air kolam yang mencolok seperti menjadi hijau atau kehijauan.
    2. Bisa dipandang sbg upaya dini untuk meminimalkan tumbuhnya jamur dan mikroorganisme lain yang bersifat parasit. Garam yang digunakan adalah yang tidak mengandung iodium atau dikalangan petani ikan dikenal dengan istilah garam ikan.
    3. Pupuk kandang lebih dianjurkan namun jika di sekitar tempat Anda pupuk ini tdk tersedia (sulit didapat) maka Anda bisa menggunakan pupuk organik (berbentuk butiran, serbuk atau cair) dalam kemasan botol dari berbagai merk yang biasanya banyak tersedia di poultry2 terdekat.
    Terima kasih dan sukses juga buat Anda.

    BalasHapus
  162. terimakasih pak atas infonya, sbg gantinya nanti kalo ada masalah hukum bisa konsultasikan dengan saya hehehehe. Salam sukses.

    BalasHapus
  163. - pakde kalau pake garam dapur yang BERIODIUM gimana? truz dapatin garem ikan itu di mana?
    apa gara2 saya pake garem ber IODIUM jd airnya gk hijau2 y?

    salam Abu yusuf...

    BalasHapus
  164. salam sukses IKT.
    Pak saya mau nanya lagi, pupuk kandang yang dimaksud dari ternak apa baiknya? ayam atau sapi?
    terimakasih sebelumnya.

    BalasHapus
  165. NB: penghijaun air menggunakan starter gk (yang kita ambil dari air yg sudah hijau)?
    pa hanya freswater ja ??

    terimakasih

    abu yusuf

    BalasHapus
  166. Berikut adalah komen dari Sdr. Arief di Kulon Progo yg kami posting kembali sbb:
    pak, saat ini saya memiliki sekitar 5000 bibit gurame,namun saya kesulitan untuk penjualannya. mohon bantuannya.alamat saya di jombokan tawangsari pengasih kulon progo.terimakasih
    arief(arief_jbk@yahoo.com

    BalasHapus
  167. @Abu Yusuf
    - Sejauh yang kami ketahui proses penggaraman air kolam (takaran normal) menggunakan garam ber-iodium tidak menimbulkan efek negatip hanya saja harganya memang sedikit lebih mahal. Garam ikan (non iodium) bisa diperoleh di pasar-pasar ikan tradisional atau di TPI (Tempat Pelelangan Ikan) terdekat. Cirinya garam ini berbentuk butiran-butiran kecil (sedikit kasar) dan wujudnya menyerupai kristal.
    - Sepengetahuan kami penggunaan garam beriodium tidak berpengaruh terhadap proses perubahan warna air kolam untuk menjadi hijau.

    BalasHapus
  168. @gung le_pakar hukum
    - Pukan (pupuk kandang) sebaiknya hanya digunakan pada kolam tradisional atau kolam permanen yang bagian dasarnya tidak disemen (tetap berupa tanah). Kami tidak tahu persis mana yang lebih baik namun sejauh pengamatan kami, petani ikan di Kulon Progo dan sekitarnya lebih memilih kotoran ayam atau puyuh (bhs jawa: 'gemak') sebagai bahan pukan, mungkin karena cukup banyak tersedia dan juga lebih praktis.
    - Untuk media kolam terpal lebih dianjurkan untuk menggunakan katalis plankton atau pupuk organik (berbentuk cair atau serbuk) olahan pabrik yang telah siap pakai.
    Terima kasih.

    BalasHapus
  169. @Abu Yusuf
    - Tidak pernah, kami hanya menggunakan air segar (air tanah/ sumur atau sungai) yang diisikan ke kolam dengan cara pancuran (aerasi sederhana). Mungkin karena air baku di tempat kami kandungan probiotik alaminya cukup memadai sehingga plankton relatif lebih mudah tumbuh dan berkembang, tanpa pupuk kandang, hanya menggunakan katalis plankton (itupun dalam takaran yang sedikit). Bahkan ada beberapa rekan sekelompok yang air kolamnya justru berubah menjadi hijau setelah bibit ikan ditebarkan. :-)
    - Bisa juga air kolam yang sudah 'jadi' (kehijauan) digunakan sebagai pemacu awal untuk meng-hijau-kan air kolam. Cara ini pernah pula dicoba oleh rekan2 di wilayah pesisir KP dan cukup berhasil. Kalau bisa pilihlah kolam budidaya yang tidak banyak mengandung lumut ataupun ganggang (algae).
    Semoga berhasil. Terima kasih kembali.

