Cari (Telusuri) di Blog Ini

Memuat...

Selasa, 16 Februari 2010

Kiriman Bibit Gurami dari Bantul

Jumat 12 Pebruari 2010 pukul 11.15 wib, IKT mendapat kiriman 9000 ekor bibit gurami ukuran 'kuku' dari Kab. Bantul melengkapi 5000 ekor benih yang telah diterima sehari sebelumnya. Ada yang istimewa pada pengiriman bibit gurami bagi kami di IKT kali ini karena diantar langsung oleh Pak Sulistiyo, seorang pengusaha dan juga pembudidaya ikan sekaligus pembina Kelompok Budidaya Perikanan (Pokdakan) Tunas Muda di Kec. Pandak, Kab. Bantul dan Cangkringan, Sleman yang telah bertahun-tahun malang-melintang di bidang budidaya ikan air tawar khususnya lele, nila dan gurami. Kali ini beliau sengaja...
membawa sendiri pesanan bibit ikan produksinya sekalian menengok kegiatan rekan-rekan sesama pembudidaya ikan air tawar di sekitar kota Wates, Kab. Kulon Progo dan sekitarnya. Rupanya kedatangan Pak Sulistiyo ke IKT sekaligus juga menjadi kunjungan balasan untuk Pak Mursidi yang beberapa waktu lalu berkesempatan mengunjungi tempat usaha dan kediaman beliau di Gesikan, desa Wijirejo, Kec. Pandak, Kab. Bantul - DIY.

Selepas sholat Jum'at dan makan siang, kami langsung menuju kolam penebaran yang telah disiapkan beberapa hari sebelumnya. Proses penebaran bibit gurami berlangsung cukup singkat. Tanpa segan-segan Pak Sulistiyo pun turut serta membantu penebaran bibit gurami bahkan beliaulah yang pertama kali membuka kantong plastik wadah bibit (penampung, red) kemudian menebarkan bibit ikan ke kolam terpal berukuran 4m x 8m di tengah areal persawahan yang berbatasan dengan perkebunan tebu. Beberapa tips teknik penebaran pun langsung ditunjukkan beliau pada rekan pembudidaya di IKT berikut beberapa saran dan masukan tentang hal-hal yang harus diperhatikan saat penebaran bibit ikan jika terpaksa dilakukan di siang hari.

Selesai penebaran bibit, beliau diajak Pak Mursidi meninjau proses pembuatan bak penetasan telur gurami yang baru dimulai beberapa waktu lalu. "Kami mencoba membuat satu kolam penetasan sederhana yang bahan utamanya adalah bambu dan terpal. Untuk atap pelindung (kanopi) kami pilih bahan plastik transparan yang lentur dan ringan. Pada tahap awal kolam ini direncanakan dapat menampung 25-30 ribu butir telur," kata Pak Mursidi. "Sebelumnya kami telah memiliki 6 bak penetasan permanen yang dibangun di atas permukaan tanah dan ini yang pertama kami buat di kedalaman 90-100 cm sejajar dengan kolam-kolam pendederan dan pembesaran gurami di sekelilingnya," lanjut Pak Mursidi sambil menunjukkan posisi dasar kolam berukuran 4m x 4m tersebut. "Harapan kami, kolam ini nantinya dapat berfungsi ganda selain sebagai tempat penetasan juga sebagai kolam pendederan pertama dan seterusnya," tambahnya.

Karena cuaca mulai mendung, obrolan kemudian berlanjut di beranda rumah Pak Kasil sambil menikmati sajian teh hangat racikan Pak Kastono (seorang petani ikan senior & lebih senang dipanggil dengan sebutan 'Pak Bewok') yang datang belakangan. Obrolan santai seputar dunia perikanan pun terasa semakin menarik untuk diikuti dengan hadirnya beberapa rekan pembudidaya lain yang baru kembali dari kolam dan ikut bergabung meramaikan suasana. Saling tukar informasi tentang pakan buatan, teknik pengelolaan air baku, budidaya ikan sistem keramba & jaring apung dan tingginya permintaan benih gurami dari luar daerah, hingga ketersediaan cacing sutera (tubifex. sp) yang mulai terasa langka terutama dimusim penghujan saat ini menjadi bahan perbincangan hangat sore itu. Diujung obrolan, topik pun bergeser seputar issue pemanasan global serta pentingnya menumbuhkan kesadaran bersama tentang pelestarian lingkungan.

"Wah, jika sudah bertemu sesama pembudidaya ikan dimanapun, obrolan yang berlangsung pasti seru dan selalu ada hal-hal baru yang menarik untuk didiskusikan sehingga saya seringkali lupa waktu," kata Pak Sulistiyo mengakhiri obrolan. "Jika ada waktu luang silakan Pak Mursidi dan juga rekan-rekan disini dolan ke kolam-kolam kami di Bantul dan Cangkringan-Sleman," undang Pak Sulistiyo saat berpamitan.
Terima kasih atas kesediaannya untuk berbagi informasi dan pengalaman budidaya pada kami semua. Saran dan masukan yang diberikan sangat bermanfaat dan tentu semakin menambah wawasan dan pengetahuan kami tentang budidaya perikanan. Insya Allah pada kesempatan mendatang kami dapat berkunjung ke kolam-kolam budidaya perikanan air tawar di lokasi usaha Pak Sulistiyo & rekan-rekan Pokdakan di Kab. Bantul dan Kab. Sleman, DIY.

5 komentar:

  1. maaf saya mau tanya, dmn ya kelompok budidaya lele didaerah sleman? saya msh belajar banyak tentang budidaya lele. ditunggu infonya di email: mn_syahid@yahoo.com. matur nuwun

    BalasHapus
  2. @Syahid
    Informasi Pokdakan di wilayah Sleman bisa diperoleh di http://www.datapokok.perikanan-diy.info/welcome.php (sayangnya update terakhir tahun 2007) :-)
    Untuk mendapatan informasi terkini dan lebih lengkap silakan Anda hubungi Dinas Perikanan & Kelautan DIY di Jln. Sagan III No. 4, Yogyakarta.
    Telp. 0274 512386, 0274 386260. Semoga info ini dapat membantu Anda. Matur nuwun sami pak Syahid.

    BalasHapus
  3. sya joko dr solo...saya ingin usaha pembibitan gurame dan nila..bisakah saya mendapatkan indukannya dan saya ingin belajar cr pemijahan dan pemasaranya di tempat bpk/magang...
    email saya:jambul.nugroho@gmail.com
    trima ksih

    BalasHapus
  4. Asslkum ww. Sy Rudi dr Padang. Mau tanya : Untuk satu kolam, berapa modalnya sampai panen dan jangka waktu sampai panen berapa lama? Klu bisa dijawab ke email rudiht04@gmail.com Terima kasih

    BalasHapus
  5. Assalamu'alaikum...Dalem Wahyu NDerek tanya, saya pingin tanya kalau didaerah Kepulauan Riau, yang didominasi perikanan Laut, minta tolong tips nya untuk pembesaran Gurami. Soalnya disini sangat sulit mencari lokasi dimana ada air yang mengalir. Air tawar maksud saya pak. Mungkin gak untuk pembesaran di kolam tembok, tapi dibantu dengan arus buatan dari mesin. MAtur Nuwun.

    BalasHapus

Mohon cantumkan nama anda, email bersifat optional (bisa disertakan/tidak) saat menuliskan pesan, kesan ataupun komentar. Terimakasih atas kunjungan anda ke blog kami :-)