    BalasHapus
  170. bagaimana cara pembuatan kolam lele yang khusus pemijahan beserta gambarnya Pak, karena saya kurang bisa memahami kalau dari tulisan saja..terimakasih

    BalasHapus
  171. @fa
    Sal;ah satucontoh foto2 kolam pemijahan lele bisa dilihat di blognya mas Budi Hendrawan, refagrobis.
    Terima kasih kembali.

    BalasHapus
  172. @Femil di Bogor
    Sekitar 1000an butir/ ember, maksimal 1500 butir/ ember dengan pola pemeliharaan seperti yang telah kami sampaikan sebelumnya.
    Contoh foto2nya bisa dilihat di postingan Bak Penetasan Gurame.
    Selamat mencoba, semoga berhasil. Terima kasih kembali.

    BalasHapus
  173. pak salem surabaya.
    assalamu'alaikum...
    -piye kabare pak de,mau nanya pak de bisakah limbah mie(rontokan mie)di jadikan pakan alternatif lele?
    -kalau boleh saya tahu biasanya pak de pakai probiotik jenis apa untuk kolam dan ikanya,kalau daerah saya umumnya pakai EM4,sebenarnya probiotik seperti EM4 gunanya untuk apa?
    -matur nuwun.

    BalasHapus
  174. @Pak Salem di Surabaya
    Wa 'alaikum salam wr wb. Alhamdulillah, sae2 kemawon (baik2 saja koq) pak..
    - wah belum pernah nyoba tuh.. tapi ada baiknya dipertimbangkan kembali karena adonan mie umumnya memiliki kandungan karbohidrat (lemak) cukup tinggi.
    - he..he.. rupanya pada penasaran ya? Kami gak pake yang aneh2 koq pak Salem justru pake yang standar aja dan banyak dijual di poultry2 yang jelas kami selalu memilih merk yang telah terdaftar (registered). U/ yang dicampur ke pakan boleh juga menggunakan merk yang panjenengan sebutkan tsb (yang jenisnya Perikanan & Tambak) atau merk lain yang setara kandungan bakteri Lactobasillus-nya. Bakteri lactobasillus berperan penting dalam membantu sistem pencernaan ikan (terutama yang sedang dalam taraf pertumbuhan menuju usia dewasa) sehingga penyerapan (asupan) nutrisi makanan menjadi lebih baik.
    U/ menjaga kualitas air kolam kami sering pake probiotik jenis nitro, merk yang tersedia dipasaran memang cukup beragam (pasti pak Salem lebih paham karena kebanyakan diproduksi di Surabaya atau Sidoarjo. Selain itu kami juga menggunakan katalis plankton (yang berbentuk serbuk) u/ menjaga cukupnya ketersediaan pakan alami (plankton) sekaligus menjaga kualitas air kolam.
    Matur nuwun sami, pak Salem.

    BalasHapus
  175. @Femil di Bogor
    Sekitar 1/2 hingga 3/4 kedalaman air kolam. Karena :
    - memudahkan pemeriksaan rutin seberapa jumlah takaran yang harus diberikan dengan tepat sesuai dengan laju pertumbuhan benih
    - sewaktu-waktu dapat diangkat dan diperiksa apakah cacing telah habis dimakan atau masih tersisa
    - cacing sutera (tubifex) dapat hidup & bertahan lebih lama dibanding jika ditebar langsung
    - jika ditenggelamkan langsung didasar kolam maka akan banyak tubifex yang mati dan tak terlihat (tertutup kotoran/ lumpur) biasanya tidak akan dimakan oleh benih ikan
    - tubifex yang kerapkali mati dan membusuk di dasar kolam turut mencemari air kolam
    - dasar kolam adalah area yang tidak nyaman untuk benih ikan (oksigen terlarut lebih rendah dan kadar amonia lebih tinggi dibanding bagian lainnya)
    Jika harus diletakkan di dasar kolam (karena berbagai pertimbangan), tubifex sebaiknya ditampung dalam wadah (tempat cacing), berbentuk ceper seperti cobek (terbuat dari tanah liat) atau plastik. Ada baiknya beberapa wadah diletakkan tersebar di beberapa tempat di dasar kolam, hanya saja untuk mengambilnya kembali Anda harus siap berbasah-basah. Tidak masalah juga jika Anda ternyata menyukai hal ini. :-)
    Maturnuwun.

    BalasHapus
  176. @Pandu di Sidoarjo, Jawa Timur. (dari ShoutBox 2010-06-15 8:51 AM)
    Dugaan kami, benih lele telah terserang penyakit (akibat parasit, dari jenis jamur atau cacing). Untuk mengatasinya hrs dilakukan dgn 2 cara yakni; memperbaiki kualitas air kolam dan memulihkan kondisi kesehatan benih lele itu sendiri. Memang tidak bisa sekaligus dan harus dilakukan secara bertahap (butuh kedisiplinan plus kesabaran).
    Nah, jika medium pemeliharaan adalah kolam terpal maka anda bisa mencoba cara berikut ini :
    1. Sesegera mungkin pisahkan semua lele yang sakit, obati di tempat terpisah dengan cara pengobatan yang direkomendasikan dan telah memiliki nomor registrasi (merk terdaftar) dan sedapat mungkin bukan dari jenis obat antibiotik kimia. Informasi lebih lengkap bisa anda peroleh di poultry2 terdekat. Mohon maaf kami belum bisa menyebutkan nama merk tsb satu persatu disini. :-)
    2. Sekitar 80% volume air kolam segera diganti dengan air baru yang segar dengan cara pancuran (sangat dianjurkan dari beberapa titik sekaligus) untuk meningkatkan kadar oksigen terlarut.
    3. Air pengganti (point 2) adalah air baku yg bersih dan telah melalui tahapan pengendapan & penyaringan (filtering), setidaknya dengan arang (karbon aktif) dan ijuk atau bisa juga dengan tandon air yang berisi pecahan batu zeolit secukupnya.
    4. Lakukan penggaraman (sebaiknya menggunakan garam ikan [non iodium] atau garam krosok) dosis 1,5 ons/m3 setiap pagi hari (selama 3 hari berturut-turut)
    5. Selama proses penggaraman berlangsung, pakan pellet protein tinggi dihentikan dan diganti pellet yg kadar proteinnya lebih rendah (sekitar 25 - 27%).
    6. Tambahkan multivitamin (terutama vit C yg khusus diperuntukkan budidaya perikanan) pada saat pencampuran pakan, dosisnya mengikuti ketentuan yg tertera pada label produk. Tujuannya untuk meningkatkan daya tahan (stamina) & fungsi kekebalan tubuh pada benih lele.
    7. Setelah 2-3 hari proses penggaraman selesai, air kolam diberi probiotik jenis nitro (misal 'SM' produk Boster, atau merk lain yg setara). Dosis dan cara pemberiannya mengikuti ketentuan yg tertera pada label produk tsb.
    8. Selama proses penggaraman berlangsung, sangat mungkin akan ada beberapa benih lele yang mati. Anda tidak perlu panik, segera saja pisahkan benih yang mati agar tidak menjadi sumber penyakit baru.
    9. Normalnya selama proses penggaraman tsb (3 hari berturut-turut) maka jumlah kematian benih akan menurun dan tidak ada lagi kematian pada hari2 berikutnya.
    10. Setelah benih terlihat sehat kembali (dapat diamati dari nafsu makan dan kelincahan geraknya), pemberian pellet ke porsi semula mulai dilakukan secara bertahap atau ber-angsur2 dan tidak perlu ter-buru2 diberikan sekaligus dalam jumlah banyak.
    Untuk mendapatkan hasil panen yang optimal maka sangat dianjurkan untuk mencermati kualitas: benih, pakan dan air kolam sedini mungkin.
    Selamat mencoba, semoga lelenya kembali sehat dan tumbuh dengan baik hingga saat panen nanti.

    BalasHapus
  177. Nama saya Dody pak..Pak saya mau nanya setelah baca beberapa pesan di blog ini. jadi jika kita membeli bibit lele dari penjual kolam air terpal, kita juga harus melakukan pembesaran bibit melalui kolam terpal juga atau bisa di kolam tanah?

    BalasHapus
  178. @Dody
    Bibit dari kolam terpal atau kolam full permanen bisa dibesarkan di kolam tanah karena telah terbukti bibit lele yg berasal dari kedua media ini memiliki tingkat adaptasi lingkungan yang lebih baik.

    BalasHapus
  179. @Femil di Bogor.
    - setelah kantung kuning telur (yolksack) kempes, 15ribuan larva yg baru menetas harus terus dipelihara secara intensif (dalam 10 ember), selama 7-10 hari kedepan
    - suhu air sedapat mungkin dipertahankan tidak kurang dari 28 derajat Celcius (dipantau secara rutin setiap 3-6 jam sekali)
    - tinggi air dalam ember selalu dijaga pada kisaran 15an cm dan kotoran yang sering muncul di permukaan air harus segera dikeluarkan
    - saat pendederan I (7-10 hari setelah kantung kuning telur habis) hendaknya dilakukan dengan extra hati2, caranya adalah benih tidak ditebar langsung ke kolam pendederan tetapi tetap dibiarkan di dalam ember semula hanya saja ember2 tsb sedikit dimiringkan sehingga benih dapat keluar sendiri ke dalam air kolam pendederan
    - jika pendederan I dilakukan pada kolam terpal berukuran 4mx4m maka maksimal jumlah benih gurame per kolam adalah 5000 ekor
    - kedalaman genangan air kolam pendederan I adalah 20an cm dan seminggu kemudian perlu ditambah lk 10an cm.
    - sampai 25 hari berikutnya kedalaman air kolam senantiasa dipertahankan pada kisaran 25 - 30cm
    - tahap pendederan berikutnya (setelah benih berumur 40an hari) sebaiknya dilakukan pada kolam terpal sejenis dengan kedalaman genangan air sekitar 40cm

    Selama pemeliharaan benih, ada beberapa hal yg perlu dicermati :
    1. perbedaan suhu air antara siang dan malam hari, bila perlu gunakanlah heater (u/ menjaga kestabilan suhu air kolam terutama dari pengaruh hawa dingin dimalam hari)
    2. kolam pendederan sebaiknya diberi atap (terpal, plastik atau bahan fiber jika tersedia) agar terlindung dari terik matahari langsung, air hujan dan embun di malam hari
    3. benih dilindungi terhadap kemungkinan serangan hewan2 pemangsa (predator)
    3. pola pemberian pakan yang teratur
    4. kualitas air kolam terpantau secara rutin, antara lain tingkat kejernihan dan kelancaran sirkulasinya.
    Hatur nuhun, sami2. Mudah2an tiasa berhasil..

    BalasHapus
  180. Salam kenal om..
    Saya dwi dari bantul, email dwisanto84@gmail.com
    Saya sedang mencoba untuk budidaya pembibitan lele, minta petunjuknya!terus untuk mendapatkan induk/calon induk yang baik di daerah bantul bisa aku dapat d mn ya?

    BalasHapus
  181. @Femil di Bogor
    Tampaknya masih normal namun memang sebaiknya perkembangan benih selalu terpantau secara rutin 5 - 6 kali sehari (he 3x pasti gak kebayang kan sebelumnya bakal serepot ini?). Walaupun sedikit melelahkan, pengamatan yang lebih cermat terhadap benih perlu dilakukan sampai 1 - 2 hari ke depan. Jika ternyata jumlah benih yang terapung di sekitar permukaan air semakin banyak (lebih banyak dari yang berada di bawah permukaan) maka sebaiknya kualitas air segera di periksa dengan seksama minimal setiap 3-4 jam sekali. Pemeriksaan rutin yang biasa kami lakukan antara lain meliputi :
    - nilai pH (pake kertas lakmus atau pH meter digital jika tersedia,
    - temperatur (thermometer stick, praktisnya digantung saja) seperti yang terlihat pada postingan Pre Conditioning & Aerating Bak Tetas Gurame,
    - oksigen terlarut terutama di sekitar dasar kolam (bak) pembenihan.
    Ada baiknya aerasi (pengayaan oksigen terlarut) dengan cara pancuran sederhana serta sirkulasi air lewat saluran pembilas mendapat porsi perhatian yang lebih dari biasanya. Semoga benihnya tetap sehat dan bagus pertumbuhannya karena ditangani langsung oleh orang yang telaten (hati2 & teliti) seperti Anda. :-)
    Terima kasih dan salam kembali dari kami di IKT.

    BalasHapus
  182. @Dwi Santoso di Pundong?, Bantul.
    Tentang pembibitan lele, Anda bisa simak diskusi rekan2 pengunjung blog di bagian ini.

    Indukan lele atau bibit calon indukan lele yang berkualitas hanya dapat diperoleh di Balai Benih Ikan (BBI) atau Unit Perbenihan Rakyat (UPR) yang telah memiliki sertifikat CPIB. Setahu kami indukan tersebut memang tidak diperjual belikan secara bebas dan senantiasa diperbaharui ('diremajakan') setiap 1,5 tahun sekali. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari terjadinya perkawinan sekerabat (in-breeding) sekaligus menjaga kualitas benih yang beredar dikalangan pembudidaya. Namun jika Anda berniat memilikinya maka kami sarankan untuk menghubungi langsung BBI Cangkringan, Sleman atau Dinas Kelautan Perikanan & Peternakan Kab. Bantul. Alamat lengkapnya bisa ditelusuri di Pemda Kab. Bantul.

    BalasHapus
  183. pak kami sebagi pemula ..mohon penjelasan mengenai takaran pemberian garam,pupuk organik,pupuk urea sebelum benih ditebarkan (pada kolam terpal)..terim akasih pak.

    BalasHapus
  184. @Dwi Santoso di Pundong, Bantul
    Dinas Kelautan Perikanan & Peternakan Kab. Bantul sekarang bisa di akses lewat DKPP Pemkab Bantul. Silakan di'klik'. Semoga info ini dpt membantu Anda.

    BalasHapus
  185. @Femil di Bogor
    Paling tidak setelah benih berukuran 'silet' (di akhir pendederan II) atau lebih baik setelah bibit mencapai ukuran 'tiga jari' (akhir pendederan III).
    - Pada akhir tahap pendederan I nanti benih yg telah mencapai ukuran 'kuku' (biasanya tidak lagi disebut larva) sebaiknya jangan langsung di tebar ke kolam tanah, setidaknya melalui tahap pendederan II terlebih dahulu (sesuai jawaban kami sebelumnya, tertanggal 18 Juni 2010).
    - Sangat dianjurkan pendederan II tetap dilakukan di kolam terpal atau full permanen
    - Pendederan II akan membutuhkan waktu sekitar 60an hari, dimulai saat benih ukuran 'kuku' (umur 40 hari) dari hasil pendederan I dipelihara lagi secara intensif hingga mencapai ukuran 'silet' (umur 100an hari).
    - Kepadatan pada pendederan II adalah 150an ekor/m3, sebaiknya Anda mulai menyiapkan segala sesuatunya dari sekarang [ tetap semangat ya pak :-) ]
    - Awal ketinggian genangan air saat pendederan II nanti adalah 40an cm dan perlu ditambah secara bertahap hingga mencapai 80an cm (disesuaikan dengan laju pertumbuhan benih).
    Info terkait lainnya bisa dilihat di bagian ini.
    Selamat mencoba dan semoga pendederan II nya nanti berlangsung lancar dan sukses seperti halnya pada pendederan I saat ini. :-)
    Salam kembali dari kami.

    BalasHapus
  186. @Pandu di Sidoarjo, Jawa Timur. (dari ShoutBox 2010-06-24 11:38 AM)
    Setelah proses pemulihan kondisi kesehatan (dengan pengobatan atau penggaraman, dsb), ikan biasanya masih mengalami situasi yg belum sepenuhnya nyaman selama beberapa waktu dan nafsu makan pun belum pulih sepenuhnya (mungkin krn masih sedikit stress). Anda harus sangat sabar dalam hal ini karena semua proses pemulihan kondisi pasti perlu waktu. Itulah sebabnya pemberian pakan ke porsi normal memang harus dilakukan secara bertahap dan tidak perlu terburu-buru. Padanan-nya adalah seperti orang yg baru sembuh dari sakit dan masih dalam taraf pemulihan kondisi. Tentu membutuhkan waktu bukan ?
    Untuk membantu memulihkan nafsu makan, anda dapat menambahkan supplemen pakan dan multi vitamin (terutama vit. C, khusus u/ budidaya perikanan) yg bisa diperoleh di poultry2 terdekat. Baik juga bila saat pencampuran pakan ditambahkan pula probiotik jenis lacto + sedikit tetes tebu (berfungsi sebagai katalis) u/ membantu proses penyerapan nutrisi makanan pada saluran pencernaan ikan.
    Untuk selanjutnya selalu cermati kualitas air kolam dan kesehatan ikan secara rutin (berkala) sesuai dengan jadwal yang telah Anda susun sendiri dengan rapi.

    BalasHapus
  187. @Galihh di Solo
    Untuk kolam terpal atau full permanen, saat preconditioning air kolam takaran penggaraman cukup 2 ons/m3. Aplikasi dasar (pemupukan awal) bisa menggunakan pukan (pupuk kandang) sekitar 8-9 kg atau kalau pake urea dosisnya lk 1 ons/m3 ditambah SP36 sekitar 2kg serta katalis plankton (dosisnya mengikuti ketentuan dari merk yg digunakan). Ketentuan ini berlaku untuk kolam terpal atau full permanen berukuran standard (4m x 6m atau 4m x 8m).
    Ikan mulai ditebar setelah air kolam berubah warna menjadi hijau atau bening kehijauan. Terima kasih kembali.

    BalasHapus
  188. @Egi di Padang. (Jawaban dr prtanyaan di Shout Box, 2010-06-24 10:13 PM)
    Kalau terlalu padat ya harus dikurangi atau volume airnya ditambah. Secara rutin sebagian vol air kolam (lk 30%-40%) memang harus diganti (disirkulasi), minimal 2 minggu sekali.
    Probiotik jenis nitro bisa diperoleh di poultry2 (toko perlengkapan budidaya pertanian, perikanan & peternakan) terdekat. Ada beberapa merk yg bisa Anda gunakan. Umumnya telah tersedia dalam bentuk kemasan siap pakai (biasanya botol plastik 1 literan). Pilihlah produk yang telah terdaftar (memiliki nomor registrasi) baik dari DKP (sekarang Kementerian Kelautan dan Perikanan) maupun lembaga atau instansi berwenang lainnya.
    Maaf kami blm bisa menyebutkan satu-persatu merk produk probiotik tsb disini namun jika Anda cukup jeli beberapa diantara merk2 terkenal pernah disebutkan oleh rekan2 Anda yg cukup aktif berdiskusi dan berbagi informasi di blog ini. Anda bisa manfaatkan fasilitas pencarian yg terdapat di bagian atas halaman blog ini (dengan keyword : merk, probiotik, nitro, takaran dst) untuk mencari di seluruh halaman blog atau gunakan saja tombol CTRL F lalu isikan kata yg ingin ditemukan pd halaman ybs.
    Terima kasih kembali.

    BalasHapus
  189. 1. Untuk takaran penggaraman,pemupukan dll diatas...apa tinggi airnya juga 90 cm pak???
    2. untuk penebaran bibit lele tinggi air sebaiknya berapa?
    3. kalo pupuk kandang diganti pupuk organik apa ukurannya jg segitu???
    terima kasih atas semua jawabannya...

    BalasHapus
  190. 1.Untuk pembuatan pakan buatan sendiri dari Ampas tahu, bekatul dan ikan asin takarannya berapa dan bagaimana cara pembuatannya....
    2. Mohon penjelasan asumsi takaran pemberian pakan lele per harinya untuk 1000 ekor (dari 5cm sampe ukuran siap panen)..
    Terima kasih

    BalasHapus
  191. @Galihh di Solo
    (25 Juni 2010 21:17)
    1. Sebaiknya memang demikian
    2. Tergantung ukuran bibit yg akan ditebar. U/ bibit ukuran 3/5 atau yg lebih kecil, kedalaman air 40 - 60 cm cukup memadai sedangkan u/ bibit ukuran 4/6 atau 5/7 dan seterusnya, kedalaman air kolam boleh langsung 80an cm.
    3. Aplikasi u/ pupuk organik hendaknya mengikuti ketentuan yg tercantum pada label/ kemasan masing2 produk.

    (25 Juni 2010 21:22)
    1. Mohon maaf u/ pakan alternatif (buatan sendiri) sementara ini kami belum dapat berkomentar lebih jauh. Namun informasi ttg hal ini (salah satunya) dapat Anda akses di Membuat Pakan Ikan Sendiri dari ikannila.com.
    2. sekitar 3% - 5% dari bobot biomas (total ikan lele) yang dipelihara dalam kolam. Info lebih lanjut bisa dilihat di bagian ini. Anda tinggal menyesuaikan takaran pakan nya untuk 1000 ekor lele.

    BalasHapus
  192. pak saya pemula dalam budidaya ikan nila... perkiraan saya akan panen dalam waktu 4-5 bln namun sampai sekarang (sudah masuk bln ke 7)ukuran ikan belum memadai utk di panen. saya budidaya ikan nila gesit di kolam tembok. kira-kira apa penyebabnya ya pak...
    trima kasih


    jhonny
    Batam

    email : jhon_legoo@yahoo.co.id

    BalasHapus
  193. @Jhonny di Batam?
    Ada kemungkinan terlalu padat pak. Salah satu tanda nya adalah ukuran ikan nila menjadi tidak seragam (bervariasi). Mungkin juga benih nila yg Anda tebar dominan berjenis kelamin betina namun untuk memastikan penyebab lambatnya pertumbuhan nila tsb mohon info yg diberikan bs lbh diperinci, antara lain;
    - dari mana bibit si GESIT berasal?
    - berapa ukuran tebar bibit?
    - jenis dan ukuran kolam yg digunakan?
    - brp kira2 tingkat kepadatan (rata2) saat ini?
    - bagaimana pola pemeliharaan yang dilakukan sejauh ini?
    - apakah nutrisi pakan, temperatur harian air kolam (rata2), kualitas air baku yg digunakan dan juga cara sirkulasi airnya telah sesuai? dsb.. dsb..
    Sebagai info saja, rekan2 pembudidaya ikan nila akan cenderung memilih bibit yang berkelamin jantan karena pertumbuhannya memang lebih cepat dibandingkan nila betina. Pada umur yang sama, nila jantan bisa berukuran kira2 1,4 atau 1,5 kali nila betina. Terima kasih kembali.

    BalasHapus
  194. bibit yang saya beli dari jawa tepatnya di sukabumi dan saya sengaja beli bibit yang berkelamin jantan karna yg saya dengar jg pertumbuhan bibit jantan lebih cepat. ukuran bibit yg saya tebar
    2-3cm dengan kolam tembok ukuran Lebar 5 meter panjang 15 tanpa sekat. tingkat kepadatan berkisar 40-60 ekor /m2. pola makanan sudah teratur 3 kali sehari dengan pelet pabrik. sejauh ini tidak ada yg mati lagi hanya pertumbuhannya saja yg sangat lambat.
    untuk nutrisi pakan saya blom pernah mencoba, temperatur berkisar 26-29
    kebetulan kami mengunakan air payau dengan pompa mesin khusus yang bs non stop di hidupkan. namun saya rasa mgkn debit airnya terlalu kecil....

    oh yaa pak kondisi ikan yg saya liat nafsu makannya sangat rendah... apalagi ketika pergantian pelet dengan ukuran yg lebih besar.

    mohon pencerahannya pak mursidi
    terima kasih.

    BalasHapus
  195. heni febri.
    Temanggung kledung.
    kucingimoet5@yahoo.com
    salam kenal pak,saya tertarik sekali dengan budidaya lele di media terpal maka dari itu saya tertarik untuk membudidayakannya.tapi masih banyak yang belum saya pahami.
    Kalau tidak salah alamat usaha bapak berada di jogja,kebetulan saya masih kuliah di jogja.jadi dapatkah saya mampir dan bertanya-tanya di tempat anda?
    Kalau boleh alamat lengkapnya dimana dan kira kira berapa jam dari kota?
    Terima kasih.

    BalasHapus
  196. @Heni febri dari Kledung, Temanggung
    Pertanyaan Anda pernah termuat & terjawab di sini.

    BalasHapus
  197. Mo nanya lg yac ppak..
    1. Untuk pemupukan di kolam terpal...saya pake pupuk organik NASA,apa perlu ditambah pupuk kimia urea & sp36?
    2. Kalo pake pupuk kandang...nantinya pupuk langsung ditebar ke kolam terpal apa dimasukin ke kresek dulu lalu di masukkan di kolam? dan nantinya waktu mau menabur bibit apa pupuk kandang diambil dulu apa dibiarkan di dalam kolam?
    Terima kasih atas semua jawabannya

    BalasHapus
  198. bpk salem sby.
    assalamuallaikum pak mur.
    -sudah berjalan 1 minggu dari tebar bibit u. 5/7,sebanyak 2700 ekor ukuran kolam 4x6 genangan air 70cm,tapi sampai saat ini lele saya mengalami kematian tiap hari 5-6 ekor warna kulit berubah menjadi pucat dan bercak putih lalu ada yg kembung,itu di sebabkan oleh apa dan apa yg harus dilakukan?
    -pada saat preconditioner air,air menjadi hijau pekat apa itu tidak masalah?
    -mohon beri penjelasan tentang menjaga air tetap berkwalitas apa yg harus dilakukan setiap hari/setiap minngu/setiap bulan?
    -saat ini saya pakai pakan 781-1 dari phokpand,dan pemberian pakan saya lakukan 3x/hari yakni pagi antara jam7-8,sore-5-6,malam 10-11,dan ukuran berat pakan yg saya berikan,5%xbiomassa ikan yg ada di kolam saya bagi 3,apa ukuran saya tepat dan pas?
    -setiap pemberian pakan saya campur dgn probiotik EM4 jenis lacto dosis 10:1000.jadi 10ml EM4 saya campur dngan air 1000ml saya jadikan lk 5hari,apa baik pak?
    -demikian pak pertanyaan saya mohon ma'af pabila terlalu banyak atas kebaikan dan jawabanya saya ucapkan terima kasih.
    -assalamuallaikum.wm.wb.

    BalasHapus
  199. @Galihh di Solo
    1. Tampaknya merk pupuk (cair ?) Anda gunakan tsb sudah cukup lengkap kandungan unsur2 hara-nya namun u/ lebih jelasnya bs dilihat pada label/ kemasannya
    2. Sebaiknya pukan (pupuk kandang) dimasukkan dalam wadah (karung) terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke kolam. Setelah 5-7 hari kemudian barulah pukan dikeluarkan dari kolam. Bibit ikan baru ditebar setelah air kolam berubah warna menjadi kehijauan.
    Terima kasih kembali.

    BalasHapus
  200. @Femil di Bogor
    - Tentu sudah dong :-)
    - Boleh jadi di tempat lain standar ukuran u/ bibit ikan sedikit berbeda. di tempat kami ukuran 'kuku' (1-2 cm), 'jempol' (lk 2-4 cm), 'silet' (lk 4-6 cm), 'korek' (lk 6-8 cm). Ada juga yg menyebut istilah ukuran 'silet minus' untuk bibit gurame berukuran 2,5-4 cm atau 3 - 5 cm dan 5-7 untuk 'silet plus'. Nah jadi tambah bingung kan?? :-)
    Semoga penetasan telur gurame berikutnya bisa lebih baik lagi dan kami tentu berharap keberhasilan Anda ini juga dapat menjadi pemacu semangat bagi rekan2 lainnya.
    Terima kasih kembali.

    BalasHapus

Mohon cantumkan nama anda, email bersifat optional (bisa disertakan/tidak) saat menuliskan pesan, kesan ataupun komentar. Terimakasih atas kunjungan anda ke blog kami :-